BAHASA INDONESIA DALAM RUANG DIGITAL : ANTARA KREATIVITAS DAN PERGESERAN KAIDAH PADA MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Abstract
The rapid development of digital spaces has significantly transformed the patterns of Indonesian language use among university students, particularly in communication through social media and instant messaging applications. This study aims to identify forms of linguistic creativity, analyze shifts in Indonesian language norms, and determine the factors influencing digital language use among students of the Mathematics Department at Universitas Negeri Medan. The research employed a descriptive qualitative approach using non-participant observation, documentation, in-depth interviews, and questionnaires distributed to 62 respondents. The findings reveal that linguistic creativity is reflected in the use of abbreviations, slang, emojis, and code-mixing between Indonesian and English in daily digital communication. In addition, shifts in language norms were identified through the dominance of non-standard language varieties, spelling errors, and the neglect of formal linguistic structures. These phenomena are influenced by digital environments, the demand for fast and practical communication, psychological comfort, and social imitation from digital media. This study highlights the importance of strengthening digital language literacy and contextual language learning to encourage students to use Indonesian appropriately according to communication contexts.
Transformasi ruang digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola penggunaan Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa, terutama dalam komunikasi melalui media sosial dan aplikasi percakapan daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kreativitas berbahasa, mengkaji pergeseran kaidah Bahasa Indonesia, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa digital pada mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan, dokumentasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada 62 mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kreativitas berbahasa tampak melalui penggunaan singkatan, bahasa gaul, emoji, dan campur kode antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam komunikasi digital sehari-hari. Selain itu, ditemukan pula kecenderungan pergeseran kaidah bahasa yang ditandai dengan penggunaan ragam nonbaku, kesalahan ejaan, serta pengabaian struktur bahasa formal. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh lingkungan digital, tuntutan komunikasi yang praktis dan cepat, faktor kenyamanan psikologis, serta pengaruh sosial dari media digital. Penelitian ini menekankan perlunya penguatan literasi digital dan pembelajaran bahasa berbasis konteks agar mahasiswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat sesuai situasi komunikasi.
References
Anggraini, D., & Nugroho, R. A. (2021). Penyimpangan kaidah ejaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi mahasiswa di media sosial Instagram. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpbsi.v10i1.38821
Barton, D., & Lee, C. (2022). Language online: Investigating digital texts and practices (2nd ed.). Routledge.
Bilillah, D. F., & Arkan, A. (2022). Alih kode dan campur kode pada caption Instagram mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 115–128. https://doi.org/10.24036/jpbs.v22i1.118765
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fadilah, N., & Hidayat, R. (2023). Fenomena alih kode dan campur kode Bahasa Indonesia–Inggris pada media sosial mahasiswa. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 112–127. https://doi.org/10.24036/jbs.v10i2.119876.
Fadilla, A. S., Alwansyah, Y., & Anggriawan, A. (2023). Pengaruh bahasa gaul terhadap penggunaan Bahasa Indonesia oleh mahasiswa. EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.26714/eunoia.v3i1.2023
Hamid, A. F., Prasetyo, B., & Kurniawan, D. (2023). Identitas kebahasaan generasi Z dalam komunikasi di platform digital: Kajian sosiolinguistik. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 16(1), 67–82. https://doi.org/10.26858/retorika.v16i1.41023.
Kandiawan, A. B. (2022). Code-switching and slang used by Gen Z Indonesians on social media. ELTR Journal, 7(1), 48–56. https://doi.org/10.37147/eltr.v7i1.165
Kushartanti, K., Maulida, S., & Prihantoro, E. (2024). Bahasa anak muda: Dinamika kosakata dan gaya tutur di media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.15294/jbsi.v10i1.78653
Lestari, P. A., Wulandari, S., & Firmansyah, D. (2024). Kreativitas berbahasa mahasiswa dalam ruang digital: Antara adaptasi linguistik dan pelanggaran norma. Jurnal Linguistik Indonesia, 42(1), 33–52. https://doi.org/10.26499/jli.v42i1.312
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Nabila, C., & Idayani, A. (2022). An analysis of Indonesian-English code mixing used in social media (Twitter). J-SHMIC: Journal of English for Academic, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.25299/jshmic.2022.vol9(1).9036
Putri, R. D., & Sari, M. N. (2022). Transformasi bahasa dalam ekosistem komunikasi digital: Perspektif sosiolinguistik kontemporer. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 7(2), 89–104. https://doi.org/10.35316/jibs.v7i2.1876
Sholihah, U., & Rahmawati, F. (2021). Pergeseran kaidah Bahasa Indonesia baku dalam komunikasi digital mahasiswa: Ancaman atau keniscayaan? Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(3), 301–316. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i3.136
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif (3rd ed.). Alfabeta.
Tasyarasita, A. Z., Duhita, M. E., Yulianti, W., & Yustanto, H. (2023). Ragam bahasa slang oleh remaja Gen Z pada media sosial TikTok (kajian sosiolinguistik). Transling Journal: Translation and Linguistics, 3(2), 98–109. https://doi.org/10.20961/transling.v3i2.74673
Wahyuni, E., & Pratama, H. (2022). Dampak penggunaan bahasa informal media sosial terhadap kemampuan menulis akademik mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 1–14. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v22i1.45231
Zuhriyah, A., & Basith, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap pergeseran Bahasa Indonesia pada mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Journal on Education, 5(4), 10844–10850. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2001
Lyznicki, J. M., Young, D. C., Riggs, J. A., Davis, R. M., & Dickinson, B. D. (2001). Obesity: Assessment and management in primary care. American Family Physician, 63(11), 2185-2196.
Anggraini, D., & Nugroho, R. A. (2021). Penyimpangan kaidah ejaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi mahasiswa di media sosial Instagram. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 45–58.
Bilillah, D. F., & Arkan, A. (2022). Alih kode dan campur kode pada caption Instagram mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 115–128
Fadilah, N., & Hidayat, R. (2023). Fenomena alih kode dan campur kode Bahasa Indonesia–Inggris pada media sosial mahasiswa. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 112–127.
Fadilla, A. S., Alwansyah, Y., & Anggriawan, A. (2023). Pengaruh bahasa gaul terhadap penggunaan Bahasa Indonesia oleh mahasiswa. EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 3(1), 1–9.
Fariq, A. (2011). Perkembangan dunia konseling memasuki era grobalisasi. Pedagogi, II Nov 2011(Universitas Negeri Padang), 255-262.
Hamid, A. F., Prasetyo, B., & Kurniawan, D. (2023). Identitas kebahasaan generasi Z dalam komunikasi di platform digital: Kajian sosiolinguistik. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 16(1), 67–82.
Hodgson, J., & Weil, J. (2011). Commentary: how individual and profession-level factors influence discussion of disability in prenatal genetic counseling. Journal of Genetic Counseling, 1-3.
Kandiawan, A. B. (2022). Code-switching and slang used by Gen Z Indonesians on social media. ELTR Journal, 7(1), 48–56.
Kushartanti, K., Maulida, S., & Prihantoro, E. (2024). Bahasa anak muda: Dinamika kosakata dan gaya tutur di media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 1–15.
Lestari, P. A., Wulandari, S., & Firmansyah, D. (2024). Kreativitas berbahasa mahasiswa dalam ruang digital: Antara adaptasi linguistik dan pelanggaran norma. Jurnal Linguistik Indonesia, 42(1), 33–52.
Nabila, C., & Idayani, A. (2022). An analysis of Indonesian-English code mixing used in social media (Twitter). J-SHMIC: Journal of English for Academic, 9(1), 1–12.
Putri, R. D., & Sari, M. N. (2022). Transformasi bahasa dalam ekosistem komunikasi digital: Perspektif sosiolinguistik kontemporer. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 7(2), 89–104.
Sholihah, U., & Rahmawati, F. (2021). Pergeseran kaidah Bahasa Indonesia baku dalam komunikasi digital mahasiswa: Ancaman atau keniscayaan? Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(3), 301–316.
Tasyarasita, A. Z., Duhita, M. E., Yulianti, W., & Yustanto, H. (2023). Ragam bahasa slang oleh remaja Gen Z pada media sosial TikTok (kajian sosiolinguistik). Transling Journal: Translation and Linguistics, 3(2), 98–109.
Wahyuni, E., & Pratama, H. (2022). Dampak penggunaan bahasa informal media sosial terhadap kemampuan menulis akademik mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 1–14.
Zuhriyah, A., & Basith, A. (2023). Pengaruh media sosial terhadap pergeseran Bahasa Indonesia pada mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Journal on Education, 5(4), 10844–10850.











