ANALISIS STRUKTURALISME DALAM NOVEL MELANGKAH KARYA J.S. KHAIREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMA
Abstract
Penelitian ini menganalisis novel Melangkah karya J.S. Khairen menggunakan
pendekatan strukturalisme, dengan fokus pada unsur intrinsik yang membangun
karya sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, yaitu dengan
menggunakan sumber-sumber tertulis. Data yang diperoleh dalam penelitian
kemudian dideskripsikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antar
unsur intrinsik dalam novel tersebut dan bagaimana hal ini berimplikasi terhadap
pembelajaran di SMA. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian
ini mengidentifikasi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan
amanat yang saling berkaitan dan membentuk makna keseluruhan dari novel
Melangkah. Objek penelitian ini adalah novel Melangkah karya J.S. Khairen dengan
menggunakan teknik baca dan catat.
References
temukan adalah perbandingan dan
sindiran.
2. Hubungan Antar Unsur
a. Hubungan Tema dengan
Tokoh dan Penokohan
Sebagai unsur utama fiksi,
penokohan erat berhubungan dengan
tema. Tokoh-tokoh cerita sebagai
penyampai tema secara tersirat
maupun tersurat.
b. Hubungan Tema dengan
Latar
Latar akan mempengaruhi
pemilihan tema, tema yang telah
dipilih oleh pengarang akan menuntut
pemilihan latar yang mampu
mendukung suatu kejadian. Semua
latar dalam novel ini mendukung tema
yang ingin disampaikan pengarang
yaitu persahabatan. Terutama latar
tempat terjadinya persahabatan
adalah di kampus, mereka saling
mengenal dikampus dan menjadi
sahabat kemudian mereka ingin
berpergian ke Sumba bersama-sama.
c. Hubungan Tema dengan
Amanat
Tema tentang persahabatan
dalam novel tersebut secara tersirat
terdapat amanat atau pesan moral
yang ingin disampaikan oleh
pengarang. Adapun amanat tersebut
menurut peneliti terdapat amanat dari
sudut pandang. Dari amanat tersebut
berkaitan erat dengan tema yang
berhubungan dengan persahabatan
dalam novel Melangkah.
d. Hubungan Tokoh dan
Penokohan dengan Latar
Antara tokoh dan penokohan
dengan latar mempunyai sifat timbal
balik. Sifat-sifat dan tingkah laku
tertentu yang ditunjukkan oleh
seseorang tokoh mencerminkan
darimana dia berasal.
e. Hubungan Tokoh dan
Penokohan dengan Alur
Keberadaan seorang tokoh
yang membedakannya dengan tokoh-
tokoh lain lebih ditentukan oleh alur.
Jatidiri seorang tokoh ditentukan oleh
peristiwa peristiwa yang meyertainya,
dan sebaliknya, peristiwa-peristiwa itu
sendiri merupakan pelukisan tokoh.
Cerita Novel Melangkah secara
keseluruhan lebih banyak
menampilkan dua tokoh utama
dengan alur campuran (flashback)
dan tidak kronologis seperti cerita
pada umumnya dari awal hingga akhir
cerita runtut dari konflik hingga
penyelesaian.
f. Hubungan Tokoh dan
penokohan dengan Sudut
Pandang











