Emotional Eating sebagai Respons terhadap Tekanan Emosional pada Remaja dan Dewasa Awal
Abstract
Emotional eating merupakan perilaku makan yang dilakukan sebagai respons terhadap kondisi emosional, sepertistres, sedih, marah, atau cemas, bukan semata-mata karena rasa lapar fisiologis. Perilaku ini cukup rentan terjadi pada remajadan dewasa awal karena pada fase tersebut individumenghadapi berbagai tuntutan perkembangan, akademik, sosial, dan personal yang dapat memengaruhi kondisi emosionalmereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkankecenderungan emotional eating pada remaja dan dewasa awalserta mengidentifikasi dampaknya terhadap kondisi emosional, sosial, dan akademik. Penelitian menggunakan pendekatankuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melaluikuesioner daring menggunakan Google Form yang disebarkankepada 85 responden usia remaja dan dewasa awal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,3% responden mencari makanan ketika mengalami stres, 42,4% mengalami dorongan makan yang kuat saat merasa sedih ataumarah, dan 49,4% mengonsumsi makanan manis atau berlemaksecara berlebihan ketika suasana hati sedang buruk. Selain itu, 54,1% responden mengaku merasa menyesal atau kecewaterhadap diri sendiri setelah makan berlebihan. Meskipundemikian, sebagian besar responden tidak mengalami dampakyang signifikan terhadap kehidupan sosial maupun aktivitasakademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa emotional eating pada responden lebih banyak berfungsi sebagaimekanisme coping emosional sementara dibandingkan sebagaigangguan perilaku makan yang berat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kemampuan regulasi emosi dan strategi coping yang lebih adaptif untuk mencegah berkembangnyaperilaku emotional eating yang berlebihan.
References
Amelia, R. F., Suharmanto, S., Azka, L., & Saftarina, F. (2025). Hubungan tingkat stres dengan emotional eating pada mahasiswa. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 1(1).
Chamberlin, A., Nguyen-Rodriguez, S. T., Gray, V. B., Reiboldt, W., Peterson, C., & Spruijt-Metz, D. (2018). Academic-Related Factors and Emotional Eating in Adolescents. Journal of School Health, 88(7), 493–499.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Defi, R. S. (2025). Hubungan Stres Akademik dengan Emotional Eating Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Katolik Soegijapranata. Praxis: Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring, 7(2).
Fathanah, N., & Hasanah, N. (2021). Pengaruh neuroticism terhadap emotional eating. Jurnal Sains Psikologi, 10(1), 31–40.
Gross, J. J. (1998). The Emerging Field of Emotion Regulation: An Integrative Review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.
Gryzela, E., & Ariana, A. D. (2021). Hubungan antara Stres dengan Emotional Eating pada Mahasiswa Perempuan yang Sedang Mengerjakan Skripsi. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(1), 18–26.
Khaerunnisa, A. T., Hidayanty, H., Salam, A., Hasan, N., & Rachmat, M. (2025). Hubungan Tingkat Stres dengan Perilaku Emotional Eating pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 14(1).
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. New York: Springer Publishing Company.
Macht, M. (2008). How Emotions Affect Eating: A Five-Way Model. Appetite, 50(1), 1–11.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Ramadhani, I. R., & Mastuti, E. (2022). Hubungan antara stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 2(1), 686–692.
Ramadhani, S. P., Pratikto, H., & Suhadianto. (2025). Stres Akademik dengan Emotional Eating pada Mahasiswa. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(1).
Sari, N., dkk. (2024). Hubungan stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa. Jurnal Jiwa.
Shriver, L. H., Dollar, J. M., Calkins, S. D., Keane, S. P., Shanahan, L., & Wideman, L. (2021). Emotional Eating in Adolescence: Effects of Emotion Regulation, Weight Status and Negative Body Image. Nutrients, 13(1), 79.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
van Strien, T., Beijers, R., Smeekens, S., Winkens, L. H. H., & Konttinen, H. (
. Parenting Quality in Infancy and Emotional Eating in Adolescence: Mediation Through Emotion Suppression and Alexithymia. Appetite, 141, 104339.
Wijaja, M. A. (2024). Prevalensi emotional eating pada kadet mahasiswa cohort 1 Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(3), 357–366.
Wijayanti, R. Y., & Fathiyah, K. N. (2024). Pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku emotional eating pada mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Acta Psychologia, 6(1), 1–10.











