SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) DALAM KONSELING ANAK DAN REMAJA: TEKNIK, IMPLEMENTASI, DAN INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM
Abstract
ABSTRACT
Psychological problems among children and adolescents—including anxiety, low self-esteem, interpersonal conflict, and risk behaviors—continue to rise, demanding effective and contextually sensitive counseling approaches. Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) focuses on solutions rather than pathology, the future rather than the past, and client strengths rather than deficits. This conceptual article elaborates the theoretical foundations, core techniques, and implementation procedures of SFBT in child and adolescent counseling, integrating Islamic values relevant to the Indonesian context. Techniques examined include the Miracle Question, Exception-Finding Questions, Scaling Questions, Coping Questions, the EARS Technique, the Formula First Session Task (FFST), and the use of compliments. Each is mapped onto Islamic concepts such as husnudzon, tawakal, muhasabah, ikhtiar, sabar, and qana'ah, supported by relevant Qur'anic verses and hadiths. This integration rests on an epistemological alignment between SFBT's strength-based orientation and the Islamic view of human nature as inherently capable of positive change.
Keywords: solution-focused brief therapy, Islamic integration, child and adolescent counseling
ABSTRAK
Permasalahan psikologis pada anak dan remaja—mulai dari kecemasan, rendah diri, konflik interpersonal, hingga perilaku berisiko—terus meningkat dan menuntut pendekatan konseling yang efektif, efisien, dan kontekstual. Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) berfokus pada solusi, bukan patologi; pada masa depan, bukan masa lalu; dan pada kekuatan klien, bukan defisitnya. Artikel konseptual ini menguraikan landasan teoretis, teknik-teknik utama, dan prosedur implementasi SFBT dalam konseling anak dan remaja, sekaligus mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam yang relevan dengan konteks Indonesia. Teknik yang dibahas meliputi Miracle Question, Exception-Finding Questions, Scaling Questions, Coping Questions, EARS Technique, Formula First Session Task (FFST), dan teknik pemberian pujian. Setiap teknik dipetakan terhadap konsep keislaman seperti husnudzon, tawakal, muhasabah, ikhtiar, sabar, dan qana'ah, beserta rujukan ayat Al-Qur'an dan hadits. Integrasi ini bertumpu pada keselarasan epistemologis antara orientasi kekuatan SFBT dan pandangan Islam tentang fitrah manusia sebagai makhluk yang berpotensi untuk berubah dan berkembang.
Kata kunci: solution-focused brief therapy, integrasi Islam, konseling anak dan remaja
References
Basri, B. (2020). Pengembangan model keilmuan bimbingan dan konseling Islam melalui jurnal Hisbah: Jurnal bimbingan konseling dan dakwah Islam. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 2(1), 15–32.
Berg, I. K., & Szabó, P. (2005). Brief coaching for lasting solutions. W. W. Norton & Company.
Corey, G. (2017). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.
de Shazer, S. (1988). Clues: Investigating solutions in brief therapy. W. W. Norton & Company.
de Shazer, S., Dolan, Y., Korman, H., Trepper, T., McCollum, E., & Berg, I. K. (2021). More than miracles: The state of the art of solution-focused brief therapy (2nd ed.). Routledge.
Dolan, Y. (1991). Resolving sexual abuse: Solution-focused therapy and Ericksonian hypnosis for adult survivors. W. W. Norton & Company.
Fadli, M. (2019). Konseling Islami: Konsep, prinsip, dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7(1), 45–60.
Gingerich, W. J., & Eisengart, S. (2000). Solution-focused brief therapy: A review of the outcome research. Family Process, 39(4), 477–498. https://doi.org/10.1111/j.1545-5300.2000.39408.x
Gingerich, W. J., & Peterson, L. T. (2013). Effectiveness of solution-focused brief therapy: A systematic qualitative review of controlled outcome studies. Research on Social Work Practice, 23(3), 266–283.
Hamdan, A. (2008). Cognitive restructuring: An Islamic perspective. Journal of Muslim Mental Health, 3(1), 99–116. https://doi.org/10.1080/15564900802035268
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Laporan nasional. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026a). Alarm kesehatan mental anak: CKG temukan ratusan ribu anak bergejala cemas dan depresi. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026b). Masalah kesehatan jiwa dialami sekitar 28 juta penduduk Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
Kim, J. S., & Franklin, C. (2015). Understanding emotional change in solution-focused brief therapy: Facilitating positive emotions. Best Practices in Mental Health, 11(1), 25–41.
Lathifah, M., & Muslimin. (2019). Efektivitas SFBT berbasis nilai Islam dalam menurunkan kecemasan santri pesantren. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 7(2), 88–96.
Nelson-Jones, R. (2014). Practical counselling and helping skills (6th ed.). SAGE Publications.
Samsul Munir Amin. (2016). Bimbingan dan konseling Islam (3rd ed.). Amzah.
Zainudin, Z. N., & Yusof, N. M. (2015). Solution-focused brief therapy to improve study skills among secondary school students: A preliminary study. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 191, 2–9.
Zhafirah, A. Z., & Hastono, S. P. (2026). Analisis disparitas geospasial dan determinan sosio-demografis masalah kesehatan jiwa di Indonesia: Analisis data SKI 2023. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 6(2), Article 1.











