PELESTARIAN NILAI TRADISIONAL MELALUI TARIAN SOYA-SOYA DI KOTA TIDORE KEPULAUAN
Abstract
The Soya-Soya dance is one of the cultural heritages that has existed and developed in the community of Tidore City, North Maluku. This dance contains traditional values that are closely related to the spirit of struggle, courage, and togetherness of the Tidore community during the kingdom era. In this era of modernization, preserving these values is very important so that local cultural identity is not lost. This article was written to describe efforts to preserve customs through the Soya-Soya dance in Tidore. Thus, its social function, meaning, values, and inheritance practices can be passed on to the next generation.
References
Aisara, F., Nursaptini, & Widodo, A. (2021). Melestarikan kembali budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk anak usia sekolah dasar. Jurnal Cakrawala, 2(1), 149–166.
Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan pusat seni dan budaya sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34–40. http://journals.ums.ac.id/index.php/sinektika
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Astuti. (Tahun tidak lengkap). Soya-soya sebagai sumber ajar fisika. ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika, 8(2), 333–338.
Duwila, E., & Subuh, R. D. (2024). Strategi pelestarian bahasa Ternate pada masyarakat multilingual. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(6), 11451–11456.
Hasim, R., & Faruk, R. A. (2020). Mengkonstruksi nilai-nilai budaya lokal masyarakat Ternate melalui pembelajaran muatan lokal. Jurnal Geocivic, 3(1), 266–273.
Irwan, R., Asep, P. H., Mansur, I., Lukmana, D. A., & Jaohar, Y. (2023). Profil literasi budaya siswa Madrasah Ibtidaiyah dalam konteks cerita rakyat, tari tradisional, ritual adat di Maluku Utara. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(24), 591–599.
Limpas, Z. W. (2023). Strategi pengembangan inventarisasi data objek kebudayaan Maluku Utara melalui digitalisasi. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1290–1294.
Putri, W. F., Mahbub, A. S., & Dassir, M. (2019). Analisis kearifan lokal di Taman Nasional Aketajawe Lolobata Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara (Studi kasus masyarakat Tobelo Dalam di Dusun Tayawi). Jurnal Hutan dan Masyarakat, 11(1), 1–19.
Said, M. N. (2020). Mengenal tarian dan seni: Maluku dan Halmahera. Alprin.
Salim, K. (2020). Pemberdayaan masyarakat berbasis tradisi lokal: Studi Kelurahan Kalaodi Tidore Kepulauan-Maluku Utara. Jurnal Ilmu dan Budaya, 41(72), 8495–8499.
Samongilailai, H. N., & Utomo, A. B. (2024). Strategi melestarikan budaya Indonesia di era modern. Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), 157–168. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i4.376
Setiawan, B., & Kurniati, N. (2024). Budaya tari Soya-Soya sebagai tari penyambutan tamu di suku Ternate Maluku Utara. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(10), 635–642.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.
Tonirio, M., Irsyadi, H., Ici, M., Wali, R. R., Ida, N., & Rais, H. (2024). Manusia Tidore: Sejarah, peradaban, dan kesultanan. Samudra Biru.
Wiwin, R. R., Supartinah, Setiawan Edi Wibowo, Iwan Irawan, & Nur Amalia. (2025). Representasi edukasi dan estetika budaya dalam cerita rakyat Misteri Pulau Imam. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 1335–1345. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.6911











