PENGARUH MODEL INQUIRY LEARNING DAN DIRECT INSTRUCTION DALAM PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Abstract
This study aims to determine the effect between instructional model Inquiry Learning and Direct Instruction to critical thinking skills of Junior High School children in accordance with gender differences between men and women. The method used in this research is to use the experimental method using a quantitative approach with the type of case study. In this study, the measurement tool is a questionnaire that the author quotes from the questionnaire Bambang Abduljabar. The results of this study are: Inquiry learning model in learning pemas can improve students' critical thinking skills without feared will be influenced by sex differences in students. The more student-centered learning of lead will contribute positively to the students' cognitive development, even giving the student a pleasurable learning experience.
References
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Desmita (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Faiz, Fahrudin (2012). Thinking Skill: Pengantar menuju berpikir kritis.
Yogyakarta: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga
Filsaime. Dennis K. (2007) Alih Bahasa, Sunarni. (2008). Menguak Rahasia Berpikir Kritis dan Kreatif. Jakarta: Prestasi Pustaka raya. Fisher, Alec (2009). Berpikir Kritis: sebuah pengantar. Penerbit Erlangga
Juliantine, Tite. (2010). Model Pembelajaran Inkuiri Dalam Pendidkan Jasmani Untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Disertasi Doktor pada Program Studi Pendidikan Olahraga UPI Bandung: tidak diterbitkan.
McBride, dkk. (1990). Teaching Critical Thinking Skills in the Psycomotor
Domain. The Clearing House :Vol. 63 (197-201).
McMillan, J H & Schumacher, S. (2001). Research in Education a Conceptual Introduction Fifth Edition. New York : Longman.
Metzler, Michael W., (2000). Intructional Models for Physical Education. Massachusetts: Allyn and Bacon.
Mulyasa. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nurlan, Kusmaedi dan Husdarta (2002). Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik. Bandung : FPOK UPI Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta: Diknas.
Ormrod, J E. (2008). Psikologi Pendidikan (Edisi Keenam-Jilid 1). Bandung: Erlangga.
Purnomo, Bambang. (2012). Hakikat Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. [Online]. Tersedia: http://www.scribd.com/bamzz-purnomo 9396/d/38204408Hakikat-Pendidikan-Jasmani-Dan-Kesehatan.[19 Agustus, 2012].
Rosdiani, Dini (2012). Model Pembelajaran Langsung dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: CV ALFABETA
Rosdiani, Dini. (2013). Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: CV ALFABETA.
Sagala, Syaiful. (2012). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV ALFABETA. Stephani, Mesa R. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Bermain Bola Basket. SPS UPI : Tidak diterbitkan.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV ALFABETA Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi
Konstruktivistik. Konsep, Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Cetakan Pertama.
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: KENCANA.
Utami, Munandar. (1999) Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia
Zamroni & Mahfudz .2009. Panduan Teknis Pembelajaran Yang Mengembangkan Critical Thinking. Jakarta. Depdiknas [12 Agustus 2014]











