PENGEMBANGAN WEBGIS SEBAGAI MEDIA INFORMASI MITIGASI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN JAYAPURA
Abstract
Jayapura Regency is one of the regions in Papua Province with a relatively high level of flood vulnerability, particularly around the Sentani Watershed and the Cycloop Mountains. High rainfall intensity, degradation of the water catchment area, sedimentation of Lake Sentani, and the limited availability of interactive spatial information media are factors that exacerbate the impact of flood disasters on the community. This study aims to design and develop a WebGIS (Web-based Geographic Information System) as a flood disaster mitigation information medium that presents flood-prone area distribution, evacuation routes, assembly points, and historical disaster records interactively and accessibly for both the public and stakeholders. The system was developed using a prototyping approach consisting of requirements gathering, prototype design, evaluation, and iterative refinement. The system was built using web technologies (HTML, CSS, JavaScript) integrated with the Leaflet mapping library and a spatial database to display interactive maps. Spatial and non-spatial data were obtained from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Jayapura Regency, the National Disaster Management Authority (BNPB) through the inaRISK portal, and the Central Statistics Agency (BPS) of Jayapura Regency. Black box testing results indicate that all main system functions operate as designed. A usability testing framework based on the System Usability Scale (SUS) was also developed to measure user acceptance and should be completed during the field trial stage with BPBD staff and the local community. This research is expected to contribute to faster, more transparent, and more participatory disaster information dissemination for the community and local government of Jayapura Regency.
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2008). Pedoman pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nomor 3 Tahun 2008. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2015). Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2015–2045. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2016). Risiko Bencana Indonesia (RBI). BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Banjir landa tiga distrik di Kabupaten Jayapura. Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Geoportal Data Bencana Indonesia. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). InaRISK: Sistem informasi geospasial risiko bencana Indonesia. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026). Arus deras, banjir landa Kota Jayapura. Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayapura. (2024). Statistik daerah Kabupaten Jayapura 2024 (Katalog No. 1101002.9403). BPS Kabupaten Jayapura.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayapura. (2025). Kabupaten Jayapura dalam angka 2025 (Katalog No. 1102001.9403). BPS Kabupaten Jayapura.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2023). Banjir melanda Kota Jayapura serta meluapnya Danau Sentani. Kementerian PUPR.
Fadhilah, M., & Kumalawati, R. (2026). Analisis spasial kerawanan banjir menggunakan metode AHP berbasis WebGIS. Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin.
Fajar Papua. (2026, 8 April). Danau Sentani meluap, hujan lebat picu banjir di Kabupaten Jayapura. Fajar Papua.
Fariza, A., & Handayani, B. L. (2022). Tindakan struktural mitigasi bencana pemerintah di Indonesia. Jurnal Analisa Sosiologi, 11(2), 288-305.
Febriana, K. A., Watie, E. D. S., Fanani, F., & Setiawan, Y. B. (2025). Media Sosial Dan Transformasi Komunikasi Publik: Dari Opini Hingga Mitigasi Bencana. Penerbit Mitra Cendekia Media.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2024). Pemerintah bahu-membahu atasi dampak banjir dan longsor di Jayapura. Kemenko PMK.
Mongabay Indonesia. (2018). Sedimentasi di Danau Sentani, melihat wajah Jayapura yang sedang kritis. Mongabay Indonesia.
Mulyani, S. (2022). Sistem informasi mitigasi bencana banjir berbasis Android pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Gorontalo. Diffusion: Journal of Systems and Information Technology, 2(1), 1–10.
Nirwansyah, A. W. (2024). Geodata dan Pemanfaatannya dalam Isu Kebencanaan.
Pemerintah Kabupaten Jayapura. (2021). Profil daerah Kabupaten Jayapura. Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Pratama, A. D., dkk. (2022). Aplikasi WebGIS ancaman bencana banjir menggunakan ArcGIS Experience. Jurnal Geodesi Universitas Diponegoro, 11(4), 1–12.
Putra, R. H., dkk. (2025). Pengembangan sistem informasi pemetaan risiko bencana banjir dan gempa bumi di Sumatera Barat berbasis Web GIS. Journal of Innovative and Creativity, 3(2), 100–112.
Rahmadani, S., dkk. (2025). Pemanfaatan aplikasi pemetaan risiko banjir dinamis berbasis WebGIS sebagai upaya mitigasi bencana banjir masyarakat Kota Bandung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 5(1), 1–10.
Rasyid, F. M., Rustiyana, H., Surjati, E., & Juansa, A. (2026). Teknologi WebGIS: Konsep, Arsitektur, dan Aplikasinya. Star Digital Publishing.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Sekretariat Negara.
Salipu, M. A., Hasrul, H., & Utomo, S. (2020). Arsitektur Vernakular Papua Dalam Rancangan Pengembangan Kawasan Wisata Danau Sentani Kabupaten Jayapura. Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi, 10(2).
Santoso, B., dkk. (2025). Analisis indeks risiko bencana alam banjir berbasis WebGIS menggunakan metode AHP dan Natural Breaks (Jenks). Jurnal JATI, 9(5), 1–15.
Tebay, V., Sos, S., Wonar, K., Tokoro, N. A. V., Sos, S., Halil, H., & IP, S. (2024). Sektor Kehutanan: Tinjauan dari Perspektif Gender dan Antikorupsi. Penerbit Adab.
Wikipedia. (2024). Lake Sentani. Wikimedia Foundation.
Yusra, A. (2023). Penggunaan Leaflet untuk menyusun aplikasi WebGIS. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi.











