PERAN GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA SDN 83 PEKANBARU

  • Famela Ayuni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Islam
  • Febrina Dafit Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Islam
Keywords: Delinquency, Students, Elementary School

Abstract

Student delinquency is the behavior or actions of students that can cause problems, harm themselves or others, and violate moral values and social values. This study aims to determine (1) the teacher's role in dealing with student delinquency at SDN 83 Pekanbaru. This type of research is descriptive qualitative research. This research was conducted at SDN 83 Pekanbaru. The object of this research is student delinquency. The data collected are interview transcripts, observation sheets, and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman models, namely data collection, data presentation, data reduction, and drawing conclusions. Checking the validity of the data was carried out using the source triangulation technique. The results showed that (1) the forms of delinquency carried out by students were bullying, fighting and smoking. The role of the teacher in dealing with existing delinquency, namely the teacher's role in educating, training, guiding and dealing with student delinquency is (a) giving reprimands and advice, (b) giving punishment, and (c) making a student agreement. This effort was made to provide a deterrent effect so that he would not repeat his mischief again. Preventing student behavior in the form of delinquency requires an evaluation of school programs as well as collaborative efforts between the school and family.

References

Adriani dan Wirjatmadi. 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Kencana.Jakarta
Amri, Sofyan. 2008. Pengembanagn & Model Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Jakarta:PT. Prestasi Pustakaraya.
Arikunto, S. 2013.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi.Jakarta: PT. Rineka Cipta
Arifin, Zainal, 2014, Penelitian Pendidikan (Metode dan Paradigma Baru), Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Bruce. (2015). Konsep Anak Usia Sekolah. Journal of Chemical Information and Modeling, 64(9), 20.
Djamarah, Syaiful Bahri . 2014 . Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi Dalam Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.
Djiwandono, S.E.W. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Grasindo.
Ermindyawati. (2019). Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Prilaku Siswa-Siswi Di SD Negeri 01 Ujung Watu Jepara. Jurnal FIDEI, 2(1), 43.
Gularso, Dhiniaty, and Mita Indrianawati. 2022. “Kenakalan Siswa Di Sekolah Dasar.” Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An 6 (1):
54– 63.
Gunarsa, Singgih D. 2008. Psikologi Anak: Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Hidayah, N. A., Afifulloh, M., & Sulistiono, M. (2021). Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas Bawah di MI Bahrul Ulum Sekapuk Ujungpangkah Gresik.JPMI:Jurnal PendidikanMadrasahIbtidaiyah,3(1).h ttp://riset.unisma.ac.id/index.php/JP MI/inde.
Hamid, A. (2017). Guru Professional. Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman Dan Kemasyarakatan, 17(32), 274–275.
Irma, A. D. E., & Zulkarya, I. (2020). Studi Pemikiran Imam Musbikin Dalam Mengatasi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. April.
Jeklin, A. (2019). Anak sekolah menurut WHO. July, 1–23.
Juhji. (2016). Peran guru dalam pendidikan. Studia Didaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 10(1), 52–62
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 1 (3): 139–47
Kartini Kartono. 2011. Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta: PT. Rajawaligrafindo Persada.
Karwati, E. dan Priansa, D. J. (2014). Manajemen Kelas (Classroom Management) Guru Profesional Yang Inspiratif, Kretatif, Menyenangkan Dan Berprestasi. Bandung: Alfabeta.
Khaulani, F., S, N., & Irdamurni, I. (2020). Fase Dan Tugas Perkembangan Anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1), 51.
https://doi.org/10.30659/pendas.7.1.5 1-59
Khusnul khotimah. 2019. Peran Guru Dalam Emningkatkan Motivasi Pembelajaran Ipa Kelas IV SD 2 Purwodadi Di Masa Pandemi. Jurnal Pendidikan Dan Keguruan. Vol. 1.
Kunandar. (2014). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kurniawati, K., Santoso, S., & Utomo,
S. (2021). the Effect of Snowball Throwing and Problem Based Learning Models on Students’ Social Science Learning Motivation At Grade Iv Sunan Ampel Demak Cluster. JURNAL PAJAR(PendidikanDanPengajaran),5 (4),1102.https://doi.org/10.33578/pjr.v 5i4.8361.
Lestari, S. (2022). Jurnal Pendidikan dan Konseling . 4, 13491358.
LESTARI, C. C. B. (2021). Upaya
Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kenakalan
Peserta Didik Di Sma Negeri 2 Luwu.http://repository.iainpalopo.ac.id
/id/eprint/3035/1/CITRA BUNGA LESTARI.pdf
Lidya Sayidatun Nisya’. 2012.
Religiusitas, Kecerdasan Emosional dan Kenakalan Remaja. Jurnal
Psikologi. Volume 7 No. 2, Agustus
2012: 562–584.

Manizar, E. (2015). Peran Guru sebagai Motivator dalam Belajar. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 171–188. jurnal.radenfatah.
MIFTAHUL RESKI PUTRA NASJUM.
(2020). No Title. Kaos GL Dergisi, 8(75), 147–154.
Miles, Matthew B. & Huberman, A. Michael, Analisis Data Kualitatif, Jakarta: UI Press, 2009
Nilamsari,Natalina (2014).Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif.
(Pratiwi & Kurniawan, 2018)Pratiwi,
N. Q. E., & Kurniawan, A. R. (2018). Identifikasi Kenakalan Siswa Di Sekolah Dasar. Artikel Ilmiah : Mata Kuliah Belajar Dan Pembelajaran, 9.
Putra, A. R. B. (2015). Peran Guru Bimbingan Konseling Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah.
Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 10(1), 32– 39.
Rahmat,Pupu, Saeful (2019). Penelitian Kualitatif. Jurnal Equilibrium (Volume 5 No 9. Januari-
Juni 2009).1-8.
Riyanni. (2022). Peranan Penting Guru Indonesia Dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Serta Tantangannya Pada Pembelajaran Abad 21.
Thesiscommons.Org,1–6. https://thesiscommons.org/2y4m8/do wnload?format=pdf.
Sabri, H. A. (2010). Strategi Belajar Mengajar Dan Micro Teaching.
Ciputat: Quantum Teaching.
Sanjaya, H. W. (2012). Perencanaan dan Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Safriana. 2012. Perilaku Memilih Jajanan Pada Siswa Sekolah Dasar di SDN Garot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar tahun 2012. Skripsi. Jakarta : Universitas Indonesia.
Sardiman. (2018). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Depok: Rajawali Pers. Sarwirini. (2011).
Kenakalan Anak (Juvenile Deliquency): Kausalitas dan Upaya Penanggulangannya. Jurnal Perspektif , 16 (4), 1-8.
Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja, Jakarta, Rajawali Pers, 2013, h.200-201
Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung,Remaja Rosdakarya, 2014,
h. 32 sumiati. (2018). Sumiati. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 1–20.
Sujarweni, Wiratna (2019). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV
Sugiyono. (2019). Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: ALFABETA
Suharni dan Purwanti. (2018). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.
GCouns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling. 3 (1): halaman 131-145
Sudarsono. (2012). Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta.
SH.,MA, Raihana. 2016. “Kenakalan Anak (Juvenile Deliquency) Dan Upaya Penanggulangannya.” Sisi Lain Realita 1 (1): 72.
Uno Dan Lamatenggo, Nina (2016). Tugas Guru Dalam Pembelajaran Aspek Yang Memengaruhi. Jakarta: Sinar Grafika Offset.
Wahidmurni. (2017). Pemaparan Metode Penelitian Kualitatif. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (6), 67–72
Widodo, G. S., Hariyono, & Hanurawan, F. (2016). Persepsi Guru tentang Kenakalan Siswa: Studi Kasus di Sekolah Dasar “Raja Agung.” Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran (JPP), 23(2), 142–153.
Wulandari, Dasu Oka, and Hodriani Hodriani. 2019. “Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mencegah Kenakalan Remaja Di Sekolah.
Published
2023-07-31
How to Cite
Famela Ayuni, & Febrina Dafit. (2023). PERAN GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA SDN 83 PEKANBARU. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(3), 1250 - 1257. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i3.1586