PENGEMBANGAN GERAKAN GO GREEN DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN NASIONALISME (Studi Di SMP Negeri 2 Dawuan Kabupaten Subang)

  • Ridwan Lesmana
Keywords: Go Green School, Nationalism

Abstract

Environmental problem sarieas a result of human activity itself, from time to time a threat to Increasing environmental damage. Society has not shown aware nessin maintaining and managing the real environment.Many various illegal logging, exploitation of natural resources, littering, waste management out of control, are the kinds of actions that pollute and damage the environment. Looking at this, it is important and urgent agenda to do is build a culture of Go Green in every spheres of life. Forthat purpose, the schoolas an educational institution, can bein seminated and rooting media values- based culture of clean living environment that is useful for individuasl and public life learners. Schools must develop order and social-pedagogical culture that is conducive to the growth of a variety of personal qualities loving environment. The findings of this study are: (1) the behavior of learners in the development of the Go Green movement can boost nationalism, (2) the existence of barriers and obstacles in the development and implementation of the Go Green at the school, (3) Go Green movement prospects to the school, community and environment. The study recommends to stakeholders SMPN 2 Dawuan Subang to reinforce the perception of the Go Green movement, and the creation of school cultures that manifest Go Green environmentally friendly school with discipline frame so that learner sincreased nationalism.

References

Abdullah, Taufik (2001) Nasionalisme & Sejarah, Bandung : Satya Historika

Anderson, Benedict (2008) Imagined Communities (Komunitas-komunitas Terbayang). Yogyakarta : Kerjasama Insist dan Pustaka Pelajar.

Azra, A. (2002). Paradigma Baru Pendidikan Nasional : Rekonsiliasi dan Demokratisasi. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara.

Budiardjo, M. (1989). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia.

Budimansyah, D. dan Suryadi, K. (2008). PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung : Prodi PKn SPs UPI.

Branson, M.S. (1998). The Role of Civic Education. Calabasas : CCE

Cogan, J.J. dan Derricott, R. (1998). Citizenship For 21st Century ; An International Perspektive on Education. London : Kogan Page.

Creswell, J.W. (1994). Research Design Qualitative & Quantitative Approach. London: Publications

Darmodihardjo, Darji. (1986). Nilai, Norma, dan Moral. dalam Penghayatan dan Pengalaman Pancasila. Jakarta. Aries Lima.

Diamond Larry, Marc F Plattner (1994). Nationalism, Ethnic Conflict, and Democracy. Diterjemahkan : Somardi, Bandung : ITB Press

Djahiri, A.K. (2006). “Esensi Pendidikan Nilai Moral dan PKn di Era Globalisasi”, dalam Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung : Lab. PKn FPIPS UPI.

Fachrudin, F. (2006). Agama dan Pendidikan Demokrasi : Pengalaman Muhammadiyah dan NU. Jakarta : PT Alvabet.

Gadjong, A.A. (2007). Pemerintahan Daerah : Kajian Politik dan Hukum. Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia.

Gaffar, A. (2006). Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Giddens, A (1990) The Consequences Modernity, Stanford, California University Press

Kartodirdjo, Sartono (1999) Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia

Koentjaraningrat. (1990). Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kohn, Hans (1984) Nasionalisme Arti dan Sejarahnya , Jakarta: Erlangga bekerjasama dengan PT Pembangunan

Lincoln, Y.S. dan Guba, E.G. (1985). Naturalistic Inquiry. Baverly Hills: Sage Publications.

Miles, M.B. dan Huberman, A.M. (2007). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press

Moleong, J.L. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Muchtar, S.A. (2001). Pendidikan dan Masalah Sosial Budaya. Bandung : Gelar Pustaka Mandiri.

Muljana, Slamet (2008). Kesadaran Nasional dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara.

Nazir, M. (2007). Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Poespowardojo, S. (1999) Menuju Integrasi Bangsa Indonesia Masa Depan. Jakarta: LP3ES

Rahardjo, M.D. (1999). Masyarakat Madani : Agama, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial. Jakarta : LP3ES.

Renan, Ernest. (1990) “ What is A Nation ? “ dalam Nation and Narration. Di edit oleh Homi Bhabha, London: Routledge

Sanusi, A. (2007). “Memberdayakan Masyarakat dalam Pelaksanaan 10 Pilar Demokrasi”, dalam Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung : Lab. PMPKn FPIPS UPI.

Sapriya dan Winataputra, U.S. (2004). Pendidikan Kewarganegaraan : Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung : Lab. PKn FPIPS UPI.

Soekanto, S. (1990). Sosiologi : Suatu Pengantar. Jakarta : CV Rajawali.

Suseno, F.M. (1995). Mencari Sosok Demokrasi. Jakarta : Gramedia

Suyatno. (2008). Menjelahi Demokrasi. Bandung : PT Humaniora.

Tilaar, H.A.R. (2002). Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung : PT Rosda Karya.

Ubaidillah, A. dan Rozak, A. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Jakarta : ICCE UIN Syarif Hidayatullah.

Wasistiono, S. dan Wiyoso, Y. (2009). Meningkatkan Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Bandung : PT Fokusmedia.

Winataputra, U.S. dan Budimansyah, D. (2007). Civic Education : Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas. Bandung : Prodi PKn SPS UPI.

Yin, R.K.,(2009). Studi Kasus: Desain & Metode. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Sumber Jurnal :

Almond, G. (1996). The Civic Culture: Prehistory, Retrospect and Prospect, Center for the Study of Democracy, UC Irvine: Research Paper Series in Empirical Democratic Theory, No. 1.

Bahmueller, C.F. (1997). A Frame for Teaching Democratic Citizenship : An International Project. In The International Journal of Social Education, 12, (2), 216-221.

Kerr, D. (1999). Citizenship Education : An International Comparison. London: National Fondation For Education Research-NFER.

Komalasari, K. dan Budimansyah, D. (2008). Pengaruh Pembelajaran PKn Kontekstual terhadap Kompetensi Kewarganegaraan SMP. Acta Civicus. 2, (1), 76-97.

Suryadi, A. (2003). Tantangan Pendidikan di Era Desentralisasi. Buletin Pusat Perbukuan Depdiknas. 2, 4-6.

Winataputra, U.S. (2008). Multikulturalisme Bhinneka Tunggal Ika dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia. Acta Civicus. 2, (1), 1-16.

Tesis, Desertasi, Pengukuhan Guru Besar dan Penelitian :

Suhartono, et al. (2008). Tingkat Kesadaran Politik Pemilih Pemula dalam Pilkada: Suatu Refleksi School-Based Democracy Education Model (Studi Kasus Pilkada banten dan Jawa Barat). Hasil Penelitian pada SPs UPI.

Winataputra, U.S. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi. Ringkasan Desertasi Doktor pada FPS UPI Bandung : tidak diterbitkan.

Zamroni. (2002). Demokrasi dan Pendidikan Dalam Transisi : Perlunya Reorientasi Pengajaran Ilmu-Ilmu Sosial di Sekolah Menengah. Pidato Pengukuhan Guru Besar pada FIS UNY Yogyakarta : tidak diterbitkan

Sumber Makalah/Artikel :

Madjid, Nurcholis (2000). ”Asas-Asas Pluralisme dan Toleransi dalam Masyarakat Madani”. Makalah lokakarya Islam dan Pengembangan Civil Society di Indonesia, kerja sama IRIS Bandung-PPIM Jakarta-The Asia Foundation.

Winataputra, U.S. (2005). “Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membangun Masyarakat Demokratis Berkeadaban : Tinjauan Filosofis-Pedagogis”. Makalah pada Seminar dan Lokakarya Dosen PKn PTN dan PTS, Medan, 22 September.

Sumber Perundang-Undangan :

Undang-Undang Dasar 1945 Hasil Amandemen

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional RI
Published
2019-06-30
How to Cite
Lesmana, R. (2019). PENGEMBANGAN GERAKAN GO GREEN DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN NASIONALISME (Studi Di SMP Negeri 2 Dawuan Kabupaten Subang). Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 5(1), 58 - 79. https://doi.org/10.36989/didaktik.v5i1.85