GAMBARAN PENGALAMAN REVERSE CULTURE SHOCK: STUDI PADA MAHASISWA PERTUKARAN PELAJAR
Abstract
Reverse Culture Shock adalah sebuah fenomena yang dialami individu ketika kembali ke budaya setelah menjalani pengalaman hidup di budaya lain. Fenomena tersebut seringkali mendatangkan tantangan emosional, sosial, dan adaptasi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Reverse Culture Shock pada mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar, khususnya melalui program IISMA (Indonesian Internaltional Student Mobility Award). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis, empat partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dan diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengalaman reverse culture shock bersifat individual dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti adaptasi personal, dukungan sosial, kompetensi budaya, dan pengalaman akademik. Sebagian besar partisipan tidak mengalami kesulitan signifikan setelah kembali ke Indonesia. Dukungan sosial, baik dari keluarga maupun teman, memainkan peran penting dalam proses readaptasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap fase pasca-program pertukaran agar mahasiswa dapat mengelola perubahan dengan baik serta memaksimalkan manfaat jangka panjang dari pengalaman yang didapatkan selama program pertukaran berlangsung.
References
Andre, N. W., & Huwae, N. A. (2022). Dukungan Sosial dan Cultural Shock pada Mahasiswa Rantau Asal Kalimantan di Salatiga. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(4), 1249–1258. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i4.4311
Agestia, N. E., Safitri, N. D., & Sujarwo, N. S. (2024). Adaptasi mahasiswa dalam mengatasi culture shock dalam perkuliahan. Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 2(4), 253–264. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i4.180
Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches, 2nd ed. https://psycnet.apa.org/record/2006-13099-000
Damanik, R. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi Mahasiswa. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 9(1), 51–55. https://doi.org/10.37755/jsap.v9i1.252
Faiz, A., & Purwati, P. (2021). Koherensi Program Pertukaran Pelajar Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan General Education. Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 649–655. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i3.378
Gaw, K. F. (2000). Reverse culture shock in students returning from overseas. International Journal of Intercultural Relations, 24(1), 83–104. https://doi.org/10.1016/s0147-1767(99)00024-3
Maizan, S. H., Bashori, K., & Hayati, E. N. (2020). Analytical Theory : Gegar Budaya (Culture Shock). Psycho Idea, 18(2), 147. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v18i2.6566
Mulyanto, T. N. H. P., Suryanto, S., & Hendriani, W. (2023). Analisis Re-entry Shock pada Mahasiswa Selama Transisi dari Model Pembelajaran Online ke Pembelajaran Tatap Muka di masa Pandemi COVID-19. Proyeksi, 18(1), 102. https://doi.org/10.30659/jp.18.1.102-115
Nugroho, A., & Mareza, L. (2023). Culture shock Mahasiswa Rantau sebagai kelompok minoritas. Jurnal Perspektif, 6(3), 269–278. https://doi.org/10.24036/perspektif.v6i3.789
Nur, R., & Suhria, N. (2021). Paradigm of International Exchange Students in Encountering culture shock Stages. International Journal of English Language Studies, 3(2), 101–110. https://doi.org/10.32996/ijels.2021.3.2.11
Rachma, H., & Sari, N. D. S. (2024). Perkembangan Pemahaman Lintas Budaya Awardees IISMA 2023 di Universiti Sains Malaysia. Vox Populi, 7(1), 27–45. https://doi.org/10.24252/vp.v7i1.46480
Widjaya, E., Muhlisian, A. A., & Dahidi, I. D. (2024). Reverse Culture Shock Dalam Kehidupan Sehari-Hari Pada Alumni LPK CMI Lulusan Tahun 2017. WIDAI Japanese Journal, 3(1), 16–22. https://doi.org/10.33197/widai.vol3.iss1.2023.2076











