BAHASA INDONESIA SEBAGAI INSTRUMEN BELA NEGARA DI ERA DIGITAL: KAJIAN ECHO CHAMBER DAN DISINFORMASI BERBASIS AI

  • Nurhalimah Nafisyah Universitas Muhammadiyah Riau
  • Salwa Kurnia Putri Universitas Muhammadiyah Riau
  • Perawati Universitas Muhammadiyah Riau
Keywords: echo chamber, artificial intelligence, Indonesian language, digital literacy, national defense

Abstract

This study examines Indonesian language as a digital state defense instrument amid echo chambers and AI-based disinformation in Indonesia. Social media algorithms create personalized information spaces that reduce information diversity and strengthen social polarization. Meanwhile, artificial intelligence technologies such as generative AI and deepfakes increase the spread of misleading content that is difficult to verify. The purpose of this study is to analyze echo chamber dynamics, AI-based disinformation, and the role of Indonesian language in strengthening national identity and information resilience. This research uses a qualitative literature review method by analyzing 25 national journals published between 2021 and 2026 through content analysis. Findings show that algorithmic systems intensify information fragmentation and polarization, while AI accelerates disinformation production and weakens public trust. Indonesian language plays a strategic role in improving digital literacy, communication clarity, and national awareness. The study concludes that Indonesian language is important for digital state defense in facing echo chambers and AI-driven disinformation

References

Agustina, A. D., Wijaya, H. A., Attalah, F., & Santoso, R. (2026). Rekonstruksi politik untuk menganalisis polarisasi dan gangguan demokrasi di media sosial Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(2), 7–16. https://jurnal.unusultra.ac.id/index.php/jisdik/article/view/847
Akbar, R. S., Iskandar, T., Abadi, M. D., Bachtiar, S., Khomaidi, M. I., Damayanti, T. O., ... & Renhard, R. (2024). Memperkuat ketahanan nasional: Aktualisasi bela negara melalui literasi digital. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 16(2), 253–261. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JP-IPS/article/view/17694
Al-Azizi, A. V., Ceiin, N., Alwina, L., Nurjanah, P. J., Yuniati, I., & Safitri, W. (2025). Hakikat, sejarah perkembangan, kedudukan, dan fungsi Bahasa Indonesia. Journal of Literature Review, 1(2), 547–553. https://www.researchgate.net/publication/394416673_Hakikat_Sejarah_Perkembangan_Kedudukan_dan_Fungsi_Bahasa_Indonesia
Alfifa, A. N., Batubara, V. F. R., Sakinah, K., Manik, J., & Yoes, R. A. (2025). Media sosial dan pembentukan opini publik (Analisis studi kasus echo chamber pada interaksi komentar di akun Instagram @Turnbackhoaxid dalam konteks post-truth). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(6). https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/view/1130
Amri, Y., & Yandri, L. I. (2025). Algoritma media sosial dan polarisasi politik dalam demokrasi digital di Indonesia. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/jsp/article/view/7608
Azzahra, F. (2025). Potret echo chamber digital dan krisis demokrasi: Distorsi opini publik di era algoritma dan buzzer politik di Indonesia. Jurnal Polahi, 3(3), 180–199. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/article/view/31149
Azis, H., Indreswari, E. P., & Ramadhani, O. R. K. (2025). A decade of Indonesian politics: The escalation of political information disorder and strategies to address it in the digital era. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 29(2), 145–164. https://journal.mmtc.ac.id/index.php/jskm/article/view/6034
Barus, D. B., Keliat, V. U., Siahaan, P. R. A., Nasution, I. P., & Napitupulu, L. H. (2025). Pendidikan karakter sebagai pilar bela negara. Medan: Publis Penerbit UNPRI Press. https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/isbn/article/view/7774
Belinda, B., & Nofitasari, D. (2025). Peran artificial intelligence dalam digital marketing dan dampaknya terhadap perilaku konsumen tahun 2025. Jurnal GICI Jurnal Keuangan dan Bisnis, 17(1), 100–108. https://journal.stiegici.ac.id/index.php/jurnal-gici/article/view/391
Dewata, N., Bahtiar, F. N., Prayoga, M., Saputra, F., & Valentine, I. (2024). Analisis peran Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Jurnal Lentera Edukasi, 2(4), 89–95. https://bakticendekianusantara.or.id/index.php/ojs-jle/article/view/80
Hasan, K., Husna, A., Muchlis, M., Fitri, D., & Zulfadli, Z. (2023). Transformasi komunikasi massa era digital antara peluang dan tantangan. JPP: Jurnal Politik dan Pemerintahan, 8(1), 41–55. https://ojs.unimal.ac.id/jpp/article/view/12608
Hodgson, J., & Weil, J. (2011). Commentary: How individual and profession-level factors influence discussion of disability in prenatal genetic counseling. Journal of Genetic Counseling, 1–3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22037898/
Judith, C. (2024). Political communication related to hoaxes in the 2024 Indonesian presidential election. Jurnal Studi Komunikasi dan Media. https://jkd.komdigi.go.id/index.php/jskm/article/view/5682
KPU RI. (2024). Trolls, disinformation, and campaign strategies: Challenges of digital democracy in the 2024 election. Electoral Governance. https://journal.kpu.go.id/index.php/TKP/article/view/1350
Nasrullah, R. (2024). Kedaulatan bahasa Indonesia dan kelestarian bahasa daerah: Membangun strategi kebijakan kebahasaan yang inklusif di era globalisasi. Rampak Serantau, 30, 155. https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/resource/doc/files/Rampak_Serantau_30_2024.pdf
Librianti, E. O. I. (2025). Deepfake dalam komunikasi politik: Tantangan etika dan aspek hukum dalam era artificial intelligence. Siyasah, 5(2), 221–238. https://e-journal.metrouniv.ac.id/siyasah/article/view/11967
Pakaya, R., Suleman, S., Latodjo, R., Nurkamiden, I., Bangki, Z. N., Hidayatulah, M., ... & Taha, F. K. (2025). Analisis etika dan dampak penggunaan kecerdasan buatan dalam manipulasi opini publik di media sosial. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
Prayoga, H., & Tuasikal, H. (2025). Penyebaran konten deepfake sebagai tindak pidana: Analisis kritis terhadap penegakan hukum dan perlindungan publik di Indonesia. Abdurrauf Law and Sharia, 2(1), 22–38. https://journal.abdurraufinstitute.org/index.php/arlash/article/view/194
Putro, R. W. S., & Supriyono, A. Y. (2025). Bahasa Indonesia sebagai instrumen integrasi sosial dan budaya: Perspektif sejarah dan pendidikan. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(3), 2437–2453. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/18693
Qulub, M. Q. I. T., & Wibowo, A. A. (2026). Peran Bahasa Indonesia sebagai penguat karakter Pancasila di era globalisasi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3054–3061. http://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3612
Raza, A. M., Aulia, N., & Sopian, S. (2025). The echo chamber effect: Analisis sosiologis peran algoritma media sosial dalam pembentukan solidaritas dan polarisasi kelompok di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi, 3(1), 38–52. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JBK/user/setLocale/en_US?source=%2Findex.php%2FJBK%2Farticle%2Fview%2F27736
Ridha, N. A. N., Andriyani, W., Kurniawan, E., Afriyanti, L., Maipauw, M. M., Amri, S. R., ... & Riauwati, J. (2025). Masyarakat digital dan kebebasan berpendapat: Integrasi perspektif hukum, etika, dan literasi teknologi. Bandung: Widina Bhakti Persada. https://repository.penerbitwidina.com/media/publications/631144-masyarakat-digital-dan-kebebasan-berpend-8512ba2f.pdf
Rusmiati, E. T., Angellia, F., & Hamzah, R. E. (2025). Echo chamber dan eksklusivisme beragama di ruang digital. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 24(1), 266–276. https://ejournal.moestopo.ac.id/index.php/wacana/article/view/4541
Sadwika, I. N., & Muada, I. K. (2025). Transformasi Bahasa Indonesia: Dari lingua franca ke bahasa nasional dalam perspektif historis. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial, 6(2), 139–160. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/nirwasita/article/download/5364/3156
Sabela, I. N. D., Saputra, A., & Kuncoro, W. (2026). Hoaks berbasis kecerdasan buatan AI sebagai tantangan literasi media sosial. Relasi: Jurnal Penelitian Komunikasi, 6(1), 44–54. https://aksiologi.org/index.php/relasi/article/view/2679
Situmorang, N. O., Pratama, M. F., Fayyaza, R. A., Darmadi, A. K., Alhaim, H. A., & Bahran, H. B. (2026). Ketika AI menjadi mesin hoaks: Siapa yang bertanggung jawab? Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 3(3), 151–161.
Suhendra, S., & Pratiwi, F. S. (2024). Peran komunikasi digital dalam pembentukan opini publik: Studi kasus media sosial. IAPA Proceedings Conference, 293–315. https://jurnal.iapa.or.id/proceedings/article/view/1059
Mahamida, N., Zahrani, Q. A., Ruslan, W. E., Marsela, M., Lorensa, L., Lestari, A. D., ... & Kusuma, F. A. (2026). Resiliensi digital siswa SMP terhadap hoax dan cyberbullying: Kajian tentang kesadaran hukum dan literasi digital. Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum, 3(1), 70–84. https://sihojurnal.com/index.php/pakehum/article/view/1589?articlesBySimilarityPage=3
Ramadhan, F. S., & Efendi, V. R. (2025). Sarana perang pemikiran dalam media digital: Kajian kritis. Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 1(3), 104–114. https://lenteraperadaban.hadana.id/index.php/i/article/view/17
Published
2026-07-14
How to Cite
Nafisyah, N., Salwa Kurnia Putri, & Perawati. (2026). BAHASA INDONESIA SEBAGAI INSTRUMEN BELA NEGARA DI ERA DIGITAL: KAJIAN ECHO CHAMBER DAN DISINFORMASI BERBASIS AI . Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(3), 397 - 408. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i3.16650