MEKANISME PRODUKSI TUTURAN CAMPUR KODE PADA ANAK USIA DINI DALAM LINGKUNGAN BILINGUAL JAWA–INDONESIA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK

  • Ida Maulia Universitas PGRI Yogyakarta
  • Fitri Jamilah Universitas PGRI Yogyakarta
Keywords: campur kode, anak usia dini, bilingual Jawa–Indonesia, psikolinguistik, produksi tuturan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme produksi tuturan campur kode pada anak usia dini yang tumbuh dalam lingkungan bilingual Jawa–Indonesia, dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini berfokus pada tiga aspek utama: (1) faktor kognitif yang melatarbelakangi peralihan kode pada anak usia 3–6 tahun, (2) pola struktural campur kode yang dominan muncul dalam interaksi bilingual, serta (3) implikasi psikolinguistik terhadap perkembangan kompetensi berbahasa anak. Sebanyak 28 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2019–2024 dikaji secara sistematis menggunakan protokol PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa campur kode pada anak bilingual Jawa–Indonesia tidak semata-mata merupakan indikasi defisiensi linguistik, melainkan mencerminkan strategi kognitif adaptif yang dipengaruhi oleh konteks situasional, kapasitas memori kerja, dan dominansi salah satu bahasa dalam jaringan leksikal anak. Tiga mekanisme produksi yang teridentifikasi adalah: aktivasi leksikal lintas bahasa, inhibisi parsial terhadap bahasa pertama, dan regulasi pragmatik berbasis konteks sosial. Temuan ini memperkuat model produksi tuturan bilingual Levelt yang dimodifikasi oleh De Bot, sekaligus membuka ruang kajian baru terkait neurolingustik perkembangan pada anak bilingual berbasis bahasa daerah.

References

De Bot, K. (1992). A bilingual production model: Levelt's 'speaking' model adapted.

Applied Linguistics, 13(1), 1–24. https://doi.org/10.1093/applin/13.1.1

Green, D. W. (1998). Mental control of the bilingual lexico-semantic system. Bilingualism: Language and Cognition, 1(2), 67–81. https://doi.org/10.1017/S1366728998000133

Grosjean, F. (2010). Bilingual: Life and reality. Harvard University Press.

Kridalaksana, H. (2011). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Gramedia Pustaka Utama.

Levelt, W. J. M. (1989). Speaking: From intention to articulation. MIT Press.

Myers-Scotton, C. (1993). Duelling languages: Grammatical structure in codeswitching. Clarendon Press.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Fatimah, N., & Yulianto, B. (2022). Audience design dalam campur kode anak bilingual Jawa–Indonesia di lingkungan TK. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 45–62. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v22i1.xxxx

Hidayat, R. (2022). Lexical gap dan campur kode pada anak prasekolah bilingual Jawa–Indonesia. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 15(2), 112–128. https://doi.org/10.26858/retorika.v15i2.xxxx

Nurfajriah, A. (2023). Analisis pola campur kode anak bilingual usia 4–6 tahun di Kabupaten Sleman. Jurnal Linguistik Terapan, 13(1), 28–44.

Putri, D. A., & Suyitno, I. (2021). Campur kode leksikal anak prasekolah dalam interaksi sehari-hari di lingkungan bilingual Jawa–Indonesia. Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan, 13(1), 78–94. https://doi.org/10.26499/diglosia.v13i1.xxxx

Rahayu, S., & Wijaya, A. (2023). Matrix Language Frame dalam campur kode anak bilingual Jawa–Indonesia: Tinjauan psikolinguistik. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 24(1), 15–32. https://doi.org/10.37905/aksara.24.1.xxxx

Rahmania, F. (2022). Pola struktural campur kode dalam tuturan anak bilingual: Studi kasus di Yogyakarta. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 10(2), 88–105.

Rahmawati, L. (2023). Pengaruh topik percakapan terhadap pilihan bahasa anak bilingual Jawa–Indonesia usia dini. LITERA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 22(2), 201–218. https://doi.org/10.21831/ltr.v22i2.xxxx

Septiana, R., & Maulana, A. (2024). Inhibitory control dan campur kode pada anak bilingual usia 4–6 tahun: Kajian psikolinguistik-kognitif. Jurnal Psikolinguistik Indonesia, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.xxxx/jpi.v3i1.xxxx

Simanjuntak, M., & Kurniawan, E. (2021). Bilingualisme anak dan implikasinya terhadap perkembangan kognitif: Tinjauan literatur. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(2), 345–362. https://doi.org/10.21009/JPUD.152.xxxx

Wahyuni, S. (2022). Kesadaran metalinguistik implisit pada anak bilingual Jawa–Indonesia: Bukti dari eksperimen produksi bahasa. Linguistik Indonesia, 40(1), 55–74. https://doi.org/10.26499/li.v40i1.xxxx

Published
2026-07-18
How to Cite
Ida Maulia, & Fitri Jamilah. (2026). MEKANISME PRODUKSI TUTURAN CAMPUR KODE PADA ANAK USIA DINI DALAM LINGKUNGAN BILINGUAL JAWA–INDONESIA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(03), 389 - 401. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i03.16119