SISTEM MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI BANGSA INDONESIA DI ERA PERUBAHAN MASYARAKAT (Studi Desa Baru Kecamatann Pancur Baru, Kabupaten Deliserdang)
Abstract
The Pancasila ideology has five sasa, or grounds, and is the fundamental philosophy of the Indonesian state. Pancasila is an umbrella term encompassing the following concepts: social justice for all Indonesians, democracy guided by wisdom in debate and representation, fair and civilized humanity, and almighty deity. The goal of pancasila philosophy is for Indonesia to grow and become a just, wealthy, and civilized country. The community, including common people, village leaders, and youths, does sense changes, according to the research results, but these changes still include national unity and unity since the community still strongly agrees with Pancasila.
References
Dyah Ratna Meta Novia dan Muhammad Iqbal, Aduan Bullying Tertinggi, www.republika.com, (Jakarta, 15-10-2014)
Widaty, C. (2020). Perubahan Kehidupan Gotong Royong Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 2(1), 174-186.
Ginting, H. (2017). Peranan Pancasila Dalam Menumbuhkan Karakter Bangsa Pada Generasi Muda. In Prosiding Seminar Nasional Tahunan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (Vol. 1, pp. 197-201).
Dwiyono, Agus.2018. pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Bogor:yudhstira.
Asmaroini, A. P. (2017). Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan
Nurizka, R. &. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membentuk Karakter Siswa Melalui Budaya Sekolah. Elementary School. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Ke-SD-An.
Taupan,M., dan Ine Ariyani.2017. pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.Bandung:yrama widya.











