PEMBELAJARAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS CERITA RAKYAT SECARA TERTULIS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 PLERED
Abstract
This research is motivated by the ability to retell the contents of the story text. Because the learning model did not vary, students' interest decreased, this study focused on the ability to retell the contents of the story text with stages or processes. Therefore, the writer uses the inquiry model to teach retelling of the contents of the story in writing. The purpose of this study was to determine the ability of the writer to plan, implement and evaluate learning to retell the contents of the story; knowing the ability of students in learning to retell the contents of folklore texts in writing through the inquiry model; knowing the effectiveness of the inquiry model in learning to retell the contents of folklore texts in writing; determine the ability of students to learn between the experimental class using the inquiry model and the control class using the lecture method to retell the contents of folklore texts in writing. This study used a quantitative experiment with a quasi design,
References
Anam, Khoirul. (2015). Pembelajaran Berbasis Inkuiri Model dan Aplikasi. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Alwi, Hasa. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Abdul, Majid. (2011). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Abdorrakhman, Ginting. (2014). Esensi Praktik Belajar & Pembelajaran. Bandung: Humaniora.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Bachri, S, Bactiar. (2005). Pengembangan Kegiatan Bercerita, Teknik dan Prosedurnya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Danandjaja, James. (2007). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti.
Dalman. (2015). Menulis Karya Ilmiah. Depok: Raja Grafindo Persada.
Hidayati, R. Panca P. (2015). Pembelajaran Menulis Esai Berorientasi Peta Berpikir Kritis.
Bandung: Prisma Press Prodaktama.
Kunandar. (2010). Guru Profesional. Jakarta: Rajawali Press.
Kosasih, Engkos. (2016). Jenis-Jenis Teks. Bandung: Yram Widya.
Majid, A. (2015). Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Penerbit PT Remaja Rosda Karya, Bandung.
Mustakim, M. Nur. (2005). Peranan Cerita Dalam Pembentukan Perkembangan Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Nurhadi. (2016). Teknik Membaca. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurgiyantoro, Burhan. (2016). Sastra Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nugraheni, S.O. (2015). Pengembangan media pembelajaran memahami cerita legenda
dengan buku pop-up untuk siswa kelas VIII di kabupaten pati.
Prambudi. (2010). Kelemahan Pembelajaran Inkuiri. (online):
http://zifararaca.blogspot.co.id/2012/07/inkuiri-terbimbing.html.
Rampan, Korrie Layun. (2014). Teknik Menulis Cerita Rakyat. Bandung: Yrama Widya.
Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Pranada Media Group.
Sanjaya, Wina. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Semi, M.A. (2007). Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan r&d. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.
Suhaedi, N. K., Harmaen, D., & Fauziyyah, D. F. (2022). Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Fantasi. Didakti, Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8, 839-853.
Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Cetakan Keenam. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: AR-Ruzz Media.
Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menulis Sebagai Sesuatu Keterampilan Bahasa. Bandung: Angkasa Bandung.











