PENGEMBANGAN BAHAN AJAR VIDEO ANIMASI BERBANTUAN POWTOON PADA MATERI MENGAPA KITA PERLU MAKAN DAN MINUM DI SEKOLAH DASAR

  • Novi Indriyani Universitas Pakuan
  • R. Teti Rostikawati Universitas Pakuan
  • Yudhie Suchyadi Universitas Pakuan
Keywords: Teaching Materials, Animated Videos, Powtoon

Abstract

Novi Indriyani, 037121013. Development of Animation Video Teaching Materials

Assisted by Powtoon on the Material Why We Need to Eat and Drink in Elementary

Schools. This study aims to develop, determine the feasibility, and evaluate the

effectiveness of the designed teaching materials. The method used is the Research

and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design,

Development, Implementation, Evaluation). The trial was conducted in class V SDN

Bubulak 02 Bogor City with 23 students. In this study, validation tests were carried

out on animated video teaching material products by media experts, language

experts, and material experts. The validation results by media experts obtained

100% with very feasible criteria, language experts obtained 100% with very feasible

criteria, material experts by lecturers obtained 94% with very feasible criteria, and

material experts by teachers obtained 96% with very feasible criteria. The results of

the student response questionnaire were 91% and the teacher response

questionnaire was 96% with a very good category. Strengthened by the results of

the N-Gain effectiveness test with an average learning outcome score of 0.78 in the

high category. Thus, it can be concluded that Powtoon-assisted animated video

teaching materials are very effective and practical to use in the learning process,

and are able to improve student understanding.

References

Tahap desain dilakukan dengan
membuat desain produk awal dan
mengumpulkan berbagai referensi.
Bahan ajar video animasi di rancang
dengan tampilan desain yang menarik
secara visual dan berwarna dengan
bantuan Powtoon.
Kemudian produk divalidasi
dengan melibatkan ahli media, ahli
bahasa, ahli materi 1, dan ahli materi
2. Hasil valiadasi menunjukkan
kelayakan sangat baik: ahli media
(100%), ahli bahasa (100%), ahli
materi 1 dosen (94%), dan ahli materi
2 guru (96%). Maka pengembangan
bahan ajar video animasi berbantuan
Powtoon dinyatakan “sangat layak”
untuk diuji coba di sekolah.
Bahan ajar video animasi
berbantuan Powtoon diuji cobakan
kepada 23 peserta didik kelas V SDN
Bubulak 02 Kota Bogor. Hasil angket
memperoleh respon sangat baik
dengan nilai persentase 91% dan
dinyatakan layak untuk digunakan
dalam proses pembelajaran. Angket
juga diberikan kepada guru untuk
mengetahui respon setelah
menggunakan bahan ajar. Guru
memberikan penilaian sebesar 96%,
yang juga menunjukkan bahwa bahan
ajar video animasi berbantuan
Powtoon pada materi mengapa kita
perlu makan dan minum layak
digunakan dalam proses
pembelajaran. Hal tersebut sejalan
dengan penelitian Chaerun Nisa et al.,
(2023) bahwa media video animasi
berbasis Powtoon layak digunakan
dalam proses pembelajaran dan
mendapatkan respon sangat baik dari
peserta didik dan guru. Respon
peserta didik mendapatkan
persentase sebesar 91,3% dan
respon guru sebesar 98,6%.
Tahapan terakhir yaitu evaluasi
dilakukan dengan memberikan 10
soal pretest sebelum peserta didik
diberikan bahan ajar dan 10 soal
posttest setelah mereka
menggunakan bahan ajar. Evaluasi
bertujuan untuk mengukur keefektifan
pengembangan bahan ajar video
animasi berbantuan Powtoon pada
materi mengapa kita perlu makan dan
minum. Terlihat adanya peningkatan
kemampuan peserta didik kelas V
setelah menggunakan bahan ajar
video animasi berbantuan Powtoon
dengan rata-rata nilai N-Gain 0,78
dengan persentase 78%.
Proses pengembangan produk
bahan ajar video animasi berbantuan
Powtoon telah menerapkan seluruh
tahapan model ADDIE, namun
tentunya penelitian ini memiliki
Published
2025-08-16
How to Cite
Novi Indriyani, R. Teti Rostikawati, & Yudhie Suchyadi. (2025). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR VIDEO ANIMASI BERBANTUAN POWTOON PADA MATERI MENGAPA KITA PERLU MAKAN DAN MINUM DI SEKOLAH DASAR. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(03), 235 - 246. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i03.7751