IDENTIFIKASI AKAR MASALAH, PRAKTIK INOVATIF, DAN PENGUATAN BUDAYA BACA DAN NUMERASI
Abstract
The literacy and numeracy crisis remains a major challenge in Indonesian primary education, as reflected in the results of the National Assessment and various educational studies. This study aims to examine the actual condition of students’ literacy and numeracy skills, identify the root causes of existing problems, and formulate recommendations for strengthening a contextual and sustainable literacy and numeracy culture at SD Negeri 19 Baba, Takalar Regency. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, interviews with the principal, teachers, and parents, students’ literacy and numeracy assessments, document analysis, and student group discussions. The findings indicate that students’ literacy and numeracy skills are still at a level requiring improvement, particularly in reading comprehension and the application of numerical concepts in everyday contexts. The root causes include teacher-centered instructional practices, suboptimal use of learning media and reading corners, and inconsistent parental involvement. This study recommends strengthening literacy and numeracy through local-context-based learning, revitalizing reading corners and concrete learning media, implementing daily literacy and numeracy routines, and fostering sustainable collaboration between schools and parents.
References
multiliterasi: Sebuah jawaban
atas tantangan pendidikan
abad ke-21. Bandung: Refika
Aditama.
Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H.
(2017). Pembelajaran literasi:
Strategi meningkatkan
kemampuan literasi
matematika, sains, membaca,
dan menulis. Jakarta: Bumi
Aksara.5
Aisyah, S., & Widodo, S. A. (2020).
Literasi numerasi dalam
pembelajaran matematika
sekolah dasar. Jurnal
Pendidikan Dasar, 11(2), 123–
132.
Depdiknas. (2008). Pengembangan
budaya baca dan tulis. Jakarta:
Departemen Pendidikan
Nasional.
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak
Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Pendidikan Menengah.
(2021). Panduan penguatan
literasi dan numerasi di sekolah
dasar. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. (2016). Panduan
Gerakan Literasi Sekolah di
Sekolah Dasar. Jakarta:
Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi. (2021). Asesmen
Nasional: AKM, survei karakter,
dan survei lingkungan belajar.
Jakarta: Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi. (2022). Capaian
pembelajaran fase A–C
sekolah dasar. Jakarta:
Kemendikbudristek.
Kurniawan, H. (2018). Literasi dalam
pembelajaran sekolah dasar.
Yogyakarta: Gava Media.
Mahsun. (2017). Metode penelitian
bahasa: Tahapan strategi,
metode, dan tekniknya.Jakarta: RajaGrafindo
Persada.
Miles, M. B., Huberman, A. M., &
Saldaña, J. (2014). Qualitative
data analysis: A methods
sourcebook (3rd ed.).
Thousand Oaks, CA: Sage
Publications.
Mulyasa, E. (2018). Pengembangan
dan implementasi kurikulum
2013. Bandung: Remaja
Rosdakarya.











