KESENJANGAN PERAN INTELIJEN PEMASYARAKATAN DALAM PENGELOLAAN INFORMASI UNTUK DETEKSI DINI DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIA BALIKPAPAN

  • Natanael Gracio Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan
  • Iman Santoso Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan
  • Umar Anwar Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan
Keywords: correctional intelligence, early detection, role theory

Abstract

The Class IIA State Detention Center of Balikpapan housed about 355% of its capacity, which makes information management for early detection of security and order disturbances critical. This study describes how correctional intelligence should be carried out, how it is actually carried out, and why the two differ. A descriptive qualitative approach was used, with Role Theory as the analytical framework. Data were collected through semi-structured interviews with three purposively selected informants (the Head of the Detention Security Unit, a Security Squad Leader, and an inmate), non-participant observation, and document study, and were analysed with the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Normatively, the role consists of collecting, managing and analysing, presenting, and exchanging information for early detection and warning. In practice, the function is embedded in every security squad and relies on informal approaches, verbal cross-checking, and tiered reporting in the form of routine reports. Preventive actions such as summoning and mediation take place, but analysis and written intelligence products are not yet systematic, and information exchange is incidental. The gap is associated with the absence of continuous training, limited dissemination of regulations, SOPs applied without documentation standards, limited personnel amid overcrowding, the limited reliability of sources, and the absence of routine coordination and evaluation. The findings are contextual because they rest on three informants.

References

Asror, I., Indahdewi, L., & Simanjuntak, M. V. (2024). Analisis keberfungsian intelijen pemasyarakatan dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram. Journal of Correctional Studies, 1(2), 1–19. https://doi.org/10.52472/jcs.v1i2.446

Biddle, B. J., & Thomas, E. J. (Eds.). (1966). Role theory: Concepts and research. New York, NY: John Wiley & Sons.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2015). Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-416.PK.01.04.01 Tahun 2015 tentang Standar Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM.

Heuer, R. J. (1999). Psychology of intelligence analysis. Washington, DC: Center for the Study of Intelligence, Central Intelligence Agency.

Kahn, R. L., Wolfe, D. M., Quinn, R. P., Snoek, J. D., & Rosenthal, R. A. (1964). Organizational stress: Studies in role conflict and ambiguity. New York, NY: John Wiley & Sons.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (2023). Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 7 Tahun 2023 tentang Intelijen Pemasyarakatan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 129. Jakarta.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (2025). Overstaying di lapas dan rutan, perlukah kita khawatir? Diambil dari https://kemenimipas.go.id/publikasi-2/kolom-opini/overstaying-di-lapas-dan-rutan-perlukah-kita-khawatir

Lowenthal, M. M. (2019). Intelligence: From secrets to policy (8th ed.). Thousand Oaks, CA: CQ Press.

Maliki, Y., Muhammad, I., & Mashudi, I. (2025). Efektivitas pengelolaan intelijen dalam mencegah gangguan kamtib di lembaga pemasyarakatan: Studi kasus Lapas Kelas IIB Boalemo. Gorontalo Management Research, 8(2), 115–130.

Maulana, V. A., & Wibowo, P. (2021). Urgensi dukungan kegiatan intelijen pemasyarakatan dalam penyelenggaraan fungsi pengamanan dan pengamatan pada lapas dan rutan. Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 8(2), 9–20. https://doi.org/10.31604/justitia.v8i2.9-20

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Pangestu, M. A. D., Muhammad, A., & Tando, C. E. (2022). Optimalisasi peran intelijen pemasyarakatan dalam deteksi dini gangguan kamtib di Lapas Kelas IIB Kayuagung. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4, 1349–1358.

Pranala.co. (2025, 18 November). Gegara overkapasitas, 52 narapidana dipindahkan dari Rutan Balikpapan ke Samarinda. Diambil dari https://pranala.co/gegara-overkapasitas-52-narapidana-dipindahkan-dari-rutan-balikpapan-ke-samarinda/

Pratama, M. R., Damayanti, G. A. R., & Mauludin, N. A. (2023). Pelaksanaan intelijen pemasyarakatan internal di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Praya. Unizar Recht Journal, 2(1), 146–155.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Ruslin, Mashuri, S., Rasak, M. S. A., Alhabsyi, F., & Syam, H. (2022). Semi-structured interview: A methodological reflection on the development of a qualitative research instrument in educational studies. IOSR Journal of Research & Method in Education, 12(1), 22–29. https://doi.org/10.9790/7388-1201052229

Soekanto, S. (2013). Sosiologi suatu pengantar (Edisi baru). Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Bandung: Alfabeta.

Yuska, S., & Firdaus, M. Y. (2022). Optimalisasi peran intelijen pemasyarakatan dalam deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di Rutan Kelas IIB Situbondo. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4, 8326–8337.

Published
2026-10-23
How to Cite
Gracio, N., Iman Santoso, & Umar Anwar. (2026). KESENJANGAN PERAN INTELIJEN PEMASYARAKATAN DALAM PENGELOLAAN INFORMASI UNTUK DETEKSI DINI DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIA BALIKPAPAN. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(04), 535 - 548. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i04.19577