ANALISIS PRAKTIK PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MURID SEKOLAH DASAR

  • Christine Oksianty Universitas Kristen Satya Wacana
  • Wahyudi Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Pembelajaran Mendalam, Praktik Reflektif, Pemecahan Masalah Matematika, Miskonsepsi, Sekolah Dasar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi perangkat pembelajaran mendalam (deep learning) dan mengidentifikasi karakteristik miskonsepsi murid kelas V Sekolah Dasar dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan tahapan Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis praktik reflektif (reflective practice) yang dilaksanakan sebanyak enam pertemuan di SDN-1 Paren dengan melibatkan 6 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, jurnal refleksi harian guru, dan analisis artefak hasil belajar berupa portofolio murid pada topik pecahan, keliling, dan luas bangun datar. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik analisis isi (content analysis) interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan eksploratif melalui aktivitas kontekstual seperti bermain peran perdagangan lokal ("Math Market") dan proyek ("Geometry Craft") mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan motivasi intrinsik murid. Namun, proses refleksi menyingkap adanya hambatan kognitif yang persisten pada tahap pemecahan masalah Polya. Murid mengalami hambatan transisi berpikir (cognitive gap) dari fase konkret ke abstrak, kerancuan konsep ruang permukaan (luas) dengan garis batas (keliling), serta ketergantungan pada pemahaman instrumental. Hasil refleksi ini memberikan landasan urgensi teoretis perlunya pengembangan intervensi media visual yang lebih dinamis berbasis Virtual Manipulative pada pembelajaran selanjutnya.

References

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1989). Educational research: An introduction. Longman.

Davita, P. W C., & Pujiastuti, H. (2020). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar pada materi kubus dan balok. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 1100–1111. https://doi.org/10.31004/cendekia.v4i2.256

Hidayat, A., Sutawidjaja, A., & Akbar, S. (2022). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 45–56.

Kurniawati, I., & Kurniasari, I. (2024). Analisis kesalahan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan tahapan Polya. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 11(1), 88–99.

Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Polya, G. (1957). How to solve it: A new aspect of mathematical method. Princeton University Press.

Ratnasari, D., Kusmayadi, T. A., & Pramesti, G. (2025). Proses kognitif siswa dalam pemecahan masalah matematika kontekstual di tingkat sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 14(1), 12–25.

Siregar, N., Ningsih, P. R., & Sari, D. P. (2022). Miskonsepsi siswa sekolah dasar pada materi geometri bangun datar dan bangun ruang. Jurnal Elemen, 8(2), 340–355. https://doi.org/10.29408/jel.v8i2.5182

Skemp, R. R. (1976). Relational understanding and instrumental understanding. Mathematics Teaching, 77, 20–26.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistifa, R., Wardani, S., & Purnomo, E. (2025). Keterampilan mendasar pemecahan masalah matematis siswa dalam menghadapi tantangan era modern. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 10(2), 170–182.

Tusitadevi, R. S., & Astuti, S. (2021). Meta analisis efektivitas model pembelajaran problem based learning dan problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2344–2355. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i3.821

Utama, R. P., & Setiawan, A. (2024). Pemanfaatan virtual manipulative berbasis GeoGebra untuk meminimalkan miskonsepsi spasial geometri di sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan Matematika, 12(2), 145–158.

Widiatmoko, H. (2025). Integrasi Canva dan GeoGebra sebagai cognitive scaffolding dalam pembelajaran geometri modular. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika, 7(1), 89–102.

Published
2026-07-30
How to Cite
Oksianty, C., & Wahyudi. (2026). ANALISIS PRAKTIK PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MURID SEKOLAH DASAR. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(03), 309 - 319. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i03.17802