PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V UPTD SDN 122371 PEMATANGSIANTAR
Abstract
This study aims to investigate the effect of the Problem Based Learning (PBL)
model on students' learning outcomes in the Science and Social Studies (IPAS)
subject for fifth-grade students at UPTD SDN 122371 Pematangsiantar. The study
employed a One-Group Pretest-Posttest design within a quantitative quasi-
experimental approach, involving a population of 23 fifth-grade students. The
research instrument used was a multiple-choice test to measure students' learning
outcomes. Statistical analysis results showed that the implementation of the PBL
model significantly improved learning outcomes, with a t-value of 15.822
exceeding the t-table value of 2.074 (df = 23, α = 0.05) and a significance level of
0.000 (<0.05). Correlation analysis yielded a correlation coefficient of 0.733,
surpassing the critical r-value of 0.433 (df = 21, α = 0.05), indicating a strong
relationship between PBL implementation and learning outcomes. Thus, the null
hypothesis (H₀ ) was rejected, and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted,
concluding that the PBL model significantly enhances students' learning outcomes
in the IPAS subject during the Odd Semester of the 2025/2026 Academic Year.
References
hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di Semester Ganjil Tahun Ajaran
2025/2026.
Kata Kunci: Problem Based Learning, Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial, Siswa Sekolah Dasar
A. Pendahuluan
Dalam Kurikulum Merdeka,
pembelajaran berfokus pada
pendekatan berpusat pada siswa
untuk mendorong pemecahan
masalah dan pembelajaran mandiri.
Namun, menurut Kemendikbudristek
(2023), hanya 38% siswa kelas V di
Indonesia mencapai standar
kompetensi minimum pada IPAS,
menunjukkan proses pembelajaran
yang kurang efektif karena rendahnya
keterlibatan siswa dan metode
pengajaran yang monoton.
Pendekatan pembelajaran tradisional
yang berpusat pada guru
menghambat potensi siswa dalam
memahami konsep IPAS yang
kompleks dan relevan dengan
kehidupan nyata.
Penelitian oleh Cahyo (2023)
menunjukkan bahwa pendekatan
konvensional menyebabkan siswa
pasif, motivasi menurun, dan
kesulitan menghubungkan materi
dengan kehidupan sehari-hari,
sehingga pemahaman konsep
tentang topik seperti rantai makanan
menjadi terbatas, dengan skor tes
harian rata-rata di bawah Kriteria
Ketuntasan Tujuan Pembelajaran
(KKTP) (Suwandi, 2022). Hal ini
menegaskan perlunya pendekatan
inovatif yang berorientasi pada siswa.
Model Pembelajaran Berbasis
Masalah (PBL) adalah metode
berpusat pada siswa di mana siswa
memecahkan masalah nyata secara
kolaboratif, mendorong keterlibatan
aktif dan keterampilan pemecahan
masalah yang efektif. PBL telah
terbukti mengoptimalkan hasil belajar
pada IPAS dibandingkan metode
konvensional (Anggraini et al., 2024;
Rusman, 2021). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi secara
empiris implementasi PBL dalam
mengatasi tantangan seperti
keterbatasan sumber daya dan
kekurangan pelatihan guru.
Di UPTD SDN 122371
Pematangsiantar, pembelajaran IPAS
di kelas V sering menggunakan
ceramah konvensional, yang











