PENINGKATAN KEMUDAHAN ORIENTASI WILAYAH MELALUI IMPLEMENTASI PLANG IDENTITAS BLOK DI PERUMAHAN PURI PESONA II TANJUNG UNCANG BATAM
Abstract
Identitas wilayah merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung aksesibilitas, keteraturan lingkungan, dan kemudahan orientasi pada kawasan permukiman. Kondisi penandaan blok yang belum optimal dapat menyebabkan kesulitan bagi warga, pendatang, kurir, maupun petugas pelayanan publik dalam menemukan alamat dan menentukan arah perjalanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemudahan orientasi wilayah melalui pembuatan dan pemasangan plang identitas blok di Perumahan Puri Pesona II Tanjung Uncang, Batam. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan community development partisipatif melalui tahapan identifikasi kondisi lingkungan, pemetaan titik strategis, koordinasi dengan pengurus lingkungan dan warga, perancangan plang, pembuatan, pemasangan, serta evaluasi secara deskriptif melalui observasi dan verifikasi fungsi penanda. Program menghasilkan plang identitas blok yang ditempatkan pada titik persimpangan dan jalur strategis berdasarkan struktur pergerakan lingkungan perumahan. Implementasi plang meningkatkan keterbacaan identitas blok, memperjelas arah dan posisi kawasan, serta mendukung sistem penandaan lingkungan yang lebih terstruktur. Selain memiliki fungsi navigasi, keberadaan plang turut memperkuat identitas visual kawasan dan mendukung penataan lingkungan permukiman. Program ini menunjukkan bahwa intervensi infrastruktur sederhana yang dirancang secara partisipatif dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan kemudahan orientasi serta keteraturan informasi spasial pada lingkungan perumahan.
References
Aguspriyanti, C. D. (2022). Understanding place attachment in temporary public space through noematic-noetic synthesis. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 7(2), 197– 204. https://doi.org/10.30822/arteks.v7i2.1 402
Carmona, M. (2021). Public places urban spaces: The dimensions of urban design (3rd ed.). New York, NY: Routledge.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Dharmawan, V., & Rachmaniyah, N. (2021). Kajian signage dan elemen wayfinding di kampus perguruan tinggi (Studi kasus: Kampus ITS Surabaya). Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 19(2), 205– 216. https://doi.org/10.20961/arst.v19i2.49 152
Gumilang, A. P., Naja, H. A., Alfariz, T., & Septianto, E. (2026). Experience based linkage on Gang Haji Ahom in Lembur Katumbiri, Bandung. Jurnal Arsitektur ZONASI, 9(1), 175–188. https://doi.org/10.17509/jaz.v9i1.9622 8
Nugroho, A., Ar-Razi, A., & Yunidar, D. (2024). Wayfinding signage di kawasan Bandung Techno Park. Jurnal Desain, 11(3), 647–658. https://doi.org/10.30998/jd.v11i3.2005 9
Nurfitri, R., & Prasetyawan, R. P. (2025). Environmental graphic design for the signage system of the Panji
Museum. Jurnal Pendidikan Multimedia (Edsence), 7(2), 183–196. https://doi.org/10.17509/edsence.v7i2 .83927
Pendit, N. P. M. D., Afriliani, & Utami, N. M. V. (2024). Linguistic landscape of Malukat Temple in Gianyar, Bali: Analysis on public signage. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(1), 161–172. https://doi.org/10.22219/kembara.v10i
32669
Pusporini, N., Setijanti, P., & Cahyadini, S. (2022). Konsep penyediaan sarana perumahan skala kecil berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan neighborhood unit dan walkability. TATALOKA, 24(1), 45–61. https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1. 45-61
Ramadhansyah, & Utami, T. B. (2026). Responsive front land boundary design parameters on urban main road corridors. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 11(1), 323–336. https://doi.org/10.30822/arteks.v11i1. 5044
Sera, N. K., Purbadi, Y. D., Lake, R. C., & Jeraman, P. (2025). The dynamics of place attachment and dependence among the Bugis community in the Oesapa Fishing Village, Kupang in Timor Island. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur,
(2), 365–380. https://doi.org/10.30822/arteks.v10i2. 4312
Sushanti, I. R., Sahbana, M. A., Khatami, I., & Rosmilasari, S. (2025). Eksplorasi sense of identity kampung wisata kreatif di kawasan Seganteng, Kota Mataram. Jurnal Pengembangan
Kota, 13(1), 64–82.
https://doi.org/10.14710/jpk.13.1.64-
https://doi.org/10.30822/arteks.v7i1.1 226
Titisari, E. Y., Yusran, Y. A., &
Wulandari, L. D. (2023).
Strengthening place identity through cultural mapping, case study: Madura Pendalungan Kampong in BaranBuring, Malang. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 8(1), 95–104. https://doi.org/10.30822/arteks.v8i1.1 917
Yi, J. H., & Jeon, J. (2022). A study on color conspicuity and color harmony of wayfinding signs according to outdoor environment types. Color Research & Application, 47(6), 1259–1294.
https://doi.org/10.1002/col.22808
Zhou, J., & Ujang, N. (2024). An analysis of pedestrian preferences for wayfinding signage in urban settings: Evidence from Nanning, China. Buildings, 14(9), 2986.
https://doi.org/10.3390/buildings1409 2986
Zhou, J., Ujang, N., Abdul Aziz, F., & Abd Manan, M. S. (2024). Visual preference of pedestrians’ wayfinding signages: A systematic literature review. ALAM CIPTA International Journal of Sustainable Tropical Design & Practice, 17(2), 42–54. https://doi.org/10.47836/AC.17.2.ART ICLE5
Zolkefil, M. A. H. B., & Talib, R. B. H. (2022). Visual accessibility of wayfinding signage in campus library for internationl student. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 7(1), 77–84.











