Eksistensi Kesenian Kuda Kepang Sebagai Estetika Budaya Jawa Di Desa Sikalang, Kec. Talawi, Kota Sawahlunto

  • Linda Marni Universitas Negeri Padang
  • Najwa Aqimna Fauzi Universitas Negeri Padang
  • Anisya Kinanti Universitas Negeri Padang
  • Medina Khairani Universitas Negeri Padang
  • Desri Alyani Universitas Negeri Padang
  • Silvia Rahma Sari Universitas Negeri Padang
Keywords: Kuda Kepang, Javanese culture, tourist village, cultural tourism, cultural preservation.

Abstract

Kesenian Kuda Kepang merupakan bagian penting dari budaya Jawa yang dibawa oleh pekerja tambang pada masa penjajahan Belanda dan kini berkembang di Desa Sikalang, Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk menggali eksistensi Kuda Kepang sebagai bagian dari identitas budaya lokal, serta potensi kesenian ini dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung terhadap pertunjukan Kuda Kepang di Desa Sikalang dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuda Kepang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol persatuan masyarakat multietnis di Sawahlunto. Potensinya dalam pengembangan pariwisata budaya dapat meningkatkan perekonomian lokal. Pelestarian kesenian ini penting untuk memastikan keberlanjutannya melalui pembinaan seniman lokal dan promosi festival budaya.

References

Endaswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Iswandi, I. (2012). Perkembangan Kesenian Kuda Kepang di Sawahlunto Minangkabau. Ekpresi Seni, 14(2), 217550.
Karim, F. (2019). Penguatan identitas etnis dalam masyarakat multikultural (Studi Kasus: Orang Jawa Sawahlunto).
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2020). Desa Wisata Sikalang. Jadesta. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/sikalang
Lindayanti, dkk. 2017. Kota Sawahlunto, Jalur Kereta Api, dan Pelabuhan Teluk Bayur. Sumatera Barat. Minangkabau Press.
Lenggo, G. S. (2021). Komposisi Musik Nengnonggung Terinspirasi dari Kesenian Kuda Kepang Sanggar Bina Satria Kelurahan Durian IISE Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Padangpanjang).
Marsal, H. I. (2022, December 17). Kuda Kepang Meriahkan Festival Multikultural Dhulur Tunggal Sekuto Sawahlunto. Tribun Padang. https://padang.tribunnews.com/2022/12/17/kuda-kepang-meriahkan-festival-multikultural-dhulur-tunggal-sekuto-sawahlunto
Pramayoza, D. (2014). Penampilan Jalan Kepang di Sawahlunto: Sebuah Diskursus Seni Poskolonial. Ekpresi Seni, 16(2), 89882.
Pramayoza, D. (2016). Tonel: Teaterikalitas Pascakolonial Masyarakat Tansi Sawahlunto. Jurnal Kajian Seni, 1(2), 114-129.
Sastra, Y. (2022, January 30). Kuda Kepang nan Merakyat di Kota Tambang. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/kuda-kepang-nan-merakyat-di-kota-tambang
Sastra, Y. (2022, February 8). Marjadi, Menyuburkan Kesenian Leluhur di Sawahlunto. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/marjadi-menyuburkan-kesenian-leluhur-di-sawahlunto
Setiawan, A., Faizin, A., Ngazizah, N., & Linda, R. F. C. (2021, April). Pembelajaran Berbasis Etnosains dalam Kesenian Kuda Kepang. In Seminar Nasional Pendidikan Dasar (Vol. 3).
Sumanto, E. (2022). Filosifis dalam Acara Kuda Lumping. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 5(1), 42-49.
Published
2025-12-22
How to Cite
Marni, L., Fauzi, N. A., Kinanti, A., Khairani, M., Alyani, D., & Sari, S. R. (2025). Eksistensi Kesenian Kuda Kepang Sebagai Estetika Budaya Jawa Di Desa Sikalang, Kec. Talawi, Kota Sawahlunto. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 360 - 368. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.9665