ANALISIS KESULITAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI GUGUS SLAMET RIYADI KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL
Abstract
This study aims to analyze the implementation of learning based on the Independent
Curriculum (Kurikulum Merdeka), the difficulties faced by teachers, the efforts to
overcome these challenges, and the pattern of teacher difficulties in the Slamet
Riyadi Cluster, Rowosari District. The research uses a descriptive qualitative
approach with data collected through observation, interviews, questionnaires, and
documentation. The findings reveal that teachers face several obstacles, including
limited references, suboptimal time management, inadequate facilities, and lack of
readiness. Efforts made by teachers include attending training through teacher
working groups (KKG), utilizing surrounding resources, sharing the use of teaching
equipment, and enhancing understanding through professional development
activities. The study recommends that teachers improve their competencies through
self-directed learning and training, and that schools provide stronger support in
terms of infrastructure and resources.
References
hambatan tersebut, misalnya melalui
diskusi dan kolaborasi di dalam
Kelompok Kerja Guru (KKG),
pemanfaatan platform Merdeka
Mengajar, keikutsertaan dalam
pelatihan, serta inisiatif belajar mandiri
guna meningkatkan pemahaman dan
keterampilan. Guru juga mulai
menerapkan strategi pembelajaran
yang lebih aktif dan kolaboratif serta
memanfaatkan sumber daya yang
tersedia secara kreatif agar tetap
relevan dan efektif dalam
menyampaikan materi kepada peserta
didik. Dari keseluruhan dinamika
tersebut, terbentuklah pola kesulitan
yang dialami guru di Gugus Slamet
Riyadi, yaitu kurangnya referensi,
manajemen waktu yang belum
maksimal, keterbatasan sarana dan
prasarana, serta kesiapan guru yang
masih perlu ditingkatkan; sehingga
dapat disimpulkan bahwa kesiapan
dan kemandirian guru menjadi elemen
penting yang menentukan
keberhasilan dan keberlanjutan
implementasi Kurikulum Merdeka di
lingkungan sekolah masing-masing.
Achjar. (2008). Pembelajaran
Berbasis Fitrah. Jakarta: Bumi
Aksara.
Ajat, A. S., & Hambali, R. Y. A.
(2021). Analisis Filsafat Paulo
Freire Terhadap Sistem
Pendidikan Indonesia. Jurnal
Perspektif, 5(1), 14–32.
Amanulloh, M. J. A., & Wasila, N. F.
W. (2024). Implementasi dan
Pengembangan Kurikulum
Merdeka dalam Mewujudkan
Pendidikan Berkualitas. Nusantara:
Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(1),
33–58.
Arends, Richard I. 2008. Learning To
Teach Belajar untuk Mengajar.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Aries, Ema Febru. 2011. Asesmen
dan Evaluasi. Yogyakarta: Aditya
Media. Publishing
Ariga, Selamat. 2024. “Implementasi
Kurikulum Merdeka Pasca
Pandemi Covid-19 Implementation
of the Independent Curriculum After
the Covid-19 Pandemic” 2 (2): 662–
70.
Baharuddin, M. R. (2021). Adaptasi
kurikulum merdeka belajar kampus
merdeka (Fokus: model MBKM
program studi). Jurnal Studi Guru
Dan Pembelajaran, 4(1), 195-205.
Barlian, U. C., Solekah, S., & Rahayu,
P. (2022). Implementasi Kurikulum
F. Kurnia, “Pengembangan Kurikulum
Pesantren dan Madrasah;
Komponen, Aspek dan
Pendekatan,” J. Pendidik. Islam,
vol. III Nomor, p. 22, 2020.
Fitriyah, C. Z., & Wardani, R. P.
(2022). Paradigma Kurikulum
DAFTAR PUSTAKA
Merdeka Bagi Guru Sekolah Dasar.











