HAKEKAT PENDIDIKAN PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW
Abstract
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan peradaban
manusia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi
juga aspek spiritual, moral, dan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakekat pendidikan
berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dengan menyoroti perintah menuntut
ilmu, keutamaan belajar dan mengajar, serta urgensi ilmu dalam kehidupan manusia. Melalui
pendekatan studi literatur terhadap hadis-hadis yang relevan, penulis menemukan bahwa
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya proses pendidikan sebagai jalan menuju
ketakwaan dan kesempurnaan manusia (insan kamil). Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa
menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan
dicontohkan untuk mencarinya hingga ke tempat yang jauh. Pendidikan, dalam hadis Nabi,
dipandang sebagai jihad fi sabilillah, sarana untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, serta
menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Selain itu, pengajar (alim) mendapat
kedudukan tinggi karena mewarisi tugas para nabi. Rasulullah juga menggambarkan ilmu
sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup dan sebagai penjaga dari kesesatan, sedangkan
orang bodoh yang memimpin tanpa ilmu akan menyesatkan umat. Dengan demikian, hakekat
pendidikan dalam Islam menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan, yang
mencakup pengembangan potensi jasmani, rohani, intelektual, dan spiritual manusia dalam
rangka membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai
hamba dan khalifah Allah di bumi. Artikel ini juga mengajak umat Islam untuk memuliakan
ilmu, memelihara eksistensi ulama, dan menanamkan budaya belajar sepanjang hayat sebagai
bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah SAW.
References
Syarh Jami At Tirmidzi, juz VI.
Abdurrochman Mas'ud, dkk., 2001. Paradigma Pendidikan Islam, Cet. I; Semarang: Fak.
Tarbiyah IAIN Walisongo dan Pustaka Pelajar
Abidin Ibn Rusn, 1998. Pemikiran al-Ghazali Tentang Pendidikan, Cet. I; Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Al-Maraghi, Tafsir Al Maraghi, Jilid VIII, juz XXII, h 6
Departemen Agama RI, 1989. Alqurandan Terjemahnya, Semarang: CV Toha Putra
Ibnu Hajar Al Asqalani, Fath Al bari bi syarh Shahih Al Bukhari, Juz 1, (Beirut : Dar Al
Fikr, 1414 H/1993 M)
Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim, Kitab al-Imarah, jilid XII; Mesir: al-Matba'ah al-
Mishriyyah wa Maktabatuha
Munir Musiy Sarhan, Fi Ijtimaiyyat al-Tarbiyyah, Cet. II; Misra: Maktabah al- Anjlo al-
Misriyyah, 197)
Sayyid Ahmad Al-Hasyimi, 2018. Syarah Mukhtaarul Ahaadits (Hadits-hadits Pilihan
berikut Penjelasannya), Bandung: Sinar Baru Algensindo
2477-5673 Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri
ISSN Cetak : ISSN Online : 2614-722X
Volume 11 Nomor 02, Juni 2025
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Edisi II, Cet. IV; Jakarta: Balai Pustaka, 1995, h. 232
Zuhairini, dkk., Sejarah Pendidikan Islam, Cet. VI; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2000, h. 2.
Al-Abrasyi, A. M. (1970). Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Al-Syaibani, O. M. (1979). Falsafah Pendidikan Islam. Terj. Hasan Langgulung. Jakarta:
Bulan Bintang.
Azra, Azyumardi. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium
Baru. Jakarta: Logos.
Hasan, Langgulung. (1986). Pendidikan Islam dan Perkembangannya di Dunia Islam.
Jakarta: Pustaka Al-Husna.
Ibn Majah. (t.t). Sunan Ibn Majah. Beirut: Dar al-Fikr.
Muhammad, Fathi Yakan. (1997). Problema Pendidikan Islam dalam Abad Modern.
Jakarta: Media Dakwah.
Nata, Abuddin. (2005). Perspektif Islam tentang Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo
Persada.
Qardhawi, Yusuf. (1999). Pendidikan Islam dan Madrasah Islam. Jakarta: Gema Insani.
Rosyada, Dede. (2004). Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan
Masyarakat dalam Pengelolaan Sekolah. Jakarta: Kencana.
Sya’rawi, Muhammad Mutawalli. (2006). Hikmah Hadis Nabi SAW. Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar.











