PENINGKATAN WAWASAN BUDAYA LOKAL MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENDIDIKAN PANCASILA
Abstract
Pancasila Education plays an important role in developing students' insight into local culture; however, preliminary observation in class VII-D of SMPN 4 Madiun showed that students' insight into local culture was still relatively low due to teacher-centered learning. This study aims to examine the extent to which the application of the Problem Based Learning (PBL) method through group work themed around local culture can improve students' insight into local culture in Pancasila Education. The study used a Classroom Action Research approach based on the Kemmis and McTaggart model, carried out through four stages in each cycle: planning, action, observation, and reflection, involving 31 students of class VII-D of SMPN 4 Madiun, divided into five heterogeneous groups themed around Indonesian archipelago cultures. Data were collected through participatory observation, performance assessment, and documentation using a five-aspect assessment rubric. The results showed a class average score of 91.77 with 100% classical learning mastery among the 31 students. The highest scores were achieved in the aspects of local culture identification and presentation skills (4.00 each), while the lowest score was in the aspect of respecting culture (3.23). These findings indicate that applying PBL through group work themed around local culture is effective in improving students' local cultural insight, although mutual respect for culture between groups still needs to be strengthened in the following cycle.
References
Penerapan model pembelajaran
problem based learning untuk
meningkatkan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran Pendidikan
Pancasila kelas VII SMP Negeri 14
Kendari. Mores: Jurnal Pendidikan,
Moral dan Kewarganegaraan, 4(1),
42–57.
Erviana, Y., & Faisal, V. (2022).
Kearifan lokal Lereng Sindoro
Sumbing dalam membangun Profil
Pancasila anak usia dini. Jurnal
Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak
Usia Dini, 6(6), 6909–6923.
Insani, I. (2019). Landasan teori
kebudayaan. Semantik: Jurnal
Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan
Budaya.
Iswatiningsih, D. (2019). Penguatan
pendidikan karakter berbasis nilai
nilai
kearifan lokal di sekolah.
Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan
Perubahan Sosial, 3(2), 155–164.
Kurniati, P., Aprilia, B. K., Mulyati, H.,
Rostiani, R., & Nuralamsyah, I.
(2025). Outdoor learning berbasis
kearifan lokal di Candi Prambanan:
Inovasi pembelajaran PPKn untuk
menumbuhkan civic culture siswa.
Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Indonesia, 5(5), 1241–1250.
Kurniawan, M. W., & Lutfiana, R. F.
(2021).
Penguatan
nilai-nilai
Pancasila melalui budaya sekolah
berbasis kearifan lokal di SMA se
Malang Raya. Jurnal Civic Hukum,
6(1), 61–70.
Lidinillah,
D.
A.
M.
(2018).
Pembelajaran berbasis masalah
(problem based learning). Jurnal
Pendidikan Inovatif, 1, 1–8.
Purba, B., dkk. (2021). Penelitian
tindakan kelas. Yayasan Kita
Menulis.
Rahmandani, F., Hamzah, M. R.,
Handayani, T., & Fatimah, S.
(2024). Penerapan problem based
learning (PBL) dalam peningkatan
keaktifan dan motivasi belajar
peserta didik pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila di SMAN 2
Batu. Jurnal Pendidikan dan
Pembelajaran Indonesia (JPPI),
4(3), 1016–1027.
Rahmawati, A., Maryani, A. Y., &
Daroe.
(2025).
Peningkatan
pemahaman budaya lokal Suku
Dayak melalui literasi budaya lokal.
Pedagogik: Jurnal Pendidikan,
20(1), 27–38.
Rezkianah, A. E., Babo, R., & Madani,
M. (2020). Pendidikan karakter
berbasis kearifan lokal (Bugis) di
SDN Lautang Kecamatan Belawa
Kabupaten Wajo. Primary: Jurnal
Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
9(2).
Santika, I. W. E. (2022). Penguatan
nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam
membentuk
Profil
Pelajar
Pancasila.
Wiratmaja, I. N., Suacana, I. W. G., &
Sudana, I. W. (2021). Penggalian
nilai-nilai
Pancasila
berbasis
kearifan lokal Bali dalam rangka
penguatan wawasan kebangsaan.











