LITERATURE REVIEW: PEMANFAATAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) SEBAGAI INDIKATOR ALAMI DALAM DETEKSI BORAKS PADA PRODUK CIRENG

  • Daniel Ritonga Universitas Negeri Medan
  • Khairiyah Ariqah Universitas Negeri Medan
  • Mutiara Pratiwi Universitas Negeri Medan
  • Desry Natalia Sidauruk Universitas Negeri Medan
  • Aulia May Dinda Universitas Negeri Medan
  • Syairal Fahmy Dali Munthe Universitas Negeri Medan
  • Ramot Andre Samuel Purba Universitas Negeri Medan
  • Salwa Hakimah Defari Universitas Negeri Medan
Keywords: Borax, Curcuma longa L., Turmeric Extract, Cireng.

Abstract

Food safety is still an important issue because some food products are suspected of containing hazardous substances such as borax. Borax is often added to food to improve texture and shelf life, even though it can be harmful to human health. This study aimed to determine the potential use of turmeric extract as a natural indicator for detecting borax in cireng. The research used a literature review method by collecting and analyzing scientific articles related to borax detection using turmeric extract. The results showed that turmeric contains curcumin, a natural compound that reacts with borax and produces a color change from yellow to reddish-brown. This color change indicates the presence of borax in food samples. One cireng sample showed a reddish-brown color change and was identified as positive for borax, while another sample did not show any color change and was identified as negative. Therefore, turmeric extract can be used as a simple and environmentally friendly alternative for borax detection in food products and may increase public awareness regarding food safety.

References

Astuti, D. W., Dewi, R. M., & Berlian, T. C. (2022). Produk olahan cireng nasi frozen: Upaya reduksinasi sisa di rumah. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2, 519–532.

BPOM. (2019). Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang bahan tambahan pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Chritica, C., Silitonga, D. R., Utama, R. F., Sinaga, A. B., Simanjuntak, F., Sinaga, J., Sitanggang, M., Sihotang, Y., & Sitorus, Y. F. (2026). Uji kualitatif boraks pada bakso dan mie kuning menggunakan ekstrak kunyit sebagai indikator alami. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1), 485–490.

Earnestly, F., Firdaus, Muchlisinalahuddin, Muharni, R., Leni, D., & Yermadona, H. (2023). Pengenalan bahaya boraks dalam makanan bagi kesehatan pada Ikatan Keluarga Kotolaweh Kota Padang. Jurnal Salingka Abdimas, 3(1), 191–197.

Erniati. (2017). Tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap pedagang bakso dan penggunaan boraks pada bakso di SDN Lemahputro III Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 209–216.

Esati, N. K., & Cahyadi, K. D. (2023). Uji kualitatif boraks dengan indikator alami serta analisis kuantitatifnya secara spektrofotometri UV Vis. Jurnal Farmasetis, 12(4), 373–382.

Khoirunnida, A., Aini, F. Q., Wiyono, S. A., & Suwarto. (2023). Test of borax and formalin on snacks with turmeric and dragon fruit extracts at SMAN 1 Nguter, Sukoharjo. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 145–152.

Malik, M. A., Tjandra, L., Djajanto, M., Setijono, A., Fadhlurohman, M., Komarudin, C. C. K. P., Buana, C. K., Putri, D., Fadila, N. F., & Chayani, A. N. (2024). Perbandingan metode rapid test kit dengan indikator alami dalam mendeteksi kandungan boraks pada sampel makanan. Prosiding Seminar Nasional Kusuma, 3(2), 283–292.

Masdianto, M., & Annisa, W. (2019). Identifikasi kadar boraks pada adonan cireng sebelum digoreng dan sesudah digoreng pada pedagang gorengan di Kecamatan Ciracas. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 5(1), 1–6.

Nurkhamidah, S., Altway, A., Winardi, S., Roesyadi, A., Rahmawati, Y., Machmudah, S., Widiyastuti, Nurtono, T., Zullaikah, S., & Qadariyah, L. (2021). Identifikasi kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan menggunakan scientific vs simple methods. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat LPPM ITS, 5(2), 45–52.

Palimbong, S., Sihombing, M., & Mulyanto, M. M. (2024). The borax analysis of the crackers at Blauran Market, Salatiga City. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 24(2), 276–282.

Pertiwi, A. T., Stephani, S., & Adifa, F. (2025). Kajian bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Journal of Health Education and Science Management, 3(2), 41–46.

Rivianto, F. A., Aida, F., Nola, F., Andriani, N., Utami, M. R., & Nurfadhila, L. (2023). Review analisis peredaran penggunaan pengawet legal dan ilegal yang digunakan pada produk pangan. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 118–126.

Safitri, R. (2026). Analisis kualitatif boraks dengan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) pada tahu yang dijual oleh pedagang. Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG), 8(2), 1296–1302.

Surahmaida. (2021). Pelatihan identifikasi boraks pada makanan menggunakan kunyit di Kecamatan Lontar Surabaya. Community Development Journal, 2(3), 669–673.

Wahyuningsih, S., & Ruhardi, A. (2022). Uji kualitatif kandungan boraks pada tahu yang dijual di Pasar Tradisional Karang Jassi Kota Mataram. Jurnal Sanitasi dan Lingkungan, 3(1), 209–215.

Yusrita, E., Irawan, M. P., Salsabila, A., & Fadillah, A. R. (2023). Pemanfaatan kunyit (Curcuma longa Linn) untuk memeriksa boraks pada beberapa jenis makanan yang beredar di Pasar Pekanbaru. Enskilopedia of Journal, 5(4), 70–73

Published
2026-06-07
How to Cite
Ritonga, D., Ariqah, K., Pratiwi, M., Natalia Sidauruk, D., May Dinda, A., Dali Munthe, S. F., Andre Samuel Purba, R., & Hakimah Defari, S. (2026). LITERATURE REVIEW: PEMANFAATAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) SEBAGAI INDIKATOR ALAMI DALAM DETEKSI BORAKS PADA PRODUK CIRENG. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(02), 150 - 162. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i02.14437

Most read articles by the same author(s)