Pemikiran Ilmiah dalam Tafsir Tanthâwî Jawharî: Upaya Menyatukan Agama dan Sains

  • Muthoharoh UIN Sultan Maulana Hasanuddin banten
  • Ilham Wijaya Kusuma UIN Sultan Maulana Hasanuddin banten
  • Siska adelia UIN Sultan Maulana Hasanuddin banten
  • Muhamad Jefri UIN Sultan Maulana Hasanuddin banten
  • Andi Rosa UIN Sultan Maulana Hasanuddin banten
Keywords: Tanthawi Jawharî, Tafsir al-Jawâhir, tafsir ilmiah, ayat-ayat kauniyyah, agama dan sains

Abstract

Kajian ini menelusuri gagasan-gagasan ilmiah Tanthawi Jauharī dalam karya tafsirnya, al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm, sekaligus bagaimana ia berupaya menjembatani hubungan antara ajaran agama dan temuan sains modern. Dalam konteks kebangkitan pemikiran di Mesir, Tanthawi menegaskan bahwasanya Al-Qur’an bukan saja mengarahkan manusia secara kerohanian, namun juga memotivasi pengamatan ilmiah terhadap tanda-tanda ciptaan melalui ayat-ayat kauniyyah. Pendekatan yang ia gunakan memadukan corak tahlili dengan perspektif ilmiah, sehingga berbagai teori kontemporer, hasil penelitian para ilmuwan, dan analisis kebahasaan dimanfaatkan untuk memahami fenomena alam dalam bingkai keimanan. Baginya, penyelarasan antara ilmu pengetahuan dan agama merupakan kebutuhan intelektual yang dapat menghidupkan kembali tradisi rasional dalam Islam serta menjadi jawaban atas problem-problem era modern. Penafsirannya mengenai aspek kesehatan pada QS. al-Baqarah:61, penjelasan atmosfer dan cuaca pada QS. an-Nur:43, serta ulasan mengenai struktur bahasa dan unsur huruf menunjukkan cara ia menggunakan sains sebagai perangkat penjelas wahyu. Walaupun beberapa gagasannya dipandang terlalu bergantung pada teori yang dapat berubah, sumbangsihnya tetap besar karena menumbuhkan kembali kesadaran pentingnya aktivitas ilmiah dalam Islam. Oleh karena itu, pemikiran Tanthawi menjadi pijakan berharga bagi lahirnya tafsir kontemporer yang lebih terbuka, rasionalitas,serta selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

References

Fatimah, S., & Lestari, D. A. (2023). Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’anil Karim Karya Tanthawi Jauhari: Kajian Tafsir Ilmi. Al-Furqan: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 136-149.
Kunut, N. (2022). Penafsiran Tantawi Jauhari dalam Surah Yunus Ayat 3 dan Al Fatihah Ayat 3 (Studi Pemikiran Syeikh Tanthawi Jauhari). Al-Mustafid: Jurnal of Quran and Hadith Studies, 31-38.
Supriadi. (2014). Karakteristik Tafsir Al-Jawahir (Karya: Syeikh Thanthawi Jawhari 1870-1940 M.). Jurnal Asy-Syukriyyah, 33-45.
Imron, F. T. (2016). Konsep Gunug dalam Kitab Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’an Al Karim (Perspektik Sains Modern). Semarang: Skripsi.
Tim Redaksi. 1993. Ensiklopedia Islam di Indonesia. Jakarta: Anda Utama.
Malula, M., & Tohis, R. A. (2023). Metodologi Al-Qur’an (Dari Global ke Komparatif). Al-Mustafid: Jurnal of Quran and Hadith Studies, 1-10.
Asrori, H. (2020). Proses Penciptaan Alam pada Enam Masa (Studi Komparatif Tafsir Al-Manar dan Al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim). Jakarta: Skripsi.
Al-Dhahabi,Muhammad Husein. Penyimpangan-Penyimpangan dalam Penafsiran al-Qur’an. Yogyakarta: CV.Rajawali, 1986.
Eggi Sudjana. (2008). Islam Fungsional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Adams, Charles C. Islam and Modernism in Egypt. London: Oxford University Press, 1933.
Bakar, Osman. Classification of Knowledge in Islam. Kuala Lumpur: Islamic Texts Society, 1998.
Ghazzālī, Muhammad. al-Islam wa al-‘Ilm. Kairo: Dār al-Syurūq, 1990.
Hourani, Albert. Arabic Thought in the Liberal Age 1798–1939. Cambridge: Cambridge University Press, 1983.
Kurdi, Ahmad al-Sayyid. al-Tafsīr al-‘Ilmī li al-Qur’ān bayna al-Qaḍiyyah wa al-Tawjīh. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1996.
Nasr, Seyyed Hossein. Religion and the Order of Nature. New York: Oxford University Press, 1996.
Sardar, Ziauddin. Reading the Qur’an. London: Hurst, 2011.
Tanthawi Jawharī. al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm. Kairo: al-Bābī al-Ḥalabī, 1928.
al-Qaradawi, Yusuf. Dirāsāt fī Fiqh Maqāṣid al-Syarī‘ah. Kairo: Dār al-Syurūq, 1999.
Al-Sibagh,Muhammad ibn Lutfi. Lamhat fi ‘Ulum al-Quran wa Ittijahat al-Tafsir. Beirut: al-Maktab al-Islami,1990.
Al- Iyazi, Sayid Muhammad Ali. Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum. Taheran,Muassasah al- Tiba‘ ah wa al- Nasyr Wizarat al-Tsaqafah al-Irsyad al-Islami, 1212H
Shihab, M. Quraish. Studi Kritis Tafsir al-Manar, (Bandung: Mizan, 1996), 23–24.
Muhammad ‘Imârah, al-A‘mâl al-Kâmilah li al-Imâm Muhammad ‘Abduh, Jilid 1 (Beirut: Dar al-Shuruq, 1993), 17.
Tanthâwî Jawharî, al-Jawâhir fî Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm, Jilid 1 (Kairo: al-Mathba‘ah al-Bâbiyyah al-Halabiyyah, 1923).
Said Ramadan al-Buthi, Min Rawâ’i‘ al-Qur’ân, (Damaskus: Dar al-Fikr, 1996), 55–56.
Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age 1798–1939, (Cambridge: Cambridge University Press, 1983), 145–148.
Muhammad Husain al-Dhahabî, al-Tafsîr wa al-Mufassirûn, Jilid 2 (Kairo: Maktabah Wahbah, 2000), 420–435.
Zaghlul al-Najjar, Tafsir al-Ayât al-Kawniyyah, (Kairo: Dar al-Ma‘arif, 2005), 9–12.
George Saliba, Islamic Science and the Making of the European Renaissance, (Cambridge: MIT Press, 2007), 3–7.
Ziauddin Sardar, Reading the Qur’an: The Contemporary Relevance of the Sacred Text of Islam, (Oxford: Oxford University Press, 2011), 112–113.
Nidhal Guessoum, Islam’s Quantum Question: Reconciling Muslim Tradition and Modern Science, (London: I.B. Tauris, 2011), 98–103.
Anselm L. Strauss. Qualitative Analysis for Social Scientists. Ditulis oleh Cambridge University Press pada tahun 1987. Diakses dari: https://doi.org/10.2307/2069712.
The Oxford Guide to Library Research, edisi keempat, diterbitkan oleh Thomas Mann di Oxford dan New York: Oxford University Press, 2015.
Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, and Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Method Source Book,edisi ketiga, diterbitkan di London dan New York oleh SAGE Publications pada tahun 2014.
Published
2025-12-26
How to Cite
Muthoharoh, Wijaya Kusuma , I., adelia , S., Jefri, M., & Rosa, A. (2025). Pemikiran Ilmiah dalam Tafsir Tanthâwî Jawharî: Upaya Menyatukan Agama dan Sains . Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 214 - 232. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.10385