Pemertahan Bahasa Baku di Tengah Kemunculan Kosakata Gaul Pada Gen Z: Sebuah Analisis Sosiolinguistik
Abstract
The era of digital hyperconnectivity has triggered a radical shift in language ecology, establishing internet slang as the primary lingua franca of Generation Z (Gen Z). This study aims to explore the processes, meanings, and subjective experiences of Gen Z in their efforts toward standard Indonesian language maintenance amidst the hegemony of internet slang. Employing a quantitative descriptive approach with a survey design, data were collected from 20 Gen Z university students through a linear scale questionnaire (1-4) measuring four sociolinguistic indicators. The results refute the assumption that Gen Z is losing its standard language competence. Findings reveal that although internet slang dominates their daily habits (mean = 3.14) and frequently triggers the phenomenon of "formal dysfluency" (mean = 2.59), Gen Z possesses an acute register sensitivity (mean = 2.94) and a highly elevated awareness of academic language maintenance (mean = 3.70). The synthesis of this study positions Gen Z as "Contextual Bilingual" subjects capable of performing adaptive code-switching in accordance with the demands of their interactional spaces.
References
Fauziah, R., & Rahmawati, D. (2023). Bahasa baku dan ketahanan identitas nasional: Perspektif sosiolinguistik di era globalisasi. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, 11(2), 145-162.
Hakim, A. R. (2024). Kapital linguistik dan tantangan mobilitas profesional fresh graduates Generasi Z. Jurnal Sosiologi Pekerjaan dan Profesi, 8(1), 45-61.
Hidayat, R., Santoso, A., & Kusuma, D. (2025). Mengelola kegagapan formal: Strategi pedagogis pengajar dalam menghadapi interferensi bahasa gaul di kelas akademik. Jurnal Linguistik Terapan dan Pendidikan, 14(1), 45-62.
Kusuma, B., & Yulianto, H. (2025). Mengukur dampak slang internet terhadap kompetensi tata bahasa siswa SMA: Sebuah studi kuantitatif. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 14(1), 22-39.
Lestari, N. P. (2021). Pemetaan morfologis dan leksikal kosakata gaul remaja di platform Twitter. Linguistika: Jurnal Ilmu Bahasa, 15(3), 210-225.
Nugraha, F., & Setiawan, Y. (2023). Akselerasi evolusi bahasa di ruang siber: Disrupsi digital dan ekologi sosiolinguistik. Jurnal Komunikasi Digital, 6(2), 88-105.
Pratama, H., & Wulandari, S. (2024). Lingua franca digital dan krisis sensitivitas register: Analisis interferensi leksikal pada penulisan akademik mahasiswa. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(2), 115-133.
Pratiwi, S., & Abdullah, M. (2025). Erosi sensitivitas register linguistik: Analisis infiltrasi bahasa gaul dalam wacana akademik mahasiswa. Jurnal Linguistik Terapan, 12(1), 77-94.
Ramadhan, T. (2022). “Kegagapan formal” dalam penulisan esai mahasiswa: Fenomena percampuran kode di era media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra Akademik, 9(4), 301-315.
Santoso, E. (2021). Alienasi bahasa formal: Konstruksi psikologis Generasi Z terhadap bahasa Indonesia baku. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Sosiobudaya, 7(2), 112-128.
Siregar, M. H., & Wibowo, A. (2022). Analisis frekuensi penggunaan internet slang pada komunitas Discord gaming di Indonesia. Jurnal Dialektika Bahasa, 10(3), 180-195.
Wijayanti, K., Pratama, D., & Hapsari, R. (2024). Bahasa gaul sebagai lingua franca digital: Transformasi komunikasi Generasi Z. Jurnal Kajian Budaya Digital, 5(1), 34-50.











