Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Ramah Anak Bebas Bullying di Desa Kalebentang Kabupaten Takalar.
Abstract
Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang dapat mengganggu perkembangan emosional dan sosial peserta didik di sekolah dasar. Kurangnya pemahaman guru terhadap bentuk, penyebab, dan penanganan bullying menyebabkan kasus ini sering tidak terdeteksi secara dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru sekolah dasar di Desa Kalebentang, Kabupaten Takalar, dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari perilaku bullying. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan tentang konsep dan pencegahan bullying, pendampingan penerapan di sekolah, serta evaluasi efektivitas program melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman guru mengenai konsep sekolah ramah anak, strategi pencegahan bullying, serta penguatan peran guru sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya komitmen sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Program pemberdayaan ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan sebagai upaya mewujudkan sekolah dasar yang bebas dari kekerasan dan mendukung kesejahteraan anak.
References
Amir, R., & Salim, N. (2021). Strategi pemberdayaan masyarakat desa dalam meningkatkan ekonomi kreatif berbasis pendidikan dan pelatihan. Jurnal Abdimas Nusantara, 4(1), 67–75.
Arsyad, L. (2019). Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.
Asy’ari, H., & Nuraini, L. (2020). Pelatihan guru dalam pencegahan bullying sebagai upaya membangun sekolah ramah anak. Jurnal Pengabdian Kreatif, 2(3), 55–64.
Budiman, A., & Wibowo, D. (2021). Ekonomi kreatif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pedesaan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 45–56. https://doi.org/10.23917/jish.v10i1.15643
Dewi, R. K., & Sari, P. D. (2021). Inovasi pendidikan karakter melalui sekolah ramah anak di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 3(2), 88–99.
Fauziah, N., & Rahman, M. (2020). Penguatan peran guru dalam pencegahan kekerasan di sekolah dasar melalui pendekatan ramah anak. Jurnal Abdimas dan Inovasi Sosial, 2(1), 40–49.
Hidayat, R., & Karim, M. (2022). Pemberdayaan guru melalui ekonomi kreatif dan pendidikan karakter di era globalisasi. Jurnal Pengembangan Sumber Daya Manusia, 7(2), 121–134.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2021). Panduan Sekolah Ramah Anak. Jakarta: Kementerian PPPA RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). (2022). Modul Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Kurniawan, D., & Nursyamsi, H. (2019). Pendekatan partisipatif dalam program pemberdayaan masyarakat sekolah dasar. Jurnal Pembangunan Daerah, 8(3), 215–227.
Rahman, F., & Nur, A. (2021). Pelatihan pembuatan kebijakan sekolah ramah anak sebagai upaya pencegahan bullying. Jurnal Pengabdian Masyarakat Unggul, 5(1), 33–42.
Suharto, E. (2020). Pembangunan, Pemberdayaan, dan Partisipasi Masyarakat. Bandung: Refika Aditama.
Wibowo, R. (2021). Strategi pemberdayaan guru sekolah dasar melalui penguatan nilai-nilai karakter anak. Jurnal Pemberdayaan, 6(3), 145–156.
Yuliana, D. (2023). Pelatihan guru dalam menciptakan lingkungan belajar ramah anak bebas bullying di sekolah dasar. Jurnal Abdimas Nusantara, 2(1), 25–34.











