ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS TANAMAN HORTIKULTURA DALAM BIDANG SAYUR-SAYURAN KECAMATAN CURUP SELATAN, KABUPATEN REJANG LEBONG, PROVINSI BENGKULU
Abstract
The agricultural sector is one of the leading sectors in the development of the national economy. Agriculture in Indonesia consists of several sub-sectors, namely food crops, horticulture, livestock, and plantations. Curup Selatan District is one of the areas that contributes to the production of agricultural commodities, particularly in the horticulture sub-sector in Rejang Lebong Regency. The purpose of this study is to determine the basic and non-basic sectors in the vegetable crop commodities of the horticulture sub-sector. To identify the basic and non-basic sectors, the Location Quotient (LQ) analysis method was used. The results showed that three commodities had the highest LQ values in Curup Selatan District, namely cucumber (LQ = 2.62), long beans (LQ = 2.10), and eggplant (LQ = 1.65). In total, seven horticultural commodities were identified as belonging to the basic sector: large chili (LQ = 1.26), tomato (LQ = 1.20), eggplant (LQ = 1.65), bird’s eye chili (LQ = 1.24), long beans (LQ = 2.10), cucumber (LQ = 2.62), and chayote (LQ = 1.10). Meanwhile, seven other commodities were classified as non-basic sectors, including cabbage (LQ = 0.76), potato (LQ = 0.42), petsai (LQ = 0.78), leek (LQ = 0.64), green beans (LQ = 0.94), water spinach (LQ = 0.30), and carrot (LQ = 0.51). These findings can serve as a foundation for policymaking in the development of the horticultural sector in the region.
References
Anggraeni, R., Pranoto, B. R., & Yuliana, S. (2023). Pemetaan sektor unggulan ekonomi berbasis spasial di wilayah perdesaan. Jurnal Perencanaan Pembangunan, 27(1), 88–102.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta.
Fuglie, K. O., & Rada, N. E. (2018). Policies and productivity growth in African agriculture. Choices: The Magazine of Food, Farm, and Resource Issues, 33(2), 1–8.
Hashfi, N. (2024). Dinamika produksi tanaman hortikultura di wilayah marginal. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 12(1), 32–41.
Ikhsan, F. A. (2019a). Geografi Ekonomi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Ikhsan, F. A. (2019b). Geografi Ekonomi. Penerbit Ombak.
Latipah, E. (2019). Analisis sektor basis dan non basis dalam perekonomian Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 17(2), 101–110.
Lee, J. (2020). Climate change and horticultural crop productivity: A global perspective. Agricultural Research, 9(1), 12–21.
Mardiyanti, R., & Safitri, D. (2023). Pengembangan agribisnis hortikultura berbasis ekspor: Tantangan dan peluang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(2), 123–134.
Organization, F. and A. (2022). The future of food and agriculture – Drivers and triggers for transformation. FAO. https://www.fao.org
Sari, L. F., Wahyuni, I., & Priyambodo, T. (2024). Analisis keunggulan komparatif komoditas hortikultura di dataran tinggi Dieng. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 20(1), 88–97.
Saswono, A., Wahyudi, I., & Septian, R. (2024). Efisiensi produksi komoditas non-basis dalam sistem pertanian terpadu. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 12(1), 66–74.
Subambhi, B. C., Mardiana, S., & Saragih, F. H. (2020). Analisis Location Quotient (LQ) Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 2(2), 169–179.
Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Wilayah (Edisi Revi). PT Bumi Aksara.
Tumenggung, S. (1996). Gagasan dan Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi Terpadu (Kawasan Timur Indonesia). Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Pedesaan Dirjen Cipta Karya Departemen PU.
Undang-undang. (2010). Undang-undang (UU) tentang Hortikultural Tahun 2010.
Van Ittersum, M. K., van Bussel, L. G. J., Wolf, J., Grassini, P., van Wart, J., Guilpart, N., & Cassman, K. G. (2016). Can sub-Saharan Africa feed itself? Proceedings of the National Academy of Sciences, 113(52), 14964–14969.
Wati, R., & Arifin, B. (2019). Analisis sektor unggulan pertanian di Kabupaten Pekalongan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 10(1), 12–22.
Ameliya, F., Anzitha, N., & Saragih, M. (2020). Analisis daya saing komoditas hortikultura menggunakan metode Location Quotient (LQ) di Kabupaten Simalungun. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 19(1), 67–76.
Anggraeni, R., Pranoto, B. R., & Yuliana, S. (2023). Pemetaan sektor unggulan ekonomi berbasis spasial di wilayah perdesaan. Jurnal Perencanaan Pembangunan, 27(1), 88–102.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta.
Fuglie, K. O., & Rada, N. E. (2018). Policies and productivity growth in African agriculture. Choices: The Magazine of Food, Farm, and Resource Issues, 33(2), 1–8.
Hashfi, N. (2024). Dinamika produksi tanaman hortikultura di wilayah marginal. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 12(1), 32–41.
Ikhsan, F. A. (2019a). Geografi Ekonomi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Ikhsan, F. A. (2019b). Geografi Ekonomi. Penerbit Ombak.
Latipah, E. (2019). Analisis sektor basis dan non basis dalam perekonomian Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 17(2), 101–110.
Lee, J. (2020). Climate change and horticultural crop productivity: A global perspective. Agricultural Research, 9(1), 12–21.
Mardiyanti, R., & Safitri, D. (2023). Pengembangan agribisnis hortikultura berbasis ekspor: Tantangan dan peluang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(2), 123–134.
Organization, F. and A. (2022). The future of food and agriculture – Drivers and triggers for transformation. FAO. https://www.fao.org
Sari, L. F., Wahyuni, I., & Priyambodo, T. (2024). Analisis keunggulan komparatif komoditas hortikultura di dataran tinggi Dieng. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 20(1), 88–97.
Saswono, A., Wahyudi, I., & Septian, R. (2024). Efisiensi produksi komoditas non-basis dalam sistem pertanian terpadu. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 12(1), 66–74.
Subambhi, B. C., Mardiana, S., & Saragih, F. H. (2020). Analisis Location Quotient (LQ) Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 2(2), 169–179.
Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Wilayah (Edisi Revi). PT Bumi Aksara.
Tumenggung, S. (1996). Gagasan dan Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi Terpadu (Kawasan Timur Indonesia). Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Pedesaan Dirjen Cipta Karya Departemen PU.
Undang-undang. (2010). Undang-undang (UU) tentang Hortikultural Tahun 2010.
Van Ittersum, M. K., van Bussel, L. G. J., Wolf, J., Grassini, P., van Wart, J., Guilpart, N., & Cassman, K. G. (2016). Can sub-Saharan Africa feed itself? Proceedings of the National Academy of Sciences, 113(52), 14964–14969.
Wati, R., & Arifin, B. (2019). Analisis sektor unggulan pertanian di Kabupaten Pekalongan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 10(1), 12–22.











