PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK MASYARAKAT ADAT T`EBA TIMUR ATAS SENGKETA TANAH ULAYAT OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH), DI DESA T`EBA TIMUR KECAMATAN BIBOKI TAN PAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
Abstract
Customary land is land controlled and managed collectively by indigenous communities based on customary law that has been inherited from generation to generation. For the indigenous community of Teba Timur, customary land holds significant social, cultural, economic, and spiritual value as a source of livelihood and communal identity. However, a dispute arose when the Regional Technical Implementation Unit of Forest Management (UPTD KPH) claimed the area as part of a state forest zone, resulting in restrictions on the community’s rights to manage and utilize their customary land. This study aims to examine: (1) the customary legal basis of the Teba Timur indigenous community over customary land that has been traditionally controlled and managed, and (2) the perspective of Indonesian positive law regarding the control and management of land by the UPTD KPH over the customary land of the Teba Timur indigenous community. This research employed an empirical juridical method with a qualitative approach. Data were collected through interviews with village officials, customary leaders, community members, and UPTD KPH personnel, as well as literature studies on relevant legal regulations. The findings indicate that the Teba Timur indigenous community possesses a strong customary legal basis over its customary land due to continuous hereditary control and management. Although customary rights are recognized under Indonesian law, their implementation remains ineffective because of overlapping authority claims. Therefore, stronger legal protection, formal recognition of indigenous communities, regulatory harmonization, and deliberative dispute resolution are required.
References
Amirudin & Zainal Asikin. (2023). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Boedi Harsono. (2020). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya (Cet. ke-13). Jakarta: Djambatan.
B. Ter Haar. (2024). Hukum Adat di Indonesia, Yogyakarta: Nuansa Cendekia (edisi terjemahan ulang karya klasik tentang rechtsgemeenschap dan tanah ulayat sebagai levensraum masyarakat hukum adat.
Kumara, A. R. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Ni’matul Huda. (2021). Hukum Pemerintahan Desa dan Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.
Rahardjo, Satjipto. (2021). Ilmu Hukum (Cet. ke-9). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Salim, H.S. (2024). Dalam Buku Ajar Metode Penelitian Hukum oleh Dr. Wiwik Sri Widiarty, S.H., M.H. Yogyakarta: Publika Global Media.
Sahir, Syafrida Hafni. (2021). Metodologi Penelitian. Jakarta: Penerbit KBM Indonesia.
Soekanto, Soerjono. (2018). Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Soekanto, Soerjono. (2019). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.
Sonny Keraf. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Tolib Setiady. (2019). Intisari Hukum Adat Indonesia dalam Kajian Kepustakaan. Bandung: Alfabeta.
Widiarty, W.S. (2024). Buku Ajar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wiwik Sri Widiarty, S.H., M.H. (2024). Buku Ajar Metode Penelitian Hukum. Yogyakarta: Publika Global Media.
Zulfikar, Rizka, dkk. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif (Teori, Metode dan Praktik). Bandung: Widina Media Utama.
Undang-Undang :
Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 18B ayat (2).
Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 18B.
Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Pasal 3.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Pasal 3 dan Pasal 5.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Pasal 4 ayat (1).
Indonesia. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Indonesia. Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat, Pasal 1 ayat (1).
Indonesia. Peraturan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 90 Tahun 2016 tentang Pembentukan UPTD.
Indonesia. Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.
Indonesia. Putusan MK Nomor 181/PUU-XXII/2024
Jurnal :
Anisah Nurul Shebubakar. (2023). Hukum Tanah Adat/Ulayat. Jurnal Media Ilmu Hukum. https://journal.umy.ac.id/index.php/jmh (diakses pada 1 Maret 2025).
iNews Sumut. "Ritual Manjuluk Sebelum Musim Tanam Benih, Tradisi Suku Batak agar Hasil Panen Melimpah." https://sumut.inews.id/berita/ritual-manjuluk-sebelum-musim-tanam-benih-tradisi-suku-batak-agar-hasil-panen-melimpah/. Diakses 3 Februari 2026.
M.S. Pulungan. (2023). Sejarah Hukum Tanah Ulayat dan Model Penanganan Konflik. Jurnal Hukum. https://ujh.unja.ac.id (diakses pada 4 Juni 2025).
M. Zulfa Aulia. (2022). Friedrich Carl von Savigny tentang Hukum: Hukum sebagai Manifestasi Jiwa Bangsa. Undang: Jurnal Hukum. https://ujh.unja.ac.id/index.php/home (diakses pada 5 Juni 2025).
Rijali, A. (2024). Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadharah. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/alhadharah/issue/view/732 (diakses pada 5 Juni 2025).
Retno Kus Setyowati. (2018). Pengakuan Negara Terhadap Masyarakat Hukum Adat. JurnalMulia Hukum https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jbmh (diakses pada 15 September 2025).
Dr. H. Boy Nurdin, S.H., M.H.. (2025). Konsep Keadilan dan Ketidakadilan dalam Cicero.Praxis: Jurnal Filsafat Terapan. https://journal.forikami.com/index.php/praxis (diakses pada 15 September 2025).
Artikel dan sumber lainnya :
Asep Ganda Sadikin. (2025). Kaidah Editing Karya Tulis Ilmiah. Scribd. https://www.scribd.com/document/540845268/Kaidah-Editing-Karya-Tulis-Ilmiah (diakses pada 15 Maret 2025).
Amnesty International Indonesia. (2025). Hak Masyarakat Adat. https://www.amnesty.id/referensi-ham/amnestypedia/hak-masyarakat-adat/. (diakses pada 4 Juni 2025)
Ismail Hasani, S.H., M.H. (2024). Keterangan ahli dalam sidang PTUN Jakarta, sebagaimana dikutip dalam PP Man, Tiga Ahli Memberi Keterangan di Depan Majelis Hakim PTUN Jakarta, 20 Maret 2024. https://ppman.org/tiga-ahli-memberi-keterangan-di-depan-majelis-hakim-ptun-jakarta-perintah-konstitusi-uu-masyarakat-adat-harus-segera-disahkan/ (diakses pada 9 September 2025).
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke-V, “Adat”. https://kbbi.kemdikbud.go.id (diakses pada 12 September 2025).
Kementrian Kehutanan. (2025). https://www.kehutanan.go.id/program/KESATUAN-PENGELOLAAN-HUTAN-- (dakses pada Agustus 2025)
Nurdiansyah Halidjo, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). (2025). Mengenal Siapa Itu Masyarakat Adat. https://aman.or.id/news/read// (diakses pada Maret 2025)
United Nations. (2007). United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples (UNDRIP), Pasal 19 dan 32.
UPT KHP Tarakan. (2025). Tugas dan Fungsi Kesatuan Pengelola Hutan. https://kphtarakan.kaltaraprov.go.id/home/tugasfungsi (diakses pada Agustus 2025)











