INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER DI SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF DI SDN KOTA MALANG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial siswa slow learner di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di SDN Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) mampu bekerja sama: siswa slow learner bekerja sama melaksanakan piket kelas dan meminjamkan alat tulis. Namun karena keterbatasan kognitif, sehingga kurang memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok, 2) terbuka dan senang bercanda: siswa slow learner menunjukkan sikap yang terbuka dengan berbagi cerita dan bercanda. Namun, saat mengalami kesulitan siswa slow learner cenderung diam dan meminta bantuan kepada teman sebaya atau orang terdekat daripada guru, 3) senang mencari perhatian: siswa slow learner tampil dihadapan umum atau disuruh maju berbicara ke depan kelas, 4) bergabung dalam kelompok bermain: siswa slow learner bergabung bermain dengan teman-temannya saat jam istirahat dan berkomunikasi secara efektif, 5) mencari persahabatan berdasarkan kesamaan umur dan jenis kelamin: siswa slow learner berkumpul dan bermain bersama siswa satu kelas dan siswa sesama jenis kelamin, 6) menghargai teman: siswa slow learner menghargai teman dengan memberikan ucapan selamat saat teman mendapatkan penghargaan, tidak menyela saat ada temannya berbicara, dan ketika ada temannya berdebat langsung melerainya, 7) berselisih dengan teman: siswa slow learner bertengkar melalui kontak fisik dengan tindakan berpura-pura menggelintir tangan temannya ketika bermain dan perselisihan melalui lisan seperti adu mulut.
References
Amir, Nani Triani dan. 2013. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lamban Belajar Slow Learner. Jakarta: Luxima Metro Media.
Amti, Erman, and Marjohan. 1991. Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Depdikbud RI.
Deddy Kustawan dan Yani Meimulyani. 2013. Mengenal Pendidikan Khusus Dan Pendidikan Layanan Khusus Serta Implementasinya. Jakarta: PT Luxima Metro Media.
Khabibah, Nur. 2013. “Penanganan Instruksional Bagi Anak Lambat Belajar (Slow Learner).” Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan 19(2):26–32.
KUGELMASS, JUDY W. 2004. “The Inclusive School: Sustaining Equity and Standards.” Teachers College Press 11(2):256–58. doi: 10.15365/joce.1102142013.
Manurung, Novarida. 2021. “Strategi Pembelajaran Guru Dalam Menangani Siswa Speech Delay.” Jurnal Guru Dikmen Dan Diksus 3(1):30–41. doi: 10.47239/jgdd.v3i1.229.
Monks, F. .. dan Knoers,. 2006. Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nani Triani dan Amir. 2013. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lamban Belajar Slow Learner. Jakarta: Luxima.
Refiana, Ainnayyah Dkk. 2019. “IDENTIFIKASI KOMUNIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM INTERAKSI SOSIAL.” Jurnal Pendidikan Inklusi 3.
Rita Eka Izzaty, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Saputra, Angga. 2018. “Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Inklusif.” Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 1(3):1–15. doi: 10.14421/jga.2016.13-01.
Somantri, S. 2007. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama.
Sri Rumini. 1980. Pengetahuan Subnormalitas Mental. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.
Wijayanti, Tarindra Puspa, Wiwi Afita, and Grehas Wilantanti. 2017. “Pengaruh Sekolah Inklusi Terhadap Kepekaan Sosial Anak SD Slerok 2 Kota Tegal.” Journal of Creativity Student 2(2):47–57. doi: 10.15294/jcs.v2i2.20504.











