MENGGALI KEARIFAN LOKAL ADAT NATONI DI TTS
Abstract
This research examines the natoni tradition, an oral cultural heritage of the Atoni Meto people in South Central Timor (TTS), East Nusa Tenggara, which carries deep social, moral, and educational significance. The study focuses on exploring the forms, roles, and socio-cultural values within natoni and how these values can be applied in Social Studies (IPS) education at the elementary level. The aim is to describe the meaning of natoni, uncover its moral and social messages, and explain its connection to the goals of Social Studies learning in shaping students’ character and civic awareness. A qualitative descriptive approach was used, with data gathered through interviews with parents, families, and community members knowledgeable about natoni, as well as literature reviews from academic journals, books, and scholarly articles. Data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and interpretation to identify key cultural and pedagogical insights. The results show that natoni acts as a form of traditional communication that teaches values of respect, responsibility, solidarity, and cooperation. These align closely with Social Studies objectives, particularly in building students’ moral and social character. Hence, natoni can be utilized as a contextual learning resource rooted in local wisdom to strengthe cultural identity and appreciation among learners.
References
Andung, Petrus. (2010). Kajian tentang Natoni sebagai Sarana Komunikasi Tradisional dalam Masyarakat Adat Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilihat dari Perspektif Komunikasi Ritual. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 8, No. 1.
Banamtuan, J. (1990). Kumpulan Tuturan Adat Masyarakat Timor Tengah Selatan: Bubun Mabuaba A’at Tonis Lais Tola Nonot Fak-fauk Bi Pah Timor Tengah Selatan. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Benu, Nino. (2025). Pemaknaan Natoni dalam Upacara Adat Perkawinan pada Masyarakat Desa Kusi, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Sport & Science 45, Vol. 7 No. 1, hlm. 69–77.
Hauteas, Nikson. (2006). Kajian tentang Natoni dalam Perayaan Hari Kelahiran Yesus Kristus. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW).
Priska, Akwila. (2023). Kajian Sosio-Teologis tentang Makna Metafora dalam Tradisi Natoni pada Upacara Penerimaan Pendeta di GMIT. EtnoReflica: Jurnal Sosial dan Budaya, Vol. 10 No. 3.
Rachmadi, F. (1988). Fungsi Media Komunikasi dalam Mendukung Pembangunan Masyarakat, dalam buku Media Rakyat: Komunikasi untuk Pengembangan Masyarakat, disunting oleh Manfred Oepen. Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).
Sartini. (2018). Eksplorasi Kearifan Lokal Nusantara dalam Perspektif Filsafat. Jurnal Filsafat.
Taum, Y. Y. (2004). Tradisi Fua Pah: Ritus dan Mitos Agraris dalam Kehidupan Masyarakat Dawan di Pulau Timor. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Koentjaraningrat, K. (1974). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 1974. Tersedia di https://books.google.co.id/books/about/Kebudayaan_mentalitas_dan_pembangunan.html?Id=94QpZ x1l7QC











