Penerapan Instrumentasi Non Tes : Mengungkapkan Permasalahan Siswa Terhadap Sekolah Lanjutan SMP 8 Sarolangun
Abstract
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam menjamin keberlangsungan hidup secara bermartabat. Salah satu tahapan penting dalam pendidikan formal adalah proses pemilihan sekolah lanjutan setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, kenyataannya banyak siswa yang mengalami kebingungan dan masalah dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan karena keterbatasan informasi, pengaruh lingkungan, dan kurangnya bimbingan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap permasalahan siswa SMP 8 Sarolangun dalam memilih sekolah lanjutan dengan menerapkan instrumentasi non tes, seperti angket dan wawancara, sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan angket kepada siswa kelas VII dan VIII. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan siswa dalam memilih sekolah lanjutan serta peran layanan bimbingan konseling di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap sekolah lanjutan umumnya positif dan penuh harapan, namun diwarnai oleh kekhawatiran dan kebingungan akibat keterbatasan informasi dan tekanan dari lingkungan keluarga maupun teman sebaya. Faktor internal yang memengaruhi pemilihan sekolah lanjutan meliputi kualitas sekolah, cita-cita individu, pertimbangan biaya pendidikan, serta dorongan dan pertimbangan orang tua. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh teman sebaya, akses informasi, dan peran guru bimbingan konseling. Penggunaan instrumentasi non tes terbukti efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan, harapan, dan permasalahan siswa secara objektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan konseling yang komprehensif dan penggunaan instrumen non tes untuk mendukung siswa dalam mengambil keputusan pendidikan yang tepat sesuai potensi dan kondisi mereka.
References
Fikriyani, D. N., & Herdi. (2021). Perencanaan program bimbingan karir dalam meningkatkan eksplorasi karir siswa. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 1–14.
Habibah, S. (2019). Kondisi burnout pada guru BK/konselor di sekolah menengah atas negeri Kota Pekanbaru dan implikasinya bagi peran kepala sekolah. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 2(2), 66–72.
Haerullah, H. (2019). Dimensi perkembangan pendidikan formal dan nonformal. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 191–197.
Hariyati, F. (2016). Peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kecenderungan perilaku agresif peserta didik di MA. Manajer Pendidikan, 10(6).
Hartono, H. (2018). Bimbingan karier. Prenadamedia Group.
Hikmawati, F. (2016). Bimbingan dan konseling. Rajawali Pers.
Indriyanti, N. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. FKIP Universitas Sebelas Maret.
Kusri, A. M. (2016). Pengaruh layanan penempatan dan penyaluran peminatan terhadap kemantapan pilihan sekolah lanjutan. Jurnal Psikologi dan Konseling, 2(1).
Nilasari, D. A. (2019). Studi konseling perilaku untuk meningkatkan asertif korban bullying di SMP. Jurnal Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Surabaya.
Riswani, R. (2012). Konsep dasar bimbingan dan konseling. Pekanbaru.
Septianti, D. V., Astuti, I., & Yuline. (2022). Analisis pemahaman tentang studi lanjut pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 6 Pontianak tahun 2019/2020. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 11(5).
Septianti, D. V., Astuti, I., & Yuline. (2021). Analisis pemahaman tentang studi lanjut pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 6 Pontianak tahun 2019/2020. FKIP Universitas Tanjungpura.
Sukardi, D. K. (2008). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Rineka Cipta.
Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2006). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Media Abadi.
Yusuf, S. L. (2009). Program bimbingan dan konseling. Remaja Rosdakarya.
Zaitun, Z., & Ilmiati, I. (2016). Kapita selekta pendidikan Islam. Benteng Media.











