IMPLEMENTASI POHON LITERASI CERIA UNTUK PENGUATAN LITERASI BACA SISWA SDN 46 AMPENAN
Abstract
This study aims to describe the implementation of the Pohon Literasi Ceria media in strengthening reading literacy among elementary school students. This study was motivated by students’ low interest in reading due to the use of conventional and less interactive learning methods. The research employed a descriptive qualitative approach with a participatory model. The subjects consisted of 20 second-grade elementary school students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The implementation process included planning, implementation, and evaluation stages. During the implementation stage, students read books independently or with guidance, then wrote the results of their reading on “literacy leaves” and attached them to the Pohon Literasi Ceria media. The findings showed that this media was able to improve students’ reading interest, learning motivation, active participation, as well as their reading and simple writing skills. In addition, the media also helped enhance students’ communication skills through reading presentation activities. Although several obstacles were found, such as differences in reading abilities, limited learning time, and lack of varied reading materials, Pohon Literasi Ceria can still serve as an innovative learning medium for improving the quality of reading literacy learning in elementary schools.
References
Basori, A., & Dwidarti, F. (2026). Peningkatan Minat Baca Siswa Kelas II Sekolah Dasar melalui Media Visual Berbasis Lagu. 1(1).
Ihsan, D. N., Islam, U., Raden, N., Palembang, F., Article, I., Baca, M., & Commons, C. (2025). OPTIMALISASI MINAT BACA SISWA SDN 1 TALANG PANGERAN MELALUI PENDEKATAN EMOSIONAL THORIQOH MUHADHOROH. 3(1), 1–25.
Ihsan, M., Rifatunisa, A., Agama, I., & Sahid, I. (2026). Peran Guru Dan Lingkungan Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa : Studi Kasus pada SDIT Bumi Putera Pamijahan. 03(September 2025), 10–21.
Ilmiah, J., & Pendidikan, W. (2026). Analisis Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Di SDN 7 Sambik Bangkol Sariatun, Fitriani Rahayu, Rauhun Jannah PGSD, STKIP Hamzar. 12, 257–266.
Kreativitas, D. A. N., Melalui, S., Reskiawan, B., & Amriani, R. (2025). Menumbuhkan minat baca, keterampilan literasi, dan kreativitas siswa melalui implementasi pohon literasi.
Lena, M. S., Nisa, S., Yusma, L., Taftian, F., & Suciwanisa, R. (2023). Analisis Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar. 1(5).
Mahmubi, M. (2025). Analisis Implementasi Pembelajaran Berbasis Gamifikasi Pada Peningkatan Motivasi Belajar Siswa. 2(1), 1–9.
Mawarni, K. B., Julianti, E. S., & Sulangkar, G. (2025). Efektivitas Les Membaca dan Media Pohon Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar. 4(2), 380–386.
Saputra, A., Noor, F. M., Islam, U., & Sunan, N. (2025). Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa dalam Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran IPA di Era Digital. 5, 914–926.
Sumantri, S., & Ridwan, M. (2025). Penerapan Media Pohon Literasi Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. 5(1), 936–942.
Surabaya, U. M. (2025). STRATEGI LITERASI VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI MELALUI BUKU BERGAMBAR Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendahuluan Anak usia dini merupakan individu yang mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yaitu dimulai dari sejak lahir pada usia 0-6 tahun . Pada waktu ini sangat penting untuk pertumbuhannya karena dapat mempengaruhi perkembangan kognitif , sosial dan emosional anak ( Mauluddia and Yulindrasari 2024 ). Di periode ini , anak-anak sangat peka terhadap rangsangan dari sekitar mereka , termasuk rangsangan visual yang bisa memperkuat kemajuan kemampuan membaca serta ketertarikan mereka terhadap buku . Minat baca anak usia dini merupakan motivasi dari dalam diri yang membuat anak antusias belajar untuk menjelajahi dunia melalui bacaan . ( Barus 2025 ) mengungkapkan bahwa ketertarikan membaca pada anak perlu ditumbuhkan sejak dini karena berfungsi sebagai landasan bagi kemampuan literasi yang berkelanjutan dan berdampak pada keterampilan bahasa serta kemampuan berpikir kritis anak . Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget , anak-anak berkembang dalam cara berpikir dan belajar seiring bertambahnya usia . Dalam konteks minat baca pada anak-anak usia dini , teori ini memberikan wawasan penting mengenai bagaimana anak-anak mulai memahami simbol , bahasa , dan narasi . Piaget menjelaskan bahwa pada tahap perkembangan ini , anak-anak mulai mampu mengaitkan makna dari gambar dan teks , yang sangat penting untuk pembelajaran membaca . Anak-anak sangat tertarik pada buku dengan visual yang kuat , seperti buku bergambar , karena mereka dapat memahami informasi lebih spesifik melalui gambar yang ada . Selain itu , teori perkembangan bahasa yang dikemukakan oleh Vygotsky juga sangat relevan dalam konteks ini . Vygotsky menekankan bahwa bahasa adalah alat utama dalam perkembangan kognitif anak , dan interaksi sosial berperan penting dalam memfasilitasi pembelajaran tersebut . Dalam hal ini , buku bergambar tidak hanya menyediakan visual yang memperjelas makna , tetapi juga mendukung perkembangan bahasa anak dengan menggabungkan gambar dan teks yang sesuai dengan tahap. 11, 87–99.
Syajida, N., Nadila, A., Alfina, & Zuhdiah. (2024). Strategi Pembelajaran Yang Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa SD / MI Effective Learning Strategies to Enhance Reading Comprehension in Elementary Students. Jurnal Pendidikan Dasar & Madrasah Ibtidaiyah, 1(1), 50–62.
Widiana, S. W., Novitasari, W., & Mubin, N. (2025). Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin Analisis Hambatan Kognitif Siswa Dalam Membangun Makna Dari Teks Bacaan. 2(2), 212–218.
Yulianto, A., Nopitasari, D., Qolbi, I. P., & Aprilia, R. (2020). Pengaruh Model Role Playing Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Pada Pembelajaran Matematika SMP. 3(1), 97–102.











