KARAKTERISASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN NON-FORMAL DI KURSUS MAKASSAR CODING
Abstract
Transformasi digital global telah menciptakan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi, sementara pendidikan formal belum sepenuhnya mampu memenuhinya. Kondisi ini membuka ruang bagi lembaga pendidikan nonformal untuk berperan sebagai alternatif strategis dalam pengembangan kompetensi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan nonformal di Makassar Coding, mencakup aspek kurikulum, strategi pembelajaran, sistem evaluasi, serta jaringan kemitraan industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa Makassar Coding menerapkan kurikulum berbasis industri dengan proporsi 80% praktik dan 20% teori melalui metode project-based learning. Sistem evaluasi berbasis portofolio dan sertifikasi ganda terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dan penyerapan lulusan di dunia kerja. Hasil penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi instruktur, perluasan jaringan industri, serta pengembangan dukungan alumni sebagai upaya menuju pendidikan nonformal yang adaptif dan berkelanjutan terhadap dinamika kebutuhan industri.
References
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Dewi, F. (2020). Relevansi kurikulum pelatihan terhadap kepuasan peserta didik. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 8(2), 101–110.
Fatmawati, R., & Nurhayati, S. (2020). Pengakuan kompetensi nonformal sebagai strategi peningkatan daya saing tenaga kerja. Jurnal Pendidikan dan Ketenagakerjaan, 8(2), 112–123.
Hartati, T. (2020). Pengaruh sarana pembelajaran terhadap efektivitas belajar peserta kursus. Jurnal Pendidikan Nonformal, 5(1), 55–65.
Hidayah, N. (2021). Penerapan sertifikasi kompetensi pada lembaga pelatihan nonformal. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Pendidikan, 9(1), 73–82.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Laporan kebutuhan talenta digital nasional 2021–2025. Jakarta: Kemenkominfo.
Kurniawan, A., Pratama, Y., & Rahardjo, B. (2021). Efektivitas metode pembelajaran praktis dalam peningkatan kompetensi teknis peserta kursus teknologi informasi. Jurnal Pendidikan Vokasional, 9(1), 45–57.
Mahendra, D. (2021). CSR dan kontribusinya terhadap pengembangan SDM melalui pendidikan nonformal. Jurnal Manajemen Pendidikan, 6(2), 98–109.
Muh Ibnu Soleh. (2023). Integrasi teknologi dalam manajemen pendidikan islam: meningkatkan kinerja guru di era digital. Jurnal Tinta, 5(2), 104–126.
Mulyono, E. (2021). Keadilan sosial dalam penyediaan beasiswa pendidikan nonformal. Jurnal Keadilan Pendidikan, 4(1), 33–42.
Ningsih, L. (2022). Motivasi belajar dan dukungan fasilitas dalam pendidikan nonformal digital. Jurnal Inovasi Pendidikan Nonformal, 7(3), 190–201.
Nugraha, R., & Hidayat, D. (2022). Kemitraan dunia usaha dalam adaptasi kurikulum industri di lembaga pelatihan kerja. Jurnal Pendidikan Teknologi, 10(1), 15–26.
Prasetyo, A. (2020). Pendekatan praktik dominan dalam pendidikan vokasional. Jurnal Pendidikan Terapan, 6(2), 140–151.
Putri, M., & Arifin, Z. (2022). Peran alumni dalam memperkuat ekosistem pembelajaran di lembaga pelatihan nonformal. Jurnal Pendidikan Berkelanjutan, 5(2), 120–132.
Rahayu, M. S., Hasan, I., Asmendri, & Milya Sari. (2023). relevansi kurikulum dan pembelajaran dalam pendidikan. 4(1), 108–118.
Rahayu, E. (2021). Pembelajaran kontekstual berbasis proyek untuk kesiapan kerja peserta didik. Jurnal Pengembangan Pembelajaran, 9(3), 177–187.
Rahmawati, D. (2020). Fleksibilitas pendidikan nonformal dalam pemerataan kesempatan belajar. Jurnal Pendidikan Masyarakat, 8(1), 23–34.
Rinaldi, F. (2022). Validasi keterampilan pendidikan nonformal melalui sertifikat ganda. Jurnal Pengakuan Kompetensi, 3(2), 88–97.
Rinovian Rais, M. I. D., Arief Yanto Rukmana, Romi Mesra, F. S., Ahmad Lutfi, Fitriah, Sukarman Purba, F. T., & Dewilna Helmi, A. (2023). pengembangan perencaan program pendidikan (C. Nanny Mayasari, S.Pd., M.Pd. (ed.)). Get Press Indonesia.
Santoso, D., & Rahman, A. (2022). Implementasi Project-Based Learning dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 10(3), 215–228.
Saputra, Y. (2022). Efektivitas pelatihan berbasis proyek dalam peningkatan penempatan kerja lulusan. Jurnal Pelatihan dan Ketenagakerjaan, 11(2), 130–141.
Sari, F. (2020). Beasiswa sebagai instrumen kesetaraan kesempatan dalam pendidikan nonformal. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 8(1), 44–55.
Siregar, R. (2020). Keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum pendidikan vokasional. Jurnal Kebijakan dan Teknologi Pendidikan, 7(2), 99–110.
Suryadi, T. (2019). Peran pendidikan nonformal dalam memperluas akses belajar masyarakat. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(2), 87–98.
Suryani, E. (2020). Orientasi industri dalam pendidikan nonformal sebagai solusi pengangguran muda. Jurnal Transformasi Pendidikan, 5(3), 201–213.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.
Utami, S., & Prabowo, H. (2022). Pengaruh bantuan perangkat belajar terhadap motivasi peserta pelatihan digital. Jurnal Pendidikan Digital, 3(1), 52–63.
Wijaya, H., Sari, D., & Lestari, P. (2021). Kemitraan lembaga pelatihan dan industri dalam meningkatkan relevansi pendidikan vokasi. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 15(1), 33–47.
World Economic Forum. (2020). The future of jobs report 2020. Geneva: World Economic Forum.











