IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN KAMPUS : STUDI PADA MAHASISWA PAI UIN GUSDUR PEKALONGAN
Abstract
ABSTRACT
Character education in higher education faces serious challenges due to youth moral degradation and digital disruption that shifts exemplary values. This study aims to describe and analyze the implementation of character education among Islamic Religious Education (PAI) students at K.H. Abdurrahman Wahid State Islamic University (UIN Gusdur) Pekalongan. The method employed is qualitative with a library research approach, supported by content analysis techniques on primary and secondary sources. The results show that the implementation of character education at UIN Gusdur Pekalongan adopts an integrative-holistic model through two main channels: formal curriculum (explicit curriculum) integrating character values in semester learning plans, and hidden curriculum utilizing the campus ecosystem and academic culture. The main values internalized include religious moderation (wasathiyah), tolerance, and academic integrity. Despite facing challenges from post-truth phenomena, echo chambers, and decreased face-to-face interaction, the implementation is optimized through collaborative strategies involving lecturers, study program leaders, and student organizations, as well as authentic evaluation based on behavioral observation and self-reflection portfolios. This study recommends strengthening the role of lecturers as digital mentors and revitalizing physical dialogical spaces to maximize exemplary processes.
References
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, M. (2022). Kolaborasi dosen dan organisasi mahasiswa dalam penguatan karakter religius di perguruan tinggi Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 4(1), 45-58.
Aziz, F., & Rahman, S. (2023). Hidden curriculum dan pembentukan habitus moral mahasiswa PAI di era kontemporer. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12(2), 112-128.
Bahtiar, A. (2021). Tantangan keteladanan dosen PAI dalam pembelajaran hybridi pasca pandemi. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Tauhid dan Grundtvigian, 8(1), 33-46.
Cahyono, R. B. (2022). Integritas akademik dan kejujuran ilmiah: Perspektif mahasiswa pendidikan agama Islam. Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 9(2), 201-215.
Fauzi, A. (2021). Moderasi beragama sebagai karakter utama mahasiswa PTKIN: Sebuah tinjauan literatur. Journal of Islamic Education in Indonesia, 3(1), 15-29.
Firmansyah, D. (2024). Evaluasi autentik pendidikan karakter di perguruan tinggi: Dari kognitif menuju afektif. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 15(1), 55-68.
Hartono, W. (2025). Literasi digital dan etika siber: Strategi baru pendidikan karakter di kampus. Teknopedia Jurnal Pendidikan, 6(1), 88-102.
Hidayat, R., & Kusuma, A. P. (2023). Integrasi nilai-nilai karakter dalam RPS mata kuliah kependidikan di UIN Gusdur Pekalongan. Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam, 5(2), 134-149.
Iskandar, M. (2024). Redefinisi peran dosen PAI sebagai mentor digital di era disrupsi informasi. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 77-92.
Jamil, M. (2022). Pengabdian masyarakat berbasis moderasi: Implementasi nilai karakter mahasiswa PAI. Journal of Community Service and Empowerment, 4(2), 210-222.
Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Kurniawan, S. (2021). Budaya akademik sebagai media internalisasi karakter di perguruan tinggi. Jurnal Manajemen Pendidikan Tinggi, 7(1), 40-53.
Lestari, P., & Amin, S. (2024). Penguatan nilai toleransi dan inklusivitas pada mahasiswa calon guru PAI. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 9(1), 66-81.
Maulana, I. (2023). Keteladanan dosen dan dampaknya terhadap empati sosial mahasiswa pendidikan agama Islam. Psikopedagogia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 11(2), 150-164.
Nasution, H. (2022). Menurunkan residu individualisme mahasiswa melalui revitalisasi interaksi tatap muka di kampus. Jurnal Sosiologi Pendidikan Islam, 5(1), 22-35.
Pratama, Y. (2023). Fenomena post-truth dan ancamannya terhadap karakter toleransi pemuda di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 8(2), 105-118.
Rahman, T. (2022). Model integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan tinggi Islam. Al-Dzahab: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 89-104.
Rahayu, S. (2021). Sinergitas HIMA dan Dosen dalam pembinaan karakter mahasiswa PAI. Jurnal Organisasi dan Manajemen Pendidikan, 4(2), 77-90.
Santoso, B., & Purnomo, H. (2025). Portofolio refleksi diri sebagai instrumen asesmen karakter mahasiswa. Asesmen Pendidikan: Jurnal Teori dan Praktik, 10(1), 12-25.
Saputra, E. (2024). Efektivitas integrasi karakter dalam RPS terhadap kesadaran moral mahasiswa. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 12(1), 34-48.
Syahril, M. (2022). Algoritma media sosial dan echo chamber: Tantangan baru pendidikan karakter di kampus. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(2), 188-201.
Taufik, A. (2023). Membangun nalar kritis dan toleran mahasiswa PAI di tengah gempuran informasi hoaks. Jurnal Literasi Pendidikan Islam, 7(1), 55-69.
Ulum, M. (2021). Kajian kitab kuning kontekstual sebagai basis pembentukan karakter moderat. Journal of Quran and Hadith Studies, 9(2), 145-160.
Wulandari, C. (2024). Persepsi mahasiswa PAI terhadap keteladanan moral dosen di lingkungan kampus. Jurnal Kependidikan Islam, 11(1), 99-114.
Yulianto, A. (2022). Plagiarisme dan integritas akademik: Studi kasus mahasiswa tingkat akhir PAI. Jurnal Etika dan Hukum Pendidikan, 5(2), 211-225.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Zuhdi, M. (2023). Mentor digital: Paradigma baru dosen PAI dalam membimbing etika bermedia sosial mahasiswa. Jurnal Tarbiyah dan Teknologi Pendidikan, 8(1), 44-58.
Zulfiati, S., & Syah, M. (2022). Program mentoring sebaya sebagai strategi penguatan karakter religius mahasiswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 6(2), 133-147.











