MODEL PEMBELAJARAN RADEC DAN KOMPETENSI MUSIKAL: STUDI EKSPERIMEN PADA KEMAMPUAN MENGKOMPOSISI RITME SISWA KELAS IV SD

  • Andra Nata Universitas Pendidikan Indonesia
  • Resa Respati Universitas Pendidikan Indonesia
  • Anggit Merliana Universitas Pendidikan Indonesia
Keywords: RADEC, rhythmic composition, elementary school

Abstract

This study aims to examine the effect of the RADEC (Read, Answer, Discuss,

Explain, Create) learning model on fourth-grade students’ rhythmic composition

skills. A true experimental method with a posttest-only control group design was

applied to a sample of 50 students randomly divided into experimental (n = 25) and

control (n = 25) groups. The performance test measured four musical creativity

indicators: fluency, flexibility, originality, and elaboration. Findings revealed that the

experimental group’s mean score (M = 58.50) was higher than the control group’s

(M = 46.50). An independent t-test showed a p-value of 0.009 (< 0.05), indicating a

significant positive effect of RADEC on rhythmic composition skills. The integration

of body percussion during the Create stage enhanced kinesthetic engagement and

creative exploration. These results suggest that RADEC is an effective instructional

models for fostering creativity in elementary school music learning

References

Suryani et al. (2021) yang
menunjukkan bahwa model
pembelajaran berbasis kolaboratif dan
eksploratif dapat meningkatkan
kreativitas musikal siswa sekolah
dasar.
Secara keseluruhan, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa
RADEC dapat menjadi alternatif
model pembelajaran yang efektif
untuk meningkatkan kemampuan
mengkomposisi ritme, khususnya
pada siswa sekolah dasar. Implikasi
praktisnya adalah perlunya integrasi
model ini dalam kurikulum seni musik,
terutama pada topik yang menuntut
kreativitas tinggi.
Temuan penelitian ini sejalan
dengan literatur yang menekankan
bahwa RADEC tidak hanya berfungsi
sebagai strategi pembelajaran aktif,
tetapi juga sebagai wadah
pengembangan keterampilan berpikir
kreatif dalam seni (Husna et al., 2020;
Rochmawati & Ambarwati, 2022).
Dalam konteks musik, keterlibatan
siswa dalam proses membaca dan
menjawab memperkuat pemahaman
konsep, sementara diskusi,
penjelasan, dan penciptaan memberi
ruang untuk improvisasi dan
personalisasi ide ritmis.
Body percussion sebagai media
praktik juga terbukti efektif dalam
meningkatkan keterampilan ritmis,
karena memberikan pengalaman
kinestetik langsung yang memperkuat
memori musikal (Cunha et al., 2019).
Dengan menggabungkan RADEC dan
body percussion, siswa tidak hanya
menguasai pola ritme, tetapi juga
memahami unsur musikal seperti
tempo, dinamika, dan timbre secara
lebih mendalam.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian
yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa:
1. Kemampuan Mengkomposisi
Ritme Siswa Kelas Kontrol
Siswa pada kelas kontrol yang
mengikuti pembelajaran konvensional
menunjukkan kemampuan
mengkomposisi ritme pada kategori
sedang dengan rata-rata skor 46,50.
Sebagian besar siswa masih berada
pada level dasar dalam aspek fluency,
flexibility, originality, dan elaboration.
Hal ini mengindikasikan bahwa
pembelajaran konvensional belum
optimal dalam mengembangkan
kreativitas ritmis siswa.
2. Kemampuan Mengkomposisi
Ritme Siswa Kelas Eksperimen
Published
2025-09-03
How to Cite
Andra Nata, Resa Respati, & Anggit Merliana. (2025). MODEL PEMBELAJARAN RADEC DAN KOMPETENSI MUSIKAL: STUDI EKSPERIMEN PADA KEMAMPUAN MENGKOMPOSISI RITME SISWA KELAS IV SD. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(03), 225 - 237. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i03.7946