ANALISIS GERAK SENI TARI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Abstract
Dance in the scope of educational space is very important as well as maintaining and preserving regional cultural arts, education and learning traditional arts in the elementary school environment is a place to maintain and cultural identity of the nation. Elementary school is one of the right places to introduce and develop the art of dance. The role includes students being able to express themselves according to their level of age and emotional development, so that learning becomes more interesting and exciting for students. This study used a literature study with the aim of determining dance movements in elementary school-age children.
References
Aminudin. 2009. Apresiasai Karya Seni Tari Daerah Nusantara. Bandung: PT PURI PUSTAKA.
Alvian, Reny. 2017. Pengaruh Kegiatan Seni Tari Kreasi Terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun Di Kb-Tk Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. https://lib.unnes.ac.id/30225/ diunduh 16 Juli 2019 pukul 10.25
Agnesia, Gatra. (2016). Penguatan Identitas Budaya Melalui Pembelajaran Tari Melinting di SMKN 1 Buay Bahuga Lampung. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Ambarwangi, Sri dan S. Suharto. (2014). Reog as means of student’s appreciation and creation in arts and culture based on the local wisdom. Harmonia: Jornal or Arts Research and Education. 14 (1). Hlm. 37.
Anna, Miss. (2017). Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Usia Dini. Diakses pada tanggal 17 Maret 2017 dari http://www.rumahtumbuhdaycare.com/perkembangan-fisik-dan-kognitif- anak -usia-dini/.
Azwani, Wita. 2019. Pembelajaran Tari Sihutur Sanggul Melallui Metode Komonikasi Total Dan Kemampuan Menari siswa Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Di SLB Negeri 107708 Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Skipsi Universitas Negeri Medan.
Herawati, Enis Niken. (2016). Pembentukan Karakter Peserta Didik Dalam Rangka Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Seni Tari. Proceeding Seminar Nasional Pendidikan Seni. (1). Hlm. 451-456.
Harisuddin, Muhammad Iqbal. 2019. “Secuil Esensi Berfikir Kreatif dan Motivasi Belajar Siswa”. Panca Terra Firma: Bandung, Jawa Barat
Jazuli, M. (2017). Model Pembelajaran Tari Pendidikan Pada Siswa SD/MI Semarang. Harmonia Journal of Arts Research and Education. 10 (2). Hlm. 1-18.
Maylani, Dyah Ayu Johan. 2013. Pembelajaran Seni Tari Melalui Rangsang Gerak Binatang Pada Anak Tk Pertiwi Desa Bedingin Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Skripsi Jurusan Sendratasik Universitas Negeri Semarang.
Munandar, Utami. 2016. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta. PT. Rineka Cipta.
Mulyani, Novi. 2017. Pengembangan Seni Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mulyani, Novi. 2016. Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.
Nurwani. 2014. Bahan Ajar Pengetahuan Seni Tari. Universitas Negeri Medan.
Ridwan. (2011). Tari Jaipong Sejarah Perkembangan Seni Tradisional Jawa Barat. Diakses pada tanggal 9 November 2016 dari http://www.RidwanAZ.com.
Sari, Dyah Indah Purnama & dkk. (2018). Pembelajaran tari Kreasi Anak Tuna Grahita Ringan Melalui Proses Imitatif. jurnal Pendidikan ke SD-an. 4 (2) Januari 2018.
Subekti, Ari. 2018. Gerak Tubuh. Yogyakarta: Anggota IKAPI
Yulianti, Ratna. 2016. Pembelajaran Tari Kreatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Cinta Lingkungan Pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni. 1, (1), April 2016 ISSN 2503-4626.
Wiyani, Novan Ardy dan Barnawi. 2014. Konsep Karakteristik, & Implementasi PendidikanAnak Usia Dini. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media











