PERAN WALI KELAS DAN ORANG TUA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 DI SDN 01 TAEH BARUAH KECAMATAN PAYAKUMBUH

  • Rika Rahim UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Muhiddinur Kamal UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Darul Ilmi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Keywords: wali kelas, orang tua, kesulitan belajar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan kejadian dilapangan sesuai dengan kenyataan dan teori yang dilakukan di SDN 01 Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Informan kunci adalah 1 wali kelas dan 5 orang tua siswa serta informan pendukung 5 siswa kelas 2 SDN 01 Taeh Baruah. Teknik pengumpulan dengan cara obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data, menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yaitu trigulasi data. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi penulis dan wawancara dengan wali kelas pada bulan November 2023 di SDN 01 Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh. Dalam pengamatan penulis di dalam kelas siswa kelas 2 ada 5 orang siswa termenung, berdiam diri, suka cerita ketika guru menerangkan, ada yang ditanya guru tidak mau menjawab, lambat dalam membuat tugas sehingga sering ketinggalan dalam mengumpulkan tugas. Pada saat penulis melakukan wawancara dengan wali kelas apa yang penulis amati memang seperti itu adanya siswa ketika belajar ujar wali kelas, motivasi siswa kelas 2 ini kurang motivasi dalam belajar dan rasa ketertarikan siswa pada materi pelajaran kurang. Hasil penelitian ini adalah bentuk peran wali kelas dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas 2 lebih memberikan data siswa dari wali kelas berupa data tertulis dan kebiasaan yang terlihat disetiap proses belajar. Dapat disimpulkan bahwa bentuk peran wali kelas dan orang tua belum sepenuhnya dilakukan terhadap siswa kelas 2. Meskipun wali kelas dan orang tua sudah menjalankan perannya tetapi siswa masih saja belum bisa mengatasi kesulitan yang dihadapinya ketika belajar. Adapun saran penulis berikan adalah hendaknya wali kelas dan orang tua saling berkerja sama dan komunikasi secara terbuka sehingga tercapai upaya dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa.

References

Hasbullah, H. (2005). Dasar-Dasar ilmu pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mulyadi, N. (2010). Diagnosis Kesulitan Belajar & Bimbingan Kesulitan Belajar Khusus. Yogyakarta: Nuha Litera.
Mulyasa, S. (2010). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purnomo, H. (2019). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta, LP3M UMY.
Sardiman, S. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana, N. (2013). Teknik Analisa Reaksi dan Korelasi. Bandung: Transito.
UURI, U. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sikdiknas ) Beserta Penguasaannya. Bandung: Citra Umbara.
Yeni, E. M. (2015). Kesulitan belajar matematika di sekolah dasar. Jupendas: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 71281.
Published
2025-12-22
How to Cite
Rika Rahim, Muhiddinur Kamal, Darul Ilmi, & Fadhilla Yusri. (2025). PERAN WALI KELAS DAN ORANG TUA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 DI SDN 01 TAEH BARUAH KECAMATAN PAYAKUMBUH. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 283 - 297. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.10222