PEMBELAJARAN HAM DI SEKOLAH DAN TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PPKN MELALUI PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN HAM SISWA
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model in increasing students' Human Rights (HAM) awareness in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subjects. The research method used is library research with a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out through searching reputable scientific literature, including journal articles, textbooks, and related regulatory documents. The results of the analysis indicate that conventional Civics learning which is theoretical contributes to low social sensitivity and high rates of bullying in schools. The PBL model is proven effective in overcoming these obstacles by exposing students to dilemmas and real case studies of human rights violations. Through the PBL syntax, students are encouraged to think critically, discuss in groups, and formulate solutions to human rights issues. This study concludes that the implementation of PBL in Civics education not only improves students' cognitive understanding, but also reconstructs civic disposition based on values of tolerance and respect for human rights.
References
Zed, Mestika. Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.
Herawati. 2022. “Penerapan Problem Based Learning dalam Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Kesadaran HAM Peserta Didik.” Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora.
Komar, dan Hainun. 2024. “Analisis Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia dalam Buku Teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.” Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. “Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. “Kurikulum Merdeka.”
[UNESCO Human Rights Education] 2023. “Human Rights Education.”
[UNICEF Indonesia]( 2023. “Perlindungan Anak dan Pencegahan Bullying.” Diakses pada Mei 2026.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 2023. “Pencegahan Kekerasan dan Bullying pada Anak.”
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. 2022. “Peran Guru PKn dalam Menanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Bullying di Sekolah.” Diakses dari [Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan](https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPPKn/article?utm_source=chatgpt.com)
Jurnal Pendidikan dan Konseling. 2022. “Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran PKn.” Diakses dari [Jurnal Pendidikan dan Konseling](https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/9678?utm_source=chatgpt.com)
Fadila, A., dkk. (2024). Analisis pelanggaran hak asasi manusia di era digital. HAKIM: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 2(1), 15-25.
Fitriyani, N., & Nugroho, A. (2022). Penerapan case-based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah menengah. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 14(3), 3120-3132.
Jbasic, R. (2023). Tantangan dan kompetensi guru dalam implementasi media pembelajaran digital di sekolah menengah pertama. Jurnal Basicedu, 7(2), 1145-1156.
Maharani, S. (2024). Kesadaran hukum dan pelanggaran HAM digital pada kalangan remaja usia sekolah. HAKIM: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 2(2), 89-98.
Rizkiani, D. (2021). Pembelajaran HAM konvensional vs digital: Studi komparatif motivasi belajar siswa SMP. Jurnal Abdi Masyarakat, 4(1), 45-53.
Snauwaert, D. (2019). Human rights education: Ethics, morality, and critical thinking in political science. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 32(4), 412-423.
Triyanto, T., dkk. (2025). Pemanfataan media interaktif berbasis digital untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sosial. Jurnal Pengabdian UMRI, 7(1), 76-85.











