PERAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DAN PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Abstract
Kemajuan teknologi informasi membawa pendidikan dasar ke era digital yang membuka peluang pemanfaatan media digital untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk menggambarkan peran media digital berbasis video seperti YouTube, TikTok, dan Reels dalam pembelajaran dan pelestarian budaya di sekolah dasar. Kajian terhadap delapan artikel jurnal antara 2015-2025 menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti video pembelajaran, augmented reality, digital storytelling, dan aplikasi interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar, literasi budaya, dan rasa bangga terhadap identitas nasional siswa. Media digital bukan hanya sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sarana internalisasi nilai budaya secara kontekstual. Hasil kajian ini menegaskan bahwa pemanfaatan media digital secara terarah dapat mendukung pembelajaran yang menarik sekaligus menjaga kelestarian budaya Indonesia di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
References
Hanum, L., Lassari, R. P., Rahma, S. A., Sutiasih, S., Zaitun, Z., & Marini, A. (2023). Upaya Melestarikan Kebudayaan Indonesia Berbasis Digital Storytelling di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 2(12), 1165-1672.
Hardina, R., & Islamiah, N. D. (2025). Implementasi pembelajaran bahasa Jawa bermuatan permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya dan peningkatan keterampilan abad 21 siswa SD. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 3(1), 17-37.
Marjaya, N. K. T. A., & Bayu, G. W. (2024). Media slide “BUSAN 3D” berbasis augmented reality untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap kebudayaan Nusantara. Journal of Education Action Research, 8(2), 340-349.
Nauvalia, N., & Setiawan, I. (2022). Peran media “TikTok” dalam memperkenalkan budaya bahasa Indonesia. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 6(1), 126-138.
Nugrahani, W. F., & Abduh, M. (2025). Bagaimana Peran & Dampak Youtube dan Tiktok bagi Siswa Sekolah Dasar?. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(1), 145-158.
Putri, A. K., Jida, A. N. F. E. T., Zakya, A. L. F., Saputri, D. A., Faruqi, M. I., & Marini, A. (2023). Peran Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digitalisasi Dalam Meningkatkan Literasi Dan Minat Belajar Pada Mata Pelajaran Ips Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 3(2), 181-190.
Rahmawati, A., & Pratama, R. (2025). Penerapan pendidikan multikultur dengan media digital untuk pemberdayaan nilai lokal di sekolah. Jurnal Dinamika Pendidikan Islam, 1(2), 35-46.
Rahmawati, A., Maryani, A. Y., & Iswatiningsih, D. (2025). Peningkatan pemahaman budaya lokal suku Dayak melalui literasi digital di sekolah dasar. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 20(1), 27-38.
Savera, R., Sari, T. T., & Meita, N. M. (2025). Pengembangan E-Komik berbasis kearifan lokal Sapè Sono’ sebagai upaya pelestarian budaya pada pembelajaran IPAS. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 4(3), 170-186.
Sagita, Z., Hendrik, M., & Pramesti, D. (2023). Pengembangan scrapbook digital berbasis audiovisual materi keberagaman kebudayaan di Indonesia untuk siswa kelas IV di SD Negeri 17 Pangkalpinang. JBES (Journal Basic Education Skills), 1(3), 79-90.
Ulfa, E. S. S., Nisa, S., & Suriani, A. (2024). Systematic Literature Review: Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 2(1), 249-254.











