PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendidik dalam meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak St. Skolastika Mataia. Motorik halus merujuk pada kapabilitas anak untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang membutuhkan koordinasi otot-otot kecil, terutama pada area tangan dan jari, tanpa memerlukan kekuatan fisik yang signifikan. Studi ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan pada periode 17 hingga 26 Februari 2025. Subjek pengamatan mencakup 20 anak, yang terbagi menjadi 11 laki-laki dan 9 perempuan, dengan usia antara 4 hingga 5 tahun. Pengumpulan data difasilitasi melalui pengamatan langsung, dialog dengan pengajar, serta pengumpulan dokumentasi visual kegiatan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK St. Skolastika Mataia memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini. Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan arahan dan pendampingan kepada anak, sebagai fasilitator dengan menyediakan materi dan media dalam kegiatan pembelajaran kepada siswa, serta sebagai motivator dengan memberikan dorongan dan semangat agar anak aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
References
Hurlock, E. B. (1978). Child development. New York: McGraw-Hill.
Mursid. (2015). Pengembangan pembelajaran PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Santrock, J. W. (2007). Perkembangan anak. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2009). Psikologi pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.
Sujiono, Y. N. (2009). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks.
Sujiono, Y. N. (2012). Hakikat pengembangan motorik anak. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sumantri. (2017). Perkembangan motorik halus anak usia dini. Dalam Yulianto & Awalia (Ed.), Kajian pendidikan anak usia dini (hlm. 157–165).
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge: Harvard University Press.
Wandi, Z. N., & Mayar, F. (2019). Analisis kemampuan motorik halus dan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan kolase. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 352–360.
Yasin Musthofa. (2007). Pendidikan anak usia dini. Jakarta: RajaGrafindo Persada.Putri, R., Maghfiroh, Jumiatmoko, R., Hafidah, & Eka Nurjanah, N. (2021). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Kolase Bahan Bekas Studi Literatur. Jurnal Golden Age, 5(2), 318
Wandi, Z. N., & Mayar, F. (2019). Analisis Kemampuan Motorik Halus dan Kreativitas pada Anak Usia Dini melalui Kegiatan Kolase. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 352.
Aulina, C. N. (2017). Metodologi pengembangan motorik halus anak usia dini. UMSIDA Press.
Yulianto, D., & Awalia, M. (2017). Pengembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 150–160.
Slamet, S. (2005). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.











