PRAKTIK MENGEMIS GIFT DALAM LIVE TIKTOK: KAJIAN FENOMENOLOGI PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Abstract
Fenomena mengemis online dalam live TikTok saat ini semakin berkembang dan mulai dianggap sebagai hal yang biasa di kalangan pengguna media sosial, khususnya remaja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah praktik meminta gift yang dilakukan secara terbuka melalui interaksi emosional sehingga perlahan mengalami normalisasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik meminta gift dalam live TikTok serta memahami pengalaman dan pemaknaan pengguna terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman dan pemaknaan pengguna terhadap fenomena tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas live TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mengemis online dilakukan melalui berbagai bentuk komunikasi seperti candaan, tantangan, dan interaksi emosional untuk menarik perhatian audiens agar memberikan gift virtual. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola interaksi sosial dalam media digital, di mana perhatian dan simpati publik dimanfaatkan sebagai sarana memperoleh keuntungan. Selain itu, praktik tersebut juga menimbulkan dampak psikologis berupa ketergantungan terhadap validasi sosial dan normalisasi eksploitasi emosi di media sosial.
References
DAFTAR PUSTAKA
Athallah, M. A., Aziz, B., Anggara, A.
Z., Jhonatan, T., Gusneli, G., &
Rahmadhani, E. (2026). Tradisi
Mamukek sebagai Ketahanan
Pangan Biru Nelayan Artisanal
dengan
Pendekatan Common
Property
di
Nagari Sungai
Pinang, Pesisir Selatan, Sumatera
Barat. Aceh
Anthropological
Journal, 10(1), 1-22.
Aziz, B. (2022). Transformation and
Continuity: An Environmental
Anthropology Study on the
Digitalization
Process
Kelompok
by
Pengawas
(POKMASWAS) Taman Kili
Kili Sea Turtle Conservation in
Trenggalek. Megafury
Apriandhini, SH, MHChair of 4th
OSC, 131.
Aziz, B., & Sukmani, K. N. A. (2024).
Hubungan Keeper dan Harimau
Sumatera di Taman Marga Satwa
Budaya Kinantan, Bukittinggi,
Sumatera Barat. ETNOREFLIKA:
Jurnal Sosial dan Budaya, 13(3),
-506.
Creswell, J. W. (2018). Research Design:
Pendekatan Metode Kualitatif,
Kuantitatif,
dan
Campuran.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dhamayanti, E. A., dkk. (2024).
Eksplorasi
interaksi
simbolik
pengemis online di ekosistem
TikTok. Calathu: Jurnal Ilmu
Komunikasi, 3(2), 45–58.
Kussanti, D. P., & Armelsa, D. (2025).
Fenomena normalisasi konten
mengemis gift pada live TikTok
dalam perspektif cyber ethics di
kalangan remaja. Jurnal Media
Penyiaran, 5(1), 22–34.
Limbong, E. G., & Putra, R. S. (2023).
Strategi
komunikasi
di
era
revolusi digital: Kajian fenomena
pengemis online media sosial
TikTok.
GANDIWA Jurnal
Komunikasi, 2(1), 10–19.
Miles, M. B., & Huberman, A. M.
(1992). Analisis Data Kualitatif.
Jakarta:
Universitas Indonesia
Press.
Nasrullah, R. (2017). Media Sosial:
Perspektif Komunikasi, Budaya,
dan
Sosioteknologi. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media.
Raihan, M., Hufad, A., & Achdiani, Y.
(2025).
Mengemis online di
TikTok live: Cara baru cari uang
di
internet. Jurnal Paradigma,
(2), 66–78.
Schutz, A. (1967). The Phenomenology
of
the Social World. Illinois:
Northwestern University Press.
Tamsri, M. A. (2024). Mengemis online
di TikTok: Etika dan perspektif
maslahah mursalah. Fawaid:
Sharia Economic Law Review,
(1), 55–67.











