Makna Sosial Budaya Peo Jawawawo bagi Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

  • Paulus Ryfaldy Pili Ngoba UNIVERSITAS NUSA CENDANA
  • Hiwa Wonda Universitas Nusa Cendana
Keywords: Peo Jawawawo, makna sosial budaya, masyarakat adat, persatuan bangsa, nilai kearifan lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial budaya Peo Jawawawo dalam konteks penguatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Peo, sebagai simbol transendental dalam masyarakat adat Jawawawo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, memiliki nilai filosofis dan sosial yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik berdasarkan hasil kajian literatur dari dua karya utama Yakobus Ndona (2019), yakni “Peo Jawawawo: Simbol Pemersatu Masyarakat Adat dan Inspirasi Pengembangan Persatuan Bangsa” dan “Jejak Tuhan di Tanah Keo”. Hasil kajian menunjukkan bahwa Peo bukan sekadar artefak adat, melainkan simbol spiritual dan sosial yang mengikat masyarakat dalam ikatan solidaritas, kesetaraan, dan keteraturan hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan terhadap leluhur, solidaritas antaranggota komunitas, dan kesadaran kolektif terhadap kehidupan bersama, relevan untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman etnis dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, pemaknaan sosial budaya Peo dapat dijadikan model inspiratif bagi pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan spiritualitas dan nilai kebersamaan.)

References

Ndona, Y. (2019). Peo Jawawawo: Simbol Pemersatu Masyarakat Adat dan Inspirasi Pengembangan Persatuan Bangsa. Dalam A. Wahyudi, R. Nababan, & F. Rachman (Ed.), Prosiding Seminar Nasional: Reaktualisasi Konsep Kewarganegaraan Indonesia (hlm. 209–216). Medan: Fakultas I lmu Sosial Universitas Negeri Medan.
Ndona, Y. (2019). Jejak Tuhan di Tanah Keo: Pewahyuan pada Peo Jawawawo dan Sumbangan bagi Penguatan Religiusitas Gereja Katolik Indonesia. Yogyakarta: Kepel Press.
Kaelan, M. (2005). Filsafat Bahasa dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma.
Hardiman, F. B. (2015). Kritik Ideologi: Menyingkap Kepentingan Pengetahuan dan Relasi Kekuasaan. Yogyakarta: Kanisius.
Published
2026-01-03
How to Cite
Paulus Ryfaldy Pili Ngoba, & Hiwa Wonda. (2026). Makna Sosial Budaya Peo Jawawawo bagi Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 275 - 280. Retrieved from https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/10124

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>