Pengembangan kurikulum ekstrakurikuler tari di TK Binayoga Pelutan berbasis model Skilbeck dan Kemmis & Mc. Taggart

  • Rullis Indriyanti Universitas PGRI Yogyakarta
  • Dhiniaty Gularso Universitas PGRI Yogyakarta
Keywords: Keywords: Curriculum Development, Dance Extracurricular, Early Childhood Education, Local Culture, Skilbeck Model

Abstract

Abstract. This study aims to describe the curriculum development of dance extracurricular activities at TK Binayoga Pelutan based on the Skilbeck curriculum development model and the Kemmis & Mc. Taggart action research model. The program was designed to develop children's physical, cognitive, social-emotional, artistic, and cultural competencies through Dolalak, Rampak, and Meong dances. This study employed a qualitative best practice approach conducted at TK Binayoga Pelutan, Purworejo Regency. Data were obtained through observation, documentation, interviews, and curriculum analysis. The results indicate that the curriculum was developed through situation analysis, objective formulation, program planning, implementation, reflection, and continuous evaluation. The curriculum implementation integrated humanistic, technological, and social reconstruction approaches. The findings revealed positive impacts on children's motor development, self-confidence, creativity, cooperation skills, and appreciation of local culture. In addition, the program strengthened collaboration among schools, parents, cultural practitioners, and the community. Therefore, dance extracurricular activities can serve as an innovative curriculum development model that supports holistic child development while preserving local cultural heritage.

References

Referensi

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Epstein, J. L. (2018). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (3rd ed.). Routledge.

Hartono. (2020). Pembelajaran seni tari anak usia dini. Deepublish.

Hidayat, R. (2020). Pengembangan Seni Tari untuk Anak Usia Dini Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 768–778.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini. Kemendikbudristek.

Mayar, F. (2021). Pengaruh Seni Tari terhadap Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 340–350.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Mulyasa, E. (2023). Pengembangan dan implementasi kurikulum merdeka. PT Remaja Rosdakarya.

Musfiroh, T. (2019). Pengembangan kreativitas anak usia dini melalui seni. UNY Press.

Nurhayati, E. (2021). Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2), 115–124.

Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Skilbeck, M. (1984). School-based curriculum development. Harper & Row.

Soedarsono. (2018). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suryana, D. (2021). Pendidikan anak usia dini: Teori dan praktik pembelajaran. Kencana.

Susanto, A. (2022). Pendidikan anak usia dini: Konsep dan teori. Bumi Aksara.

Suyadi. (2020). Psikologi belajar PAUD. Pedagogia.

Tilaar, H. A. R. (2019). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya.

Trianto. (2021). Desain pengembangan pembelajaran tematik bagi anak usia dini. Kencana.

Utami, S., & Prasetyo, Z. K. (2021). Pelestarian Budaya Lokal melalui Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(1), 45–58.

Wardhani, P., & Suryana, D. (2022). Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3314–3325.

Wiyani, N. A. (2020). Manajemen PAUD bermutu. Gava Media.

Yus, A. (2020). Model pendidikan anak usia dini. Kencana.

Indriyanti, R., & Gularso, D. (2026). Pengembangan Kurikulum Ekstrakurikuler Tari di TK Binayoga Pelutan Berbasis Model Skilbeck dan Kemmis & Mctaggart. Jurnal Pendidikan Dasar.

Aisyah, S. (2020). Perkembangan dan konsep dasar pengembangan anak usia dini. Universitas Terbuka.

Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Berk, L. E. (2018). Development through the lifespan (7th ed.). Pearson.

Campbell, D. (2019). The Mozart effect for children. HarperCollins.

Desmita. (2020). Psikologi perkembangan peserta didik. Remaja Rosdakarya.

Djamarah, S. B. (2021). Psikologi belajar. Rineka Cipta.

Gardner, H. (2018). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.

Hurlock, E. B. (2018). Psikologi perkembangan. Erlangga.

Isjoni. (2020). Model pembelajaran anak usia dini. Alfabeta.

Kurniasih, I., & Sani, B. (2021). Implementasi kurikulum merdeka. Kata Pena.

Lestari, K. E. (2021). Pembelajaran Seni untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 85–93.

Masitoh. (2020). Strategi pembelajaran TK. Universitas Terbuka.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyani, N. (2020). Pendidikan seni tari anak usia dini. Gava Media.

Munandar, U. (2019). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Rineka Cipta.

Nurgiyantoro, B. (2020). Penilaian pembelajaran anak usia dini. BPFE.

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2018). Experience human development (13th ed.). McGraw-Hill.

Piaget, J. (2019). The psychology of intelligence. Routledge.

Prasetyo, A. (2020). Pendidikan berbasis budaya lokal dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal PAUD Nusantara, 3(1), 12–21.

Purwanto. (2020). Evaluasi hasil belajar. Pustaka Pelajar.

Rahmawati, Y. (2021). Pengembangan motorik kasar melalui seni tari pada anak usia dini. Jurnal Golden Age, 5(2), 120–128.

Rohidi, T. R. (2019). Metodologi penelitian seni. Cipta Prima Nusantara.

Rusman. (2021). Model-model pembelajaran. Rajawali Pers.

Santrock, J. W. (2020). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill.

Sari, M. P. (2022). Tari Kreatif sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, 6(3), 2112–2121.

Semiawan, C. R. (2020). Belajar dan pembelajaran prasekolah dan sekolah dasar. Indeks.

Setyosari, P. (2020). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Kencana.

Slameto. (2021). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Soetjiningsih. (2020). Tumbuh kembang anak. EGC.

Sudjana, N. (2020). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Sinar Baru Algensindo.

Sujiono, Y. N. (2021). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Indeks.

Sumantri, M. S. (2020). Perkembangan peserta didik. Universitas Terbuka.

Susilana, R., & Riyana, C. (2020). Media pembelajaran. CV Wacana Prima.

Sutikno, M. S. (2021). Strategi pembelajaran. Adab.

Syah, M. (2020). Psikologi pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Uno, H. B. (2021). Perencanaan pembelajaran. Bumi Aksara.

Vygotsky, L. S. (2018). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wahyudin, U., & Agustin, M. (2021). Penilaian perkembangan anak usia dini. Refika Aditama.

Wibowo, A. (2020). Pendidikan karakter berbasis budaya bangsa. Pustaka Pelajar.

Yamin, M., & Sanan, J. S. (2020). Panduan pendidikan anak usia dini. Gaung Persada Press.

Yusuf, S. (2021). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.

Zaini, H. (2020). Pembelajaran aktif bagi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 33–41.

Anggraini, D. (2021). Pengaruh Kegiatan Seni Tari terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 5(1), 55–63.

Fadlillah, M. (2020). Bermain dan permainan anak usia dini. Kencana.

Hasanah, U. (2021). Seni Tari sebagai Sarana Pengembangan Kemampuan Holistik Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, 5(2), 1701–1710.

Khasanah, N. (2022). Peran Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Citra Sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 95–104.

Lickona, T. (2019). Educating for character. Bantam Books.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Purworejo. (2021). Kesenian Dolalak sebagai warisan budaya Purworejo. Dinas Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

Jazuli, M. (2020). Sosiologi seni. Graha Ilmu.

Kusmayati, H. (2021). Musik Pengiring dalam Seni Tari Tradisional Jawa. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 6(1), 44–53.

Pemerintah Kabupaten Purworejo. (2022). Kuliner khas Purworejo sebagai identitas budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Pranoto, H. (2021). Clorot sebagai Warisan Kuliner Tradisional Purworejo. Jurnal Budaya Nusantara, 4(2), 88–97.

Widodo, S. (2020). Geblek dan Kue Lompong Sebagai Ikon Kuliner Kabupaten Purworejo. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 8(1), 21–30.

Published
2026-08-21
How to Cite
Rullis Indriyanti, & Dhiniaty Gularso. (2026). Pengembangan kurikulum ekstrakurikuler tari di TK Binayoga Pelutan berbasis model Skilbeck dan Kemmis & Mc. Taggart . Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(03), 350 - 362. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i03.16818