KEPEMIMPINAN DALAM ALQURAN KAJIAN TERHADAP SURAH AN-NISA AYAT 59: Analisis Hermeneutika Khaled Abou El Fadl

Analisis Hermeneutika Khaled Abou El Fadl

  • Aina Marfuzah Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Ahmad Yazid Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek
  • Aimi Marlinda Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek
Keywords: Kepemimpinan; Hermeneutika; Khaled Abou El Fadl.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas apa yang dimaksud dengan pemimpin jika melihat dari sudut pandang analisis hermeneutika Khaled Abou El Fadl. sehingga akan diuraikan bagaimana kerangka berpikir hermeneutik dalam penafsiran al-Qur'an sebagai teks, tuhan sebagai pengarang, dan manusia sebagai pembaca, kemundian mengimplementasikannya dalam surat An-nisa ayat 59. Metode pelitian ini ialah kualitatif dengan sumber kajian studi pustaka (library research). Sehingga hasil dari penelitian ini bahwa Kepemimpinan dalam term ulil amri melisik dari kacamata analisis Khaled cenderung tidak lagi bersifat otoriter karena telah dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran rasional, kontekstualisasi sosial, dan semangat demokratis dalam kehidupan umat Islam kontemporer. Namun mereka hanya layak ditaati jika keputusannya sejalan dengan prinsip keadilan, tidak bertentangan dengan nash syar‘i, dan dilakukan secara bebas tanpa tekanan. Artinya, umat memiliki hak untuk mengkritisi, bukan hanya mematuhi secara pasif. Adapun kerangka berpikir dalam menganalisis surah an-nisa ayat 59 sesuai dengan konsep negosiatif Khaled yang menyatakan bahwa terdapat tiga tahapan penting yang harus dilalui oleh seorang penafsir, yaitu: kompetensi, penetapan makna, dan perwakilan. Dalam kompetensi mesti menguraikan keontetikan ayat dengan memastikan bahwa pengarangnya benar dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kemudian menetapkan makna teks Alquran, dengan 3 tugas utama yang harus dilakukan yakni pertama, memahami maksud pengarang yaitu Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kedua, kajian teks yaitu al-Qur'an itu sendiri dengan mengidentifikasi makna historis, yaitu dengan menganalisis bahasa yang digunakan, hingga sejarah ketika ayat tersebut diturunkan. Ketiga, memahami maksud pembaca melalui konteks keadaan si pembaca melalui orang-orang yang dapat mewakilkan dalam memahami ayat. 

References

Sirait A. S. (2019). Fiqh al-Ta’wil wa al-Tafsir (Hermeneutik) Khaleed Abouel-Fadl, Speakingin God’s Name, al-Mau'izhah: 5(1), 1-22.
Nuruddin, A. dkk. (2024). Pendekatan Hermeneutika Negosiatif-Otoritatif Speakinh In God's Name: Islamic Law, Authority, And Women Pemikiran Khaled M Abou El Fadl, Discovery: 9(1), 40-49.
Suhandary, D. (2019). Moderat dan Puritan Dalam Islam: Telaah Metode Hermeneutika Khaled M.Abou El-Fadl, IJITP: 1(1), 19-44.
Rahman, M. (2017). Ulil Amri dalam Alquran Sebuah Aplikasi Teori Kontekstual Abdullah Saeed. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an dan Hadis: 18(2), 1-22.
Amin, M. N. (2019). Hermeneutika Khaled M.Abou ElFadl. AlFurqan: 2(1), 79-86.
Wardi, M. Hermeneutika Khaled Abou El Fadl: Sebuah Kontribusi Pemikiran Dalam Studi Islam. STAI Nazhatut Thullab Sampang, 1-8.
Sofyan, M. (2015). Konsep Hermeneutika Otoritatif Khaled Abou El-Fadl. Kalam: 9(2), 373-392.
Jayadi, S. (2022). Model Penelitian Fatwa: Pendekatan Hermeneutika Khaled Abou El Fadl, At-Ta'lim: 2(1), 13-27.
Syafruddin, (2015). Hermeneutika Khaled Abou El Fadl. Substantia: 17(2), 231-244.
Baihaqi, N. N. (2021). Hermeneutika Khaled Abou ElFadl; Analisis dan Kritik Tipologi Islam, Moderat dan Islam Puritan. Tajwid: 28(2), 211-232.
Zainuddin, M. (2019). Membaca Tafsir Hermeneutika Otoritas Khaled Abou ElFadl. Jurnal Dusturiah:9(1), 20-37.
Published
2025-11-16
How to Cite
Aina Marfuzah, Ahmad Yazid, & Aimi Marlinda. (2025). KEPEMIMPINAN DALAM ALQURAN KAJIAN TERHADAP SURAH AN-NISA AYAT 59: Analisis Hermeneutika Khaled Abou El Fadl: Analisis Hermeneutika Khaled Abou El Fadl. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 213 - 227. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.8836