MANAJEMEN PEMANFAATAN PERANGKAT INTERAKTIF DIGITAL (PID) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR (SD)

  • Wati Herawati Magister Administrasi pendidikan Pascasarjana Uninus Bandung
  • Tedi Fardiaman Magister Administrasi Pendidikan UNINUS Bandung
  • Anita Safitri Yogastini Magister Administrasi Pendidikan UNINUS Bandung
  • Euis Dartika Magister Administrasi Pendidikan UNINUS Bandung
  • R Supyan Sauri Magister Administrasi Pendidikan UNINUS Bandung
Keywords: Utilization Management, Digital Interactive Device (DID), Pedagogical Competence, Elementary School.

Abstract

Digital transformation in the primary education ecosystem demands structured management of modern technology-based instructional media. This study aims to deeply analyze the management of Digital Interactive Device (DID) utilization to improve teachers' pedagogical competence at SDN Ciranjang 1. Using a qualitative approach with a case study design, data were gathered through in-depth interviews, classroom observations, and documentation study. Key informants consisted of the school principal, classroom teachers from grade 1 to 6, and school administration staff/operators. The analytical lens used was based on George R. Terry's four functional management functions: Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). The results revealed that: (1) Planning for DID utilization is managed through the Digital Option Program (DOP) schema based on data-driven teacher pedagogical needs; (2) Organizing is realized through clear SOP-based job descriptions and the activation of a peer coaching system to bridge the digital literacy gap; (3) Actuating in the field is marked by high student learning enthusiasm through deep learning methods, although teachers initially experienced techno-anxiety; and (4) Controlling successfully mapped out material design innovations and school macroeconomic infrastructure constraints. This study concludes that the management of DID utilization at SDN Ciranjang 1 has run effectively and adaptively. However, the school still requires serious upgrades in electrical power capacity, internet connection stability, and the availability of built-in applications to ensure the sustainability of classroom digitalization quality.

Keywords: Utilization Management, Digital Interactive Device (DID), Pedagogical Competence, Elementary School.

References

Agustin, M., & Syaodih. (2008). Bimbingan konseling untuk anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Anugrahana, A. (2020). Hambatan, solusi dan harapan: Pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 oleh guru sekolah dasar. Jurnal Didaktika Dwija Indria, 8(3), 1-9.
Arikunto, S. (2016). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi 2). Jakarta: Bumi Aksara.
Asmara, B. (2021). Penerapan fungsi manajemen George R. Terry dalam implementasi kurikulum berbasis teknologi informasi di sekolah dasar. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 9(2), 143-154.
Brabender, V., & Fallon, A. (2009). Group development in practice: guidance for clinicians and researchers on stages and dynamics of change. Washington, DC: American Psychological Association.
Cahyono, B., & Rahayu, S. (2020). Urgensi kompetensi pedagogik guru di era transformasi digital. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 4(2), 115-128.
Chai, C. S., Koh, J. H. L., & Teo, T. (2022). Enhancing primary school teachers' technological pedagogical content knowledge (TPACK) for meaningful digital integration: A case study. Educational Technology Research and Development, 70(4), 1215-1233.
Darmawan, D. (2021). Tantangan dan inovasi infrastruktur teknologi informasi di lembaga pendidikan dasar. Jurnal Teknologi Instruksional, 7(1), 45-58.
Fariq, A. (2011). Perkembangan dunia konseling memasuki era grobalisasi. Pedagogi, II Nov 2011(Universitas Negeri Padang), 255-262.
Hodgson, J., & Weil, J. (2011). Commentary: how individual and profession-level factors influence discussion of disability in prenatal genetic counseling. Journal of Genetic Counseling, 1-3.
Kurniawati, E., & Nugroho, S. (2022). Strategi peer coaching untuk mengatasi technostress pada pendidik non-digital native. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 9(1), 34-45.
Lestari, P. (2023). Pemanfaatan layar interaktif pintar dalam menstimulus kemampuan operasional konkret siswa kelas rendah. Jurnal Pedagogi Sekolah Dasar, 8(3), 142-155.
Lyznicki, J. M., Young, D. C., Riggs, J. A., Davis, R. M., & Dickinson, B. D. (2001). Obesity: Assessment and management in primary care. American Family Physician, 63(11), 2185-2196.
Margono, S. (2022). Efektivitas model peer mentoring dalam meningkatkan keterampilan teknologi informasi guru sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 88-97.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & SaldaƱa, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017-1054.
Mulyasa, E. (2017). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Ningsih, S. R., & Rahmawati, F. (2023). Pemanfaatan smart board interaktif dalam merangsang deep learning pada pembelajaran matematika dan sains di sekolah dasar. Jurnal Elemen, 9(2), 210-223.
Piaget, J. (1972). Intellectual evolution from adolescence to adulthood. Human Development, 15(1), 1-12.
Prasojo, L. D., & Suliyanto. (2018). Supervisi akademik kepala sekolah (Fokus pada teknik implementasi manajemen sarana TIK). Yogyakarta: UNY Press.
Pratama, R. A., & Sari, D. S. (2024). Analisis kompetensi TPACK guru sekolah dasar dalam menghadapi transformasi digital di wilayah sub-perkotaan. Jurnal Basicedu, 8(1), 455-467.
Ramadhani, S., & Hidayat, R. (2023). Manajemen sarana dan prasarana dalam mengoptimalkan bantuan digital pemerintah di sekolah dasar keterbatasan daya. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 15(3), 302-315.
Rohiman, A., & Sanusi, A. (2024). Strategi kepala sekolah dalam mengelola hambatan infrastruktur digital di sekolah dasar luar kota. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 12(1), 34-46.
Rusman. (2018). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru (Edisi 2). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sintawati, M., & Fardah, D. K. (2021). Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK): Tantangan dan inovasi pengembangan kompetensi guru abad 21. Jurnal Didaktik Matematika, 8(2), 112-125.
Suhardan, D. (2019). Supervisi profesional: Layanan dalam meningkatkan mutu pembelajaran harian. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2012). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suryani, E. (2018). Penerapan perencanaan sistemik terhadap kreativitas mengajar guru sekolah dasar. Jurnal Teori dan Praktek Manajemen Pendidikan, 5(2), 76-89.
Terry, G. R., & Leslie, W. R. (2019). Dasar-dasar manajemen (Edisi Terjemahan). Jakarta: Bumi Aksara.
Voogt, J., Fisser, P., Good, J., Westbroek, E., & Kramer, M. (2023). Developing technological pedagogical content knowledge (TPACK) through collaborative design among primary school teachers. Journal of Computer Assisted Learning, 39(2), 541-553.
Wahjosumidjo. (2011). Kepemimpinan kepala sekolah: Tinjauan teoretik dan permasalahannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Wibowo, A. (2021). Tantangan technostress dan kecemasan teknologi (techno-anxiety) guru dalam pembelajaran berbasis TIK. Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, 9(1), 45-56.
Wijaya, A., & Kusuma, H. (2023). Integrasi perangkat interaktif digital (PID) dalam mewujudkan deep learning pada siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan Mutakhir, 11(3), 202-215
Published
2026-07-15
How to Cite
Herawati, W., Fardiaman, T., Safitri Yogastini, A., Dartika, E., & Sauri, R. S. (2026). MANAJEMEN PEMANFAATAN PERANGKAT INTERAKTIF DIGITAL (PID) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR (SD). Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(02), 221 - 235. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i02.16429