PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TANGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS V PADA MATERI PECAHAN SD NEGERI 51 SINGKAWANG
Abstract
Elementary school students’ mathematical creative thinking ability is the
foundation for student to develop problem-solving abilities with differend and
varied perspective. The study has importand objective, namely: 1) to determine
the effect of the problem-based instruction learning model assisted by tangram
media. 2) to determine the increase in mathematical creative thinking abilities with
the problem-based instruction learning model assisted by tangram media. 3) to
determine the implementation of the problem-based instruction learning model
assisted by tangram media. This study uses an experimental method with post-
test only design. The sample in this study that will be used is 15 students from
class va as the experimental class and 15 studens as the control class. The type
of research use is qualitative with experimental method methods and a
Nonequivalent control group design research design. The total population of both
classes is 47 with a random sampling technique. The prerequisite test uses the
Shapiro Wilk Normality test and the Homogeneity test. Hypothesis testing uses the
Independent sample t-test, Effect Size and implementation sheets. The results of
the study showed 1) the average experimental post-test of 65.07 was higher than
the average control post-test of 41.20. In addition, it can also be seen from the
output of the Independent Sample t-test which has a significance value of Equal
Variances Assumed of 0.001 <0.05. 2) the result of the Effect Size test was 1.673
which is in the very high criteria. 3) the assessment of the implementation
observation sheet was 88% which is in the very high criteria.
References
kemampuan berpikir kreatif.. Tetapi
fakta yang terjadi di lapangan
menunjukkan bahwa kemampuan
berpikir kreatif masih rendah.
Menurut Andiyana (2018). Dalam
peneliannya ada empat indikator
kemampuan berpikir kreatif, yaitu:
kelancaran (Fluency), kelenturan
(Flexibility), elaborasi (Elaboration)
dan keaslian (Originality).
Siswa kurang berani dalam
menyampaikan ide – ide atau
pendekatan yang berbeda,
kebanyakan siswa masih memilih
untuk menunggu jawaban guru
daripada mencoba untuk berpikir
secara mandiri dalam kegiatan
kolaboratif dikelas. Maka dari itu,
setiap siswa harus mengembangkan
kemampuan berpikir kreatif dengan
menggunakan pendekatan
pembelajaran yang lebih inovatif
seperti penggunaan model
pembelajaran Problem-Based
Instruction (PBI) untuk
mengembangkan pemahaman yang
konseptual dan tidak hanya berfokus
terhadap hafalan.
Model pembelajaran yang
berkaitan dengan matematika untuk
mengembangkan kemampuan
berpikir kreatif matematis siswa
antara lain menggunakan model
pembelajaran Problem-Based
Instruction (PBI) dan menggunakan
media tangram sebagai media
pendukung dalam kegiatan
pembelajaran.
Kemudian penulis juga
mendapatkan data nilai soal uraian
kemampuan berpikir kreatif
matematis materi pecahan dari kedua
kelas yaitu kelas Va dan kelas Vb,
data nilai tersebut menunjukan
bahwa nilai soal uraian kemampuan
berpikir kreatif matematis masih ada
yang tidak mencukupi KKM yang
sudah ditentukan.
Dilihat dari data, siswa kelas Va
yang berjumlah 24 dan kelas Vb yang
jumlah 23 dengan nilai KKM yang
sama dikedua kelas pada mata
pelajaran yang sama dinilai 60. Pada
tabel diatas terlihat jelas bahwa
masih ada yang tidak memenuhi
KKM yang telah ditentukan oleh guru,
maka dari itu dapat disimpulkan
bahwa siswa kelas V masih
memerlukan perbaikan agar semua
nilai siswa bisa memenuhi KKM yang
telah ditentukan.
B. Metode Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan
penelitian kuantitatif dengan metode











