PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN REPRESENTASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDEKATAN OPEN ENDED
Abstract
Pendekatan pembelajaran yang sering digunakan oleh guru di dalam kelas lebih cenderung menggunakan pembelajaran biasa, sehingga siswa sangat sedikit diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan menalar dan mengrepresantasikan masalah dalam soal matematika. Kemampuan penalaran dan representasi merupakan kemampuan yang dibutuhkan siswa dalam belajar matematika, untuk mendapatkan hasil belajar siswa menjadi optimal. Oleh karena itu, guru dapat memilih dan menerapkan suatu pendekatan pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan penalaran dan kemampuan representasikan siswa. Penelitian ini menerapkan pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat efektif meningkatkan penalaran dan kemampuan representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penalaran dan kemampuan siswa melalui pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended, untuk mengetahui perbedaan peningkatan penalaran dan kemampuan representai siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended dan pembelajaran matematika biasa, dan respon siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan Open-Ended. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dipilih secara acak dua kelas untuk dijadikan kelas eksprimen dan kontrol. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini menggunakan desain pretest dan postest sehingga dapat dilihat perbedaan kemampuan penalaran dan kemampuan representasi dua kelas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran dan kemampuan representasi siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan Open-Ended lebih baik. Dan secara pengolahan data dengan taraf 5% kemampuan penalaran dan kemampuan representasi siswa kelas eksperimen, yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran biasa, dengan rata-rata kelas eksperimen 33,79 dan kelas kontrol 29,07. Dari hasil angket dapat disimpulkan bahwa respon siswa sangat positif terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended. Dengan demikian pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended dapat dijadikan suatu alternatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan kemampuan representasi siswa.
References
Arikunto, S. (1999). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S. (1999). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Bianchini, J. A. (1997). Where knowledge construction, equity, and context intersect: Student learning of science in small groups. Journal of Research in Science Teaching, 33, 1039-1065.
Coffey, et.al. (1995). “Assessing Problem Solving and Project Work”. In J. Wakefield and L. Velardi (Eds). Celebrating Mathematics Learning (pp.196-201). Melbourne: The Mathematical Association of Victoria.
Dahlan, J.A. (2004). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Pemahaman Matematika Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Melalui Pendekatan Open Ended. Studi Eksperimen pada Siswa SLTP Negeri di Kota Bandung. Disertasi pada SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Standar Isi. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Freudenthal, H. (1973). Mathematics as an Educational Task. Dordrecht: Reidel Pub. Co.
Hartanto. (2004). Sikap Siswa SMP terhadap Matematika pada Pembelajaran dengan Menggunakan Pendekatan Open-Ended. Bengkulu: Universitas Negeri Bengkulu.
Hiebert, J. (1999). Relationships between research and the NCTM standars. Journal for Research in Mathematics Education, 30 (1), 3-19.
Hudiono, B. (2005). Peran Pembelajaran Diskursus Multi Representasi terhadap Pengembangan Kemampuan Matematik dan Representasi pada Siswa SLTP. Disertasi PPS UPI: Tidak diterbitkan.
Kaput. (1998). Representations Inscriptions, Description, and Learning: Journal of Mathematics Behavior.
Kaput. (1998). Developing New Notations for a Learnable Mathematics in the Computational Era. International Researh Mathematics Education.
Kartini Hutagaol. (2007). Pembelajaran Konstekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama. Tesis PPS UPI: Tidak dipublikasikan.
Matlin. (1983). Cognition and Psichologi. State University of New York: Ganeseo.
NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics 2000. Reston, Virginia: NCTM.
Nohda, N. (2001). A Study of Open-Approach Method in School Mathematics Teaching-Focusing on Mathematical Problem Solving Activities. [Online]. Tersedia: http://www.nku.edu/Sheffeld/wga1.htm.
Norjoharuddeen b. Mohd Nor (2001). Belief, Attitudes and Emotions in Mathematics Learning. Makalah disajikan pada diklat PM-0917. Penang: Seameo-Recsam.
Ruseffendi, E.T. (1991). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Ruseffendi, E.T. (1998). Statistik Dasar Untuk Penelitian Pendidikan. Bandung: IKIP Bandung Press.
Sabandar, J. (2006). Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) di Sekoah Dasar di Bandung. Laporan Penelitian SPS UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.
Sabandar, J. (2008). Representasi dalam Matematika. Tersedia pada: http://www.ditnaga-dikti.org/ditnaga/files/PIP/mat-inovatif.pdf.
Sawada, T. (1997). Developing Lesson Plans. Dalam Jerry Becker dan Shigeru Shimada. The Open Ended Approach: a New Proposal for Teaching Mathematics. Virginia: NCTM.
Schoenfeld, A.H. (1985). Metacognitive and epistemological issues in mathematical understanding. Di dalam Silver, E.A. (ED) Teaching and Learning Mathematical Problem-Solving. New Jersey : LEA.
Shadiq. (2004). Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi. Yogyakarta: Makalah Penataran Guru PPPG.
Shimada, S. (1997). The Significance of an Open Ended Approach. Dalam Jerry Becker dan Shigeru Shimada. The Open Ended Approach: a New Proposal for Teaching Mathematics. Virginia: NCTM.
Sudijono, A. (2001). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2007). Statisyika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suherman, E. Dan Sukjaya, Y. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusumah 157.
Sumarmo, U. (1987). Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa SMA Dikaitkan dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Beberapa Unsur Proses Belajar Mengajar. Disertasi. Bandung: Tidak diterbitkan.
Sumarmo, U. (2002). Alternatif Pembelajaran Matematika dalam Menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah pada Seminar Tingkat Nasional FPMIPA UPI: Tidak diterbitkan.
Sumarmo, U. (2004). Pembelajaran Matematika untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah pada Pertemuan MGMP Matematika SMP Negeri 1 Tasikmalaya Tanggal 11 Februari 2004.
Turmudi. (2008). Landasan Filsafat dan Teori Pembelajaran Matematika. Leuser Cita Pustaka.
Vann Jooglin. (1989). Discovery Learning. Tersedia: http://anjooglin.nl/eng/indea.phttp.page: publication.
Wahyudin. (2008). Pembelajaran dan Model-model Pembelajaran. Bandung
Wikipedia. (2008). Matematika sebagai Ilmu Pengetahuan. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika.
Yaniawati, R.P. (2001). Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended dalam Rangka Peningkatan Kemampuan Koneksi matematik Siswa. Studi Eksperimen pada Salah Satu SMU di Bandung. SPS UPI: Bandung.











