MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG KERTAS UNTUK MENDUKUNG PROSES PENCERITAAN DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN MORAL ANAK USIA SEKOLAH DASAR

  • Pramudya Cahyandaru PGSD FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Bherrio Dwi Saputra PGSD FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Ida Megawati PGSD FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Eka Ridha Nofrida PGSD FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Keywords: Paper Puppet, Elementary School, Character, Morals

Abstract

The challenge of education in the current era of disruption is to produce children who are able to think creatively, critically, innovatively, and with interdisciplinary and multidisciplinary sensitivity. Moral learning needs to be done as early as possible, according to the stages of children's moral development. Children's moral development is facilitated through learning activities that aim to provide moral knowledge to children. Children's knowledge can be developed through stories that are held through learning activities. The moral development of children through methods supported by wayang media is expected to facilitate early childhood learning. The wayang media presented not only features characters that match the character of each character but is also equipped with dialogue that allows reciprocity between children and wayang characters.

Metrics

Metrics Loading ...

References

Abdul Majid, Abdul Aziz. (2013). Mendidik dengan Cerita. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Asri Budingsih, C. (2013). Pembelajaran Moral. Jakarta: Rineka Cipta
Bachtiar Bachri. (2005). Pengembangan Kegiatan Bercerita di Taman Kanak-Kanak, Teknik dan Prosedurnya. Jakarta: departemen pendidikan nasional.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Hafid, Meutia. (2018). Sosialisasi Pilar Kebangsaan di SMA Darul Ilmi Murni. Harian Analisa edisi Selasa, 14 Juli 2018.
Januszewski, Alan dan Michael Molenda. (2008). Educational Technology : A Definition with Commentary. New York: Lawrence Erlbaum Associates Taylor & Francis Group.
Kohlberg, Lawrence. (1971). Stages of Moral Development. Diakses dari semanticscholar.org pada Tanggal 9 September 2018 Pukul 00.12 WIB.
Marsaid. (2016). Islam dan Kebudayaan: Wayang sebagai Media Pendidikan Islam di Nusantara. Kontemplasi, Volume 04 Nomor 01, Agustus 2016.
Nurgiyantoro, Burhan. (2011). Wayang dan Perkembangan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun 1, Nomor 1, Oktober 2011
Oey-Gardiner, Mayling, dkk. (2017). Era Disrupsi. Jakarta: Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
S. Degeng, Nyoman. (2013). Ilmu Pembelajaran: Klasifikasi Variabel untuk Pengembangan Teori dan Penelitian. Bandung: Kalam Hidup.
Sutaryo. (2013). Wayang sebagai Media Pendidikan dan Pengajaran. Yogyakarta: Penasehat Persatuan Pedalangan Indonesia UGM.
Suyadi. (2015). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosadakarya
Widiastuti. (2013). Analisis SWOT Keragaman Budaya Indonesia. Jurnal Ilmiah Widya. Volume 1 Nomor 1 Mei-Juni 2013.
Yamin, Mohammad. (2016). Pendidikan Anti Korupsi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Zubaedi. (2017). Strategi Taktis Pendidikan Karakter untuk PAUD dan Sekolah. Depok: Rajawali Pers.
Published
2022-12-26
How to Cite
Cahyandaru, P., Dwi Saputra , B., Megawati, I., & Ridha Nofrida, E. (2022). MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG KERTAS UNTUK MENDUKUNG PROSES PENCERITAAN DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN MORAL ANAK USIA SEKOLAH DASAR. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(2), 1973 - 1984. https://doi.org/10.36989/didaktik.v8i2.504