ANALISIS KESULITAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI GUGUS SLAMET RIYADI KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL

  • Ajeng Wahyu Yulianingrum Universitas PGRI Semarang
  • Iin Purnamasari Universitas PGRI Semarang
  • Prasena Arisyanto Universitas PGRI Semarang
Keywords: Teacher difficulties, Implementation, Independent Curriculum.

Abstract

This study aims to analyze the implementation of learning based on the Independent

Curriculum (Kurikulum Merdeka), the difficulties faced by teachers, the efforts to

overcome these challenges, and the pattern of teacher difficulties in the Slamet

Riyadi Cluster, Rowosari District. The research uses a descriptive qualitative

approach with data collected through observation, interviews, questionnaires, and

documentation. The findings reveal that teachers face several obstacles, including

limited references, suboptimal time management, inadequate facilities, and lack of

readiness. Efforts made by teachers include attending training through teacher

working groups (KKG), utilizing surrounding resources, sharing the use of teaching

equipment, and enhancing understanding through professional development

activities. The study recommends that teachers improve their competencies through

self-directed learning and training, and that schools provide stronger support in

terms of infrastructure and resources.

References

konstruktif dalam mengatasi
hambatan tersebut, misalnya melalui
diskusi dan kolaborasi di dalam
Kelompok Kerja Guru (KKG),
pemanfaatan platform Merdeka
Mengajar, keikutsertaan dalam
pelatihan, serta inisiatif belajar mandiri
guna meningkatkan pemahaman dan
keterampilan. Guru juga mulai
menerapkan strategi pembelajaran
yang lebih aktif dan kolaboratif serta
memanfaatkan sumber daya yang
tersedia secara kreatif agar tetap
relevan dan efektif dalam
menyampaikan materi kepada peserta
didik. Dari keseluruhan dinamika
tersebut, terbentuklah pola kesulitan
yang dialami guru di Gugus Slamet
Riyadi, yaitu kurangnya referensi,
manajemen waktu yang belum
maksimal, keterbatasan sarana dan
prasarana, serta kesiapan guru yang
masih perlu ditingkatkan; sehingga
dapat disimpulkan bahwa kesiapan
dan kemandirian guru menjadi elemen
penting yang menentukan
keberhasilan dan keberlanjutan
implementasi Kurikulum Merdeka di
lingkungan sekolah masing-masing.
Achjar. (2008). Pembelajaran
Berbasis Fitrah. Jakarta: Bumi
Aksara.
Ajat, A. S., & Hambali, R. Y. A.
(2021). Analisis Filsafat Paulo
Freire Terhadap Sistem
Pendidikan Indonesia. Jurnal
Perspektif, 5(1), 14–32.
Amanulloh, M. J. A., & Wasila, N. F.
W. (2024). Implementasi dan
Pengembangan Kurikulum
Merdeka dalam Mewujudkan
Pendidikan Berkualitas. Nusantara:
Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(1),
33–58.
Arends, Richard I. 2008. Learning To
Teach Belajar untuk Mengajar.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Aries, Ema Febru. 2011. Asesmen
dan Evaluasi. Yogyakarta: Aditya
Media. Publishing
Ariga, Selamat. 2024. “Implementasi
Kurikulum Merdeka Pasca
Pandemi Covid-19 Implementation
of the Independent Curriculum After
the Covid-19 Pandemic” 2 (2): 662–
70.
Baharuddin, M. R. (2021). Adaptasi
kurikulum merdeka belajar kampus
merdeka (Fokus: model MBKM
program studi). Jurnal Studi Guru
Dan Pembelajaran, 4(1), 195-205.
Barlian, U. C., Solekah, S., & Rahayu,
P. (2022). Implementasi Kurikulum
F. Kurnia, “Pengembangan Kurikulum
Pesantren dan Madrasah;
Komponen, Aspek dan
Pendekatan,” J. Pendidik. Islam,
vol. III Nomor, p. 22, 2020.
Fitriyah, C. Z., & Wardani, R. P.
(2022). Paradigma Kurikulum
DAFTAR PUSTAKA
Merdeka Bagi Guru Sekolah Dasar.
Published
2025-08-15
How to Cite
Ajeng Wahyu Yulianingrum, Iin Purnamasari, & Prasena Arisyanto. (2025). ANALISIS KESULITAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI GUGUS SLAMET RIYADI KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(03), 217 - 228. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i03.7724